Halooo!!
Kangen??
Jangan lupa vote dan komen yaa..
Selamat membacaa!!
***
Raka mengernyit, menatap Chenle yang sedari tadi diam sembari membolak-balikkan kertas yang ada ditangannya. Lelaki yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri itu nampak aneh beberapa hari belakangan ini.
"Bang.."
"Hum," sahut Raka cepat. Ia menatap Chenle dengan exited, membuat sang anak beringsut heran.
"Kenapa lo?" Tanya Chenle menyelidik.
Raka tersenyum manis, "lo mau cerita kan? Yaudah cerita aja. Gue dengerin. Kerjaan ini mah bisa di kerjain nanti."
"Dih, siapa juga mau cerita," cibir Chenle. "Kerja bang. Jangan makan gaji buta."
Raka cemberut, lalu menarik kembali laptopnya yang ia tutup setengah. Ia kembali sibuk dengan codingannya.
"Bang."
"Apaan?! Tadi katanya nggak mau cerita."
"Gue mau nanya elah. Ini soal kerjaan," ujar Chenle tak kalah ketus.
"Yaudah, mau tanya apa?"
"Lo belum nemuin tanda-tanda si Kevin berada?"
Raka menghela napas, kemudian menggeleng. "Sama sekali belum Le. Kayaknya harus nunggu dia keluar dulu deh."
Chenle berdecak kesal, "kalau nunggu dia keluar dulu mah lama. Dia kan cupu!"
"Udah, sabar. Lagian kita juga belum dapat laporan dari Mattew."
Chenle menghela napas, meredakan emosinya. "Gue tuh takut bang. Gue takut kalau Kevin balas dendamnya ke anak-anak. Apalagi kita nggak tau gimana wajah Kevin sekarang. Nggak nutup kemungkinan dia udah operasi plastik buat rubah wajahnya."
"Gue tau. Tapi, elo yang tenang. Kalau lo panik, lo jadi nggak bisa mikir. Si kembar juga dikasih bodyguard kan sama tuan Marvel?"
Chenle mengangguk pelan. "Gue nggak mau mereka kenapa-napa. Mereka nggak tau apa-apa."
"Gue juga nggak mau mereka kenapa-napa Le. Jadi, lo tenang oke. Gue bakal bantu lo sampai batas paling limit gue."
Chenle menatap Raka dengan haru, bibirnya membentuk senyuman kecil. "Makasih abang~~"
Raka mengangguk, sembari membalas senyuman Chenle. "Btw, lo mau ikut latihan bersama nanti nggak?"
"Mau sih, tapi emang nggak kebanyakan kalau ditambah gue?"
"Maka dari itu Le. Ini Pak Jonathan nyaranin buat nyampur tim alpha 1 sama tim alpha 2. Biar seimbang gitu."
"Oalah," Chenle mengangguk mengerti. "Okelah. Gue mau kok."
"Okee, lo jadi anggota pertama, dan jadi orang satu-satunya yang tau,” ucap Raka. "Sebenarnya Pak Jonathan sama Austin minta di rahasiain sampai akhir. Jadi, pas hari H baru pengumuman siapa aja yang bergabung."
"Jahat banget," cibir Chenle.
"Ya biar pada latihan lah. Kalau nggak gini pada malas-malasan ntar.."
***
"Lo habis ketemu sama Lele kan?"
Jisung menoleh dengan cepat, menatap Jeno yang duduk sambil bermain game disampingnya. Ia menatap Jeno sebentar, kemudian kembali bermain game di handphonenya kembali.
"Oh, lo udah tau juga kalau Lele masih hidup?"
Jeno mengernyit, menghentikan game di handphonenya. Ia menatap Jisung lama.

KAMU SEDANG MEMBACA
ARCADE | JICHEN
FanfictionSeason 1 Chenle Albert seorang Agent yang harus menggantikan pekerjaan Guanlin karena paksaan dari Renjun, kekasih Guanlin. Pekerjaan yang baginya cukup mudah, hanya menjaga dari jauh anak lelaki pengusaha terkenal. Tapi, ternyata pekerjaan tak semu...