37.nasihat orang tua

24 4 0
                                        

Hallo ayang ayang aku

Kalian tau si twins dari mana?

Kangen alara ga?

Kangen tiga cogan ga? Alvin? Farell? Revan?

Ada yang typo tandai ya, biar aku benerin, haha.

Happy reading


Farell serta alara sedari tadi tidak bisa duduk dengan tenang, pasalnya setiap keduanya akan duduk tamu undangan selalu datang memberikan ucapan selamat,

Alvin berjalan menaiki pelaminan, di ikuti felia di belakang nya, gadis itu terlihat sangat cantik dengan balutan dress putih serta selempang mini yang senada dengan baju, membuat kesan cantik semakin bertambah karena wajah natural nya sekarang sudah di polesi dengan make up

"Aaaaa alara selamat yakkk" ucap felia berlari menghambur ke dalam pelukan alara

"Lo cantik banget gilak, gw pangling"

"Lebay lo fell"

"Dih, lo tuh udah cantik natural terus sekarang di make up in double deh, nikmat mana yang farell dustain dari lo, ya, gak, rell?"

Farell mengangguk, ia menggenggam erat tangan alara, masa bodo dengan tatapan sinis dari keluarga istri nya, apapun yang terjadi ia akan terima, asal tidak dengan istri nya

Jika saja istri nya kembali terluka karena keluarga nya lagi, akan ia pastikan mertua nya itu tidak akan dapat melihat alara lagi

"Ganteng juga lo" ucap alvin seraya memeluk farell, menepuk pundak lelaki itu sebanyak tiga kali, ia tersenyum "gw nitip alara ya, dia emang bandel, tapi dia penurut kok" ucapnya terkekeh

"Avin, ara ga bandel ya!"

"Itukan lo yang ngerasain, beda lagi sama yang menilai, ya, ga, fel?"

Felia mengangguk mantap, ia berjalan mendekati alara memeluk sahabatnya yang sekarang sudah resmi menjadi istri dari keluarga jonathan

"Selamat ya, semoga langgeng sampe maut yang misahin, gw request ponakan yang lucu gemesin ngangenin kayak gw ya?"

Membalas soal ponakan seketika membuat pipi alara memerah, berbeda dengan farell yang tengah senyam senyum sendiri karena sudah ada yang menunggu bayi darinya, haha

"A-apaansi, g-gw masih sekolah" ucapnya gugup

"Bodo, pokoknya pas lo masuk sekolah nanti, calon ponakan gw udah ada, ya, ga, Vin?"

Alvin mengangguk mantap "yoi, kalo bisa laki laki deh, buar ganteng kayak gw, iyakan fel?"

Melihat wajah alara semakin memerah membuat farell mendengus, ia menatap alvin dan felia bergantian "request mulu, kalian kapan nyusul?, Terus buat sama apa yang kalian request in sama istri gw"

Ucapan farell mampu membuat tawa keduanya menggelar, berbeda dengan alvin serta felia yang memasang wajah datar.

"Dih, dah ah gw mau makan, samawa kalian, gw nitip alara yeee"

"Yoi" jawab farell, matanya melirik ke arah pintu masuk, di sana kedua orang tuanya telah datang, dengan senyuman yang mengembang mampu membuat farell tersenyum lega, pasalnya orang tuanya tidak marah akan berita yang ia beritahukan

Rika dan raga, kedua orang tua farell berjalan menaiki pelaminan, memeluk farell dengan erat, air nata bahagia tumpah di pundak farell

"Anak bunda udah besar" ucapnya seraya memberi kecupan di seluruh wajah farell

"Maafin farell ya, farell ngasih taunya mendadak" ucap farell lirih

Rika serta raga tersenyum mengelus pucuk kepala farell, beralih pada alara, memeluk wanita yang sekarang sudah resmi menjadi bagian dari keluarganya, nyonya jonathan

"Selamat ya sayang, bunda seneng banget pas dapet kabar farell nikah sama kamu, huftttt, tapi bunda nggak ngeliat ijab qobul nya" Ucapnya lirih

"Iya bunda terimakasih sudah mau terima alara di keluarga bunda," beralih menatap raga, "ayah, terimakasih sudah mau terima alara" ucapnya tersenyum

Keduanya tersenyum, memeluk tubuh farell serta alara secara barengan, membuat nafas seketika hilang "b-bun, engapp" ucap farell

"Hehh, kamu ini ya, bunda tuh sayang sama kalian, pengen peluk erat erat, ck"

"He'emm, terserah bunda"

"Sini sayang" ucapnya pada alara, membisikan sesuatu yang entah itu apa sehingga membuat mata alara membulat, keringat bercucuran di dahinya semakin membuat farell serta raga penasaran, apa yang sedang di bisikan oleh rika?

"Gimana?"

"Ehemmm, i-iya bunda, alara gabakal mau di ajak itu sama farell" ucapan polos itu berhasil membuat rika tersenyum kikuk, ia menatap anaknya yang sedang melototi nya

"Hehe, bunda ga ngomong apa apa loh"

"Ck, udah kalian sono ah, ganggu aja"

"Mentang mentang pengantin baru, inget masi di umum"

"Sana sana"

"Yaudah, bunda pergi dulu ya sayang, samawa sampe nenek kakek ya, ehmmmm, relll, bunda request cucu yang imut imut ya, haha" ucapnya ia memeluk cepat tubuh keduanya, berlari turun membuat kepala raga geleng geleng melihat tingkah istrinya

"Jagain alara, jangan pernah kamu nyakitin hati wanita, apalagi sampah menyakiti fisiknya, liat ayah, kamu pernah liat ayah memukul bunda mu?" Tanyanya menatap mata farell, farell menggeleng "apa pernah kamu melihat bunda mu menangis karena ayah?" Lagi lagi gelengan yang farell berikan "itu karena ayah menghargai wanita, wanita yang sudah menemani ayah sampai sejauh ini, wanita yang sudah melahirkan buah hati ayah sampai sebesar ini, wanita yang sabar, wanita yang mau menemani ayah dari nol, kamu seorang lelaki tidak pantas untuk menyakiti wanita, terlebih lagi istri mu yang akan menemani mu seperti bundamu, melahirkan anak mu sama seperti mu, tegur jika dia salah tapi jangan memakai kekerasan, bimbing dia kejalan yang benar"

Beralih pada alara "ayah titip anak ayah ya?, Dia emang bandel, tapi dia ada sisi lembutnya, ingetin buat ga terlalu sering berantem, ayah pusing bolak balik sekolah nya" ucapnya selepas itu keduanya mengecup sekilas pucuk kepala putra putri nya, turun dari pelaminan membuat keadaan alara serta farell mendadak canggung

"Ehmmmm, udah mau jam sembilan, mau pulang?" Ucapnya

"Emang acaranya udah selesai?"

"Udah sayang, mau di sini, atau pulang ke rumah kita?"

"H-hahhh?, Rumah?, Rumah siapa?"

"Rumah kita, sayang" ucap farell terkekeh

"Kamu beli rumah?"

"Kamu lupa sama mahar yang aku beri?"

Seketika mata alara membulat, ia melupakan itu, ya sekarang ia ingat bahwa farell memberikan satu unit rumah, ia tersenyum menatap suaminya, Apa? Suami? Masih terasa asing, ia terkekeh sendiri jika ada orang yang mengatai nya 'suami istri'

Ia menghambur kedalam pelukannya farell, menenggelamkan wajahnya ke dada bidang suaminya

"Makasih udah mau jadi pendamping hidup alara"

"Makasih juga udah mau jadi pelengkap hidup aku, nyonya jonathan"

"Terimakasih"

"He'emm, aku mau request kembar tiga"

Sontak mata alara membulat, wajahnya bersemu merahhh "a-apaansi, aku mau pulang, ayoo" ajaknya

"Mau pulang udah ga sabar buat kembar tiga, hm?"

"Ishhh, ngeselinnnnnnnnn"

"Haha, becanda, ayo pulang" ajaknya menarik tangan alara, memeluk pinggang ramping itu posesif saat melihat adrian yang tengah menatap keduanya sinis




To be continue

Wah wah wah, apa ini?😭

Kembar tiga ya rell?😭😭

Aku ngakak sendiri bacanya haha😭😭

Humor aku jadi receh gini yak?😭

Dah dah bye, aku mau buat kembar tiga dulu 😭✌️.

TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang