Lelaki dengan setelan baju olahraga yang melekat indah di tubuhnya itu tengah duduk manis di temani secangkir es teh Rio dan jangan lupakan permen karet yang sering ia kunyah, dirinya tengah senyam senyum sendiri menghadap ponsel nya,entah apa yang membuatnya menjadi orang gila tiba tiba.
Tak lama ia merasa pundak nya sedang ada yang pegang, ia mendongak mencari tahu siapa pelaku yang sudah memegang pundaknya.
"Why"tanya nya.
"Eh Lo farell kan? anak baru dari Amerika yg jago main basket, mau gabung di tim basket kita gak? Jadi ketua karna ketua basket kita udah pindah sekolah, jadi tim basket sekolah kita butuh ketua" ucapnya menawarkan
Farel mengangkat satu alis nya ke atas, bukan kah mereka sama sama jago dalam hal bermain basket? Lalu mengapa harus dirinya yang mereka cari?
"Kenapa harus gw kan Lo berdua jago tu kenapa ga mencalonkan diri aja?"tanyanya
Evan dan Alvin melirik satu sama lain kedua nya menghembuskan nafas berat, wajah nya terlihat memelas di hadapan farel.
"Kita ga berani buat ini lagi pula gw yakin Lo bisa ya gak vin"tanya evan pada alvin.
Alvin mengangguk kuat meyakinkan.
"Iya ell Lo mau kan?"tanya nya lagi
"Oke gw mau"putusnya
Alvin dan Evan sontak bersorak kesenangan, akhirnya.
"Selamat bergabung di tim kita rel"ucapnya.
Disinilah mereka di tengah tengah lapangan yang akan mereka tempati untuk berlatih.
Di saat tengah asik asik nya latihan, farel tidak sengaja melempar bole ke arah koridor sehingga..
Dughhh
"AKHHHH"teriakan seorang gadis mengalihkan perhatian penonton semuanya terkejut kala melihat alara terkena pukulan basket sehingga membuat dirinya? mimisan.
Alara saat itu tidak tahu jika ada yang sedang bermain basket, dirinya baru saja keluar dari kelas nya, tapi musibah siapa tahu kan?
Kepala nya terasa pusing mata nya memburam hingga hitungan detik..
Brukk....
Alara pingsan di tempat, farel yang melihat itu sontak langsung berlari ke arah alara, mereka semua mengira farel akan menolong dan membawa alara ke UKS tapi dugaan nya salah.
Farel hanya mengambil bola nya selepas itu ia hanya melirik ke arah alara di mana gadis itu tengah terbaring dengan darah yang tidak mau berhenti keluar dari hidung nya.
Alvin yang melihat nya pun hanya diam, ia saat ini tidak ingin berantem terlebih lagi farel baru saja masuk kedalam tim nya beberapa menit yang lalu.
Alara sudah di bawa kedalam UKS, Felia dengan panik menghampiri alara, dirinya yang mendengar semua cerita dari anak anak yang menonton nya pun sontak menggeram.
Urat urat tangan nya terlihat menandakan bahwa gadis itu tengah menahan emosi.
"Eughhhhh" erangan halus berasal dari mulut alara mampu mengalihkan perhatian anak anak yang tengah berada dalam uks, mereka tersenyum mendapati lara sudah siuman.
"Ko gw ada di UKS"tanya nya saat felia sudah berada di pinggir kasur nya
"Lo pingsan tadi"
Alara sontak membulat kan matanya sejak kapan dirinya pingsan? dengan segera dia berdiri dari duduknya.
Felia yang melihat alara berdiri pun hanya diam, sedetik kemudian tangan nya menarik tangan lara keluar UKS, ia berniat akan membawa lara ke hadapan monster yang sudah membuat sahabatnya masuk kedalam UKS.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]
Romance(FOLLOW SEBELUM BACA!). Plagiat out aja dari lapak aku!!. 🍭🍭🍭🍭 Alara malvina Alifa gadis cantik yang selalu mengalah kepada kembaran nya Alira malvina alifa. kedua orang tuanya selalu mengutamakan alira karena mengira bahwa lira lah yang mempuny...
![TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/307962128-64-k608049.jpg)