25.cemburu nya farell

27 13 0
                                        

Hallo ges?

TYPO KASI TAU AKU!!.
KE INTI YGY?

HAPPY READING

"ALARA TUNGGU" panggil seorang lekaki, alara menghentikan langkahnya di koridor, ia membalikan badan, melihat siapa orang yang tengah memanggilnya tadi.

"Farell? Kenapa?"tanya nya pada farell, ya lelaki itu tidak sengaja menemui alara berjalan sendirian, kesempatan untuk berbicara berdua dengan nya hari ini.

"Gw mau ngomong"

"Hmm? Ngomong apa?"

"Ikut gw"

"Kemanaa"

"Ke--" belom sempat dirinya melanjutkan ucapannya, seorang siswi berlari an memanggil nama alara.

"E-ehh kenapa? Ko lari lari" tanya alaraa

"I-itu kak, kak felia di uks"

"Hahhhhh"

"KAK FELIA DI UKS"

"WHT? KENAPA?"

"Gatau kak"

Alara berlari, pergi melupakan farel yang ingin bicara bersamanya, farell lantas menghembuskan nafas berat "blom tepat" gumamnya seraya pergi menyusul alara

"LAR TUNGGU GW" panggil farell terus berteriak, namun seperti nya alara tidak sadar akan hal itu, ia terus berlari tidak menggubris farell.


BRUKKK...

Felia yang saat itu tengah meminum teh yang di buatkan pmr, lantas langsung tersentak kaget, ia terbatuk batuk karena tersedak, dirinya melirik ke arah pintu uks, guna melihat orang yang sudah membuat nya kaget, alara, itu yang dirinya lihat, wanita itu berlari ke arah nya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.

Alara masuk kedalam pelukannya felia, ia menangis sesenggukan di punduk felia, semua di buat terharu, pasalnya mereka sangat sangat peduli satu sama lain.

"L-lo kenapa hiksss" ucap alara lirih, sedikit sesegukan karena tangis nya belom mereda "ko gabilang lo masuk uks?" Lanjutnya

"A-"

"Lo gasuka ya gw khawatirin?"

"Al-"

"Iya gw tau, lo gasuka gw khawatirin, lepas"

"Alara-"

"Lo anggap gw apa si?"

"ALARAAAAA" panggil felia, sedikit kencang membuat alara yang hendak kembali bicara bungkam, felia mengehela nafas, ia kembali memeluk alara, dirinya merasa bersalah karena telah membentak sahabat nya itu.

"Gimana gw mau ngabarin lo coba? Gw aja gatau kalo gw mau pingsan" ucap felia kesal, karena sedari tadi alara menyela ucapan untuk menjelaskan semuanya.

"Hahh?"

"Lemot lo"

"Apasi?"

"Nggak, nggak, sini peluk" Felia merentangkan tangan nya, dengan sigap kedua gadis itu kembali berpelukan, melupakan beberapa orang yang tengah memandang nya..

"Ekhem, pelukan teros" sindiri alira

"Iri lo? Gabisa pelukan kayak kita?"

"Dih, ngapain iri sama kalian?"

TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang