Allow ges ges ketemu lagi sama aku 😻🤙.
Gimana kabarnya?baiklah ya!!.
AKU PUNYA KEJUTAN NIH😻🤙🤙🤙
SIAP BELOM?
YA BODO, SIAP GA SIAP HARUS SIAP, AKU MAKSA HEHE😣.
Ke inti ygy.
HAPPY READING....
"Lara pulang ya?"tanya seorang lelaki dengan baju berwarna serba putih dengan senyuman yang menghiasi wajah tampan nya.
"K-kakkk alatta"panggil alara tidak percaya bahwa yang di depannya itu adalah sosok kakak yang ia rindukan.
"Iya cantik ini kakak, sini peluk?"ucapnya merentangkan kedua tangannya menunggu alara masuk kedalam pelukannya.
Dengan air mata yang berlinang serta senyuman yang mengembang alara berlari ke arah atta,namun......
"KAKAKKKKKK"
"KAKAKKKKKK"
"KAKAKK JANGAN BECANDA KAYAK GINI, ALARA KANGEN KAKAK, ALARA MAU IKUT KAKAK AJA hiksss."tangis nya pecah.
Tak lama setelah mengatakan itu, alara dapat melihat kembali alatta datang ke arahnya, sedari tadi senyuman laki laki tersebut tidak pudar, alara senang melihatnya, kakaknya itu bahagia di sini.
"Alara"panggil nya lembut.
"Sebelumnya kakak mau minta maaf dulu sama kamu, karena dulu kakak banyak salah sama kamu, sama hal nya kayak mereka, jujur kakak nyesel perlakukan kamu kayak gitu, kamu anak kuat sayang, jangan berpikir untuk pulang, belum waktunya."ucapnya menjeda.
"Disini terlalu kejam, kamu gabakal kuat, biar kakak aja okey?"lanjutnya.
Setelah mengatakan itu keduanya terdiam sibuk dengan pikiran masing masing..
"Kamu gamau pulang? ga kasian sama mereka"ucapnya seraya menunjuk bayangan dirinya yang tengah tak sadarkan diri dan tiga orang remaja yang menangis di sisi nya.
Alara sedikit meringis saat melihat ada beberapa kabal yang terpasang indah di tubuhnya.
Ia melihat Felia yang hampir jatoh karena menangis mungkin ia pusing.
Perasaan tidak tega melihat ketiga nya membuat dirinya merasa bersalah karena telah membuat orang yang di sayangnya sedih seperti itu.
"Liat itu juga"tunjuk alatta ke arah tempat lain, dimana dirinya berjalan bersama alira dan elena, di puncak?..
"Lir gw mohon, tolongin gw"
Dapat alara lihat waktu itu alira menyodorkan tangan nya lalu melepaskannya begitu saja membuat dirinya terjatuh ke bawah.
Ia geram pada lira, ingin rasanya ia membalas kan dendam nya pada alira namun ia masih inget iman nya untuk tidak sejahat itu pada alira.
"Lihat itu juga"
Kali ini ia memperlihatkan papah nya dan juga elena yang sedang berbicara di ruang tengah.
"Bagus dong"
Ucapan papah nya mampu membuat senyuman yang sedari tadi menghiasi dirinya perlahan memudar. Sebisa mungkin ia menahannya untuk tidak menangis di hadapan alatta.
"Mau nangis mah nangis aja gausah sok di tutupin"ucapnya menyindir.
Alara membulat kan matanya, bagaimana kakaknya ini tau bahwa dirinya tengah menahan tangis?
"Ck gw tau Lo mau nangis kan gausah sok kek gitu, tu muka biasa aja"ucapnya lagi
"Kakak gw cenayang?"batin nya.
"Kita udah beda alam kalo Lo lupa, gw bukan cenayang, ck"decaknya kesal karena sedari tadi alara membatin kan dirinya.
Alara menepuk jidatnya, seraya menyengir.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]
Romance(FOLLOW SEBELUM BACA!). Plagiat out aja dari lapak aku!!. 🍭🍭🍭🍭 Alara malvina Alifa gadis cantik yang selalu mengalah kepada kembaran nya Alira malvina alifa. kedua orang tuanya selalu mengutamakan alira karena mengira bahwa lira lah yang mempuny...
![TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/307962128-64-k608049.jpg)