36.akad

21 5 0
                                        


Hari ini, pukul 07:00 rumah kediaman keluarga malvin sudah ramai dengan orang orang di berbagai kalangan, ntah itu teman kantor, penjabat, saudara, sahabat, ustadz-ustadzah, serta warga.

Tepatnya hari sabtu tanggal 25-05-2022, putri kedua dari keluarga malvin tersebut akan melangsungkan pernikahan yang di gelar sangat mewah.

Saat ini gadis itu tengah duduk menghadap cermin yang memantulkan dirinya, dengan balutan gaun pernikahan dengan hiasan hiasan yang menambah kan kesan anggun pada gadis itu, meratapi nasibnya yang ntah seperti apa kedepan nya, air mata yang telah ia tahan tiba tiba keluar tanpa permisi.

Apa ia tidak salah ambil keputusan?

"sayang sini" panggil mira sesaat setelah ia menginjakkan kakinya ke dalam kamar alara, ia berbicara manis karena memang sedang ada sebagian keluarga revan

Alara berjalan ke arah mira, ia mendudukkan bokong nya paolda sisi ranjang, di mana mama nya tengah tersenyum ke arahnya

"Kenapa, ma?"

"Kamu bahagia?," Alara menautkan kedua alisnya, kenapa mamahnya tiba tiba bertanya seperti ini?, Ia menoleh ke belakang di mana ada kedua keluarga revan yang tengah membereskan peralatan yang berserakan, alara paham akan sikap mama nya itu

Ia tersenyum seraya mengangguk "iya, lara seneng banget, mama seneng?"itu pl ooiiiiiii

"Mama jelas senang, karena anak gadis mama akan menikah dan membangun keluarga, tapi mama sedih karena kamu akan pergi tinggalkan mama" ucap nya dengan nada lirih di akhir kalimat

"Lara janji satu minggu sekali, lara bakal main terus kesini"

"T-"

Alara tersenyum miring, ia menangkup wajah mama nya, "mama harus bahagia dong, kan hari ini bakal jadi hari bahagia lara" ucap alara tersenyum sangat manis

Mira merentangkan kedua tangan nya, menunggu alara masuk kedalam pelukannya, membuat alara senang setengah mati, karena ia baru kali ini akan di peluk kembali oleh mamanya, walau drama.

Alara masuk kedalam pelukan mira, "jangan ge'er, saya lakukan ini karena ada keluarga revan di sini"

"He'em, tapi lara suka, mama peluk lara"

"Saya harus mandi tujuh kembang setelah peluk kamu"

"Semenjijikan itu lara, ya, ma?"

"Bagus, sadar diri juga kamu"

Bisikan keduanya tidak ada yang mendengar karena memang benar benar sangat kecil, alara melerai pelukannya, mendongak memperlihatkan mata sembab nya, serta air mata yang nyaris akan membuat make up nya luntur

"Hei, ko nangis, sayang?" Tanya tante revan, maria

"Ah tidak, aku hanya sedih karena akan berpisah dengan keluarga ku"

Maria tersenyum, ia mengelus pucuk kepala alara, menghapus air matanya serta mengecup nya dengan sayang, beruntung sekali ia akan memiliki ipar seperti alara

"Buset dah, cantik bet lo, lo ga operasi muka kan?,"

"Hehh toa, yakali gw operasi muka"

"Lo kok jadi kayak alvin si?"

"Kan sahabat"

"Cih," felia berlaga seperti sedang meludah, emang ya alara itu tidak ada bedanya dengan alvin, sama sama ngeselin.

Hening, tidak ada yang berbicara, mama serta tante revan pun sudah tidak ada di kamar alara, felia memang tau akan menikah nya alara, bahkan, satu sekolah pun tahu jika alara akan menikah, tidak heran jika di luar nanti akan banyak sekali teman teman nya

TWINS WITH DIFFERENT FATE [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang