33.kekasih revan

21 9 2
                                        

"KELUAR"

"ALARA, SAYA TAHU KAMU DI DALAM, KELUAR!."

"KELUAR ATAU SAYA DOBRAK?"

"ALARA MALVINA ALIFA"

brakkk!

Gebrakan yang berasal dari pintu alara cukup kuat, hingga menimbulkan benturan keras, beruntung nya pintu itu tidak lepas dari asalnya.

Melihat kedalam tak ada tanda tanda pemilik nya, ia berjalan mendekati pintu kamar mandi, membukanya tanpa memikirkan jika alara sedang mandi di dalamnya

Kosong

Itu yang ia lihat, "kemana gadis itu?" Gumamnya

Sedangkan di tempat lain, dengan waktu yang sama "gapapa, nanti gw jelasin sama cewe lo, lo gaperlu khawatir cewe lo akan ninggalin lo, karena itu semua gabakal terjadi" ucap alara

Tadi pacarnya revan memergoki kedua nya tengah berbincang berdua di dalam cafe, hingga menimbulkan kesalahpahaman.

"Kamu selingkuh?"

"Kamu jahat, aku gamau liat muka kamu lagi"

"Jangan jenguk jenguk aku lagi"

"Aku eneg liat muka kamu"

Kanara putri Mahardika kekasih revan, putri dari pengusaha sukses rifki Mahardika, siapa yang tidak kenal dengan rifki Mahardika?

Kanara sedang menjalankan perawatan khusus, setelah bertarung nyawa dengan penyakit nya, namun ia sedari pagi memaksa ayahnya untuk jalan jalan keluar, ayahnya sudah melarang, namun? Gadis keras kepala itu merajuk hingga tidak ingin meminum obatnya, membuat ayahnya mengangguk pasrah.

Namun di tengah perjalanan tenggorokan nya terasa kering, membuat nya menyuruh sang supir untuk berhenti di cafe terdekat

Bukan minuman yang ia dapat, langkahnya terhenti kala mendapatkan kekasih nya tengah duduk berdua bersama dengan seorang wanita? Siapa wanita itu? Pikirnya

Ia menghampiri keduanya hingga membuat kesalahpahaman pun terjadi.


Alara menarik tangan revan, membawa nya masuk kedalam mobil "jalanin, buru!" Ucap alara tak terbantahkan

Revan menjalankan mobil nys menuju tempat di mana kekasih nya tengah di rawat, meyakinkan diri bahwa semua akan baik baik saja, gadis nya tidak akan pergi.

"Lar, lo yakin nara gabakal marah?"

"Lembek lo, depan cewe aja nunduk nunduk, cih" sindir alara

Revan berdecak, "ck, ngeselin amat si lo, pantesan gaada yang suka sama lo" ucapnya membuat mata alara sontak membulat

Alara tertawa terbahak bahak mendengar penuturan revan, apa katanya? Tidak ada yang suka? Bahkan sekarang saja ia sedang di rebutkan oleh dua cowo

"Gw gamau ya, punya istri gila kayak lo"

Alaraa menghentikan tawanya, ia menatap tajam revan "kita itu gabakal nikah-" gantung nya "jugaan nih ya, gw tuh ga gila" matanya menyipit menatap revan

"Iyain dari pada nangis repotin nanti"

"Ishhh, udah buruan dari tadi lama banget, kapan sampe nya si?"

"Bentar lagi" jawab revan sambil membelokkan stir mobil nya ke arah di mana letak rumah sakit yang gadisnya tempati

"Di sini?" Tanya alara saat mobil sudah terparkir rapih

"Hm, turun"


Keduanya berjalan beriringan menuju ruangan kanara, banyak pasang mata yang menatap keduanya, mereka sangat serasi namun alara yang berada di belakang cowo itu dengan tangan yang memegang sedikit ujung bajunya, membuat orang orang gemas sendiri

Adek kakak yang serasi

Apa, adek?

Tepat di Depan pintu ruangan kanara, revan membuka nya perlahan mengintip kedalam ada siapa saja yang menjaga kekasih nya?

Kosong
Itu yang ia lihat, tidak ada yang menjaga kekasihnya? Kemana semua orang? Ia berjalan memasuki ruangan tidak lupa menarik tangan alara, kanara tidak menyadarinya karena ia tengah membelakangi pintu masuk

"Hei?" Panggil revan

Kanara menoleh "ngapain kamu ke sini? Sama selingkuhan lagi" ucapnya menatap sinis alara

Alara tersenyum, ia berjalan ke arah kanara di mana gadis itu tengah menatap sinis dirinya

"Aku bukan selingkuhan bang revan, aku alara malvina alifa, adek bang revan yang baru pulang dari kanada, selama tujuh belas tahun aku di kanada dan baru pulang ke Indonesia, makanya kakak ga ngenalin aku, maaf ya aku buat kakak berantem sama bang revan" ucap alara sambil mencubit keras pinggang revan, yang di cubit hanya tersenyum menahan

Kanara menatap revan "bener?" Tanyanya

"Iya sayang, dia adek aku, tadinya aku mau ajak dia ke sini buat kenalan sama calon ipar nya, eh malah kepergok duluan" ucap revan hangat

Kanara menoleh ke arah alara ia menatap sendu alara, merasa bersalah karena telah berburuk sangka pada calon iparnya "maafin aku ya, aku gatau kamu adek nya revan, abisnya aku ga pernah liat kamu di rumah revan" ucapnya merasa bersalah

Alara tersenyum walau ia meringis karena memang kanara tidak salah, "iya gapapa kak, salahin bang revan aja nah karena gapernah kasih tau soal aku" ucapnya melirik revan dengan sorot mata tajam nya

"Kok abang yang di salahin?" Tanya revan mengikuti drama alara

"Ya iyalah, kan di sini yang salah abang, kenapa coba abang private tentang aku ke kak kanara?"

"Ya suka suka abang lah"

Kanara menatap keduanya dengan senyum lebarnya, lega rasanya kala tau bahwa kekasihnya tidak selingkuh

"Udah udah, jangan berantem, masa lagi kangen kangenan udah berantem aja?" Ucap kanara, melerai

"Abisnya bang revan ngeselin" ucap alara merajuk, mendekati kanara, memeluk gadis itu dengan erat

Nyaman

Itu yang ia rasa, tidak tahu apa yang bakal terjadi jika kanara tahu semuanya, kanara gadis baik, ia tidak ingin membuat nya terluka, namun ia bisa apa selain berbohong seperti ini?

Pelukan keduanya terlepas kala telpon revan yang sedari tadi menyala, revan mengangkat nya, melirik ke arah alara serta kanara secara bergantian

"Halo?" Sapa nya duluan saat ia sudah mengangkat telepon nya

"Alara bersama mu?"

"Iya pa, alara sama revan, kenapa?"

"Oh, tidak yasudah jangan pulang malam malam"

"Iya pa, yaudah revan matikan ya"

"Ya"

Sambungan terputus sepihak, ia tersenyum kala melihat kedua gadis itu menatap nya tersenyum, walau ia tahu gadis yang akan di jodohkan dengan nya tersenyum paksa ke arahnya

"Kamu sudah makan?"

"Emmm, belom"

"Makan yah? Aku suapin?"

"Gamau, makanan rumah sakit ga enak" ucap kanara sambil membekap mulut nya rapat rapat, tidak lupa ia bersembunyi di belakang tubuh alara, karena gadis itu tengah duduk di ranjang nya

"Oke oke, aku bakal beli ke cafe depan, mau apa? Oh iya nasi putih sama ayam goreng aja, kamu gaboleh makan makanan berbumbu banyak"

Kanara mendengus, untuk apa tadi revan menanyakan ia ingin apa? Kalo dia sendiri yang memilih nya

"Alara mau makan apa?" Tanya nya, menyembulkan kepalanya di balik tubuh alara, hingga terlihat sangat sangat menggemaskan

"Aku mau mie ayam bakso aja" ucapnya

Kanara mengangguk, ia melirik revan yang masih menatap nya,  "ish, yaudah sono beli, nunggu apa lagi si?" Ucapnya kesal

"Hm"




















To be continue

Sory baru up.

TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang