16.tidak peduli?

45 32 3
                                        

Hallo ges ketemu lagi sama aku😻✌️
Sesuai janji yak, aku sekarang up lagi.

Jangan demo, gabaik😣.

Ke inti ya???

PLAGIAT OUT AJA DARI LAPAK AKU!!.
TYPO KASIH TAU AKU OKEY?!.

Happy reading...






"APAAA"bentak Adrian pada elena.

Ya elena, dia memberitahu kan bahwa alara meninggal beberapa menit yang lalu.
Ia memejamkan matanya saat bentakan itu tepat terdengar jelas di telinganya.

"I-iya om"ucap elena,  jujur saat ini dirinya takut pada adrian.

Adrian tertawa, membuat elena mengerut kan alis nya?
Apakah Adrian senang saat tau alara sudah tidak ada? pikirnya.

"Bagus deh"ucap Adrian sebelum dirinya beranjak pergi menaiki tangga.

Elena melebarkan matanya, apa katanya? BAGUS? What?ia tidak salah dengar bukan?
Biasanya orang tua malah akan lebih nangis histeris kala tau anaknya di panggil sama yang maha kuasa, lah ini? sebaliknya?.

Tapi ia senang karena keluarga Adrian berada di pihak nya, membuat nya semakin mudah untuk menyingkirkan Felia.

Dirinya berjalan santai menaiki anak tangga, menuju kamar alira yang berada di lantai dua.
Gadis itu sejak tadi tidak ada tanda tanda ingin turun membuat nya harus menyusul dirinya ke atas.

"ALIR-"ucapannya terpotong..

Ia melihat Alira yang sedang teleponan dengan santai di depan sana, ia geram dari tadi dirinya menunggu alira yang pergi beralasan ingin ke kamar mandi taunya?

"Woiii"
"Eh oon apaansi Lo akh"ucapnya kaget

"Ya Lo pikir dong, dari tadi gw nunggu di bawah Lo malah enak enak an teleponan, kalo gitu gw ikut ke sini dari tadi"ucapnya kesal.

"Salah Lo sendiri kenapa langsung ngacir kedepan papa gw?"tanyanya

"Oh iya Lo tau ga?"

"GAKK"ucapnya ketus.

Elena mendelik tajam ke arah lira,  sudah di buat kesal perkara menunggu dan sekarang?.
Ingin rasanya ia masukan kedalam lubang buaya, tapi dirinya masih membutuhkan alira.

"Papah Lo seneng pas gw kasih tau si lara mati"ucapnya tersenyum girang

Mata alira membulat sempurna, dirinya menahan nafas beberapa detik, apa katanya? senang?
Hufttt ia pun jadi merasa lega karena papah nya berada di pihak nya.

"Bagus dong jadi lebih mudah buat kita dapetin mereka bukan?"ucapnya.

"Yoi, btw rayain ga nih?"tanya nya menaik turun kan alisnya.

Alira mengangguk mantap, ia akan mengundang teman teman nya untuk datang ke club tempat biasa mereka nongkrong untuk merayakan kebahagiaan mereka.

Sedangkan di tempat lain.

"GA GAMUNGKIN hiks.. ALARA MASIH ADA"
"DIA GA KEMANA MANA KAN VIN REL?"tanya nya dengan tangisan yang sedari tadi tidak terhenti.

"LO BISA DIEM GA SI FEL?, GW JUGA SAMA HANCURNYA KAYAK LO"ucapnya membentak

Ia geram pada Felia yang sedari tadi mengguncang serta menanyakan hal yang sama.

Dirinya sedari tadi diam masih membenarkan ucapan dokter beberapa menit yang lalu.

*Flashback on beberapa menit yang lalu.*

"keluarga pasien?"tanya dokter tersebut

Perasaan semua nya tidak enak saat gelang merah dan hitam di bawa oleh salah satu suster tadi, tidak mungkin, itu bukan untuk alara,  ucapnya masih positif thinking.

"Saya suami nya"ucap farell tiba tiba

Alvin dan Felia membulat kan matanya, sedetik kemudian mereka bertatapan.
Dokter tersebut hampir meledakkan tawanya, perasaan tadi dirinya bilang cowo nya dan mereka masih sekolah bukan?

"Serius suaminya?saya sedang tidak becanda ini serius dan keluarga pasien harus mengetahui nya"ucapnya ramah

"Keluarga nya lagi pergi keluar negeri, ada apa?bilang saja pada saya, saya akan kabarkan mereka kala saya tau kondisi alara"ucap farell.

Dokter tersebut menghembuskan nafas nya lelah, ia melirik suster di sampingnya, lalu mengambil sebuah nampan khas rumah sakit, di sana sudah ada gelang merah dan hitam yang dokter itu pegang.

Perasaan tiga remaja yang melihatnya pun melebarkan matanya, bukan itu bukan untuk alara kan?
Itu pasti milik orang lain, pikirnya masih ber positif thinking.

"D-dokk???"tanya Felia ragu.

Dirinya bukan gadis polos yang tidak mengetahui apa itu gelang merah dan hitam?.
















WTFK😭😭😭😭
DEMI APA AKU SEMALEM LANJUTIN NULIS MALAH KETIDURAN 😭😭...

GPP LHA YAH😭😭

Btw ini aku nulis sampe 645 doang ya.
Aku masih ngantuk.
Gamau ingkari janji dulu jadi terpaksa nulis lanjuttin yang semalem😣.

Sory banget readers aku semalem ketiduran huaaaa,mau nangis😣.



ALARA MENINGGOY GES😻
SAYA SUKA SAYA SUKA😻🤙.

MAU PARTY,HM????




DAH DAH BYE READERS 😻🤙.




TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang