part 27

1.2K 35 4
                                        

Ayyuhuuuu....
Gimana-gimana dengan cerita sebelumnya, nulis di jam 9 pagi sebenarnya bikin ngantuk bangat nih.

Tapi nggk pp lah...

Enjoy and happy reading...

______________________________________

Seorang gadis yang tengah hamil besar sedang menaiki tangga dengan tangan yang di jadikan penyanggal pinggangnya, sesekali aura menarik nafasnya panjang. Sudah beberapa bulan aura melalui hari-hari yang begitu panjang sehingga sekarang tepat 8 bulan kehamilannya. Sejak kehamilannya bertambah besar aura hanya sesekali datang ke kantor hanya untuk tanda tangan saja, tapi mengingat tiga hari ini pak ferdi sedang berada di new York untuk mengurus urusan pribadinya, jadi dia harus turun tangan sendiri, terlebih lagi dirinya harus petak umpet dengan Haris.

Sesampai di kamar, aura membaringkan tubuhnya di atas ranjang untuk beristirahat sejenak, aura mulai menutup matanya berharap dirinya bisa tidur tapi alhasil matanya saat ini tidak berpihak padanya.

"Non" suara mbok Ima terdengar dan melangkah mendekati aura.

"Kenapa mbok?" Ucap aura kemudian bangkit dari tidurnya.

"Ada Rahmat di bawah" ucap mbok Ima

"Iya mbok, sebentar lagi saya turun"

Ya sejak beberapa bulan terakhir ini Rahmat terus saja memberikannya perhatian dan selalu ada untuknya, ketika dirinya membutuhkan sesuatu, awalnya aura menolak ketika Rahmat selalu saja mendekatkan diri padanya, tapi lama kelamaan aura sadar Rahmat banyak membantunya apa lagi di masa kehamilannya ini.

"Hai" sapa aura ketika berada di ruang tamu mendekati dan menjatuhkan pantatnya di samping Rahmat.

"Apa kamu membutuhkan sesuatu?, aku selalu siap untuk kamu" seru Rahmat menatap aura.

"Untuk saat ini nggak" balas aura

"Kapan rencana kamu ingin membeli perlengkapan bayi?" Tanya Rahmat.

"Mungkin besok"

"Baiklah, aku akan mengantarmu" ucap Rahmat, aura tersenyum mendengar kata-kata Rahmat, seandainya Yang sedang bersamanya saat ini adalah Haris pasti dirinya Sangat bahagia.

Rahmat menyodorkan plastik yang berisi pizza, ya karena memang akhir-akhir ini aura sangat ingin makan pizza, tapi untung saja ada Rahmat Yang selalu jadi tempat repot Aura.

"Makasih"

*
*
Di gedung pencakar langit, Haris memandangi kota Jakarta Yang tampak begitu ramai dengan banyaknya kendaraan yang lalu lalang, haris melipat ke dua tangannya sesekali memijat keningnya yang sebenarnya tidak sakit. Sekarang haris sudah mulai rutin datang kekantor dan akan tetap mencari aura di sesi istirahatnya. Haris memperbanyak anak buah untuk mencari aura tapi menurutnya tidak ada yang beres, hingga saat ini tidak menemukan keberadaan istrinya itu.

Ketukan pintu menyadarkan haris dari lamunan panjangnya sehingga menoleh ke arah pintu.

"Kak?" Panggil azzura dan haris hanya diam tak menjawab.

"Kakak baik-baik saja?" Tanya azzura pelan ketika melihat Haris bersandar dikursinya pasrah.

"Kakak baik-baik saja, menurutmu aura di mana sekarang?"  Tanya Haris Yang membuat azzura diam, begitu besar rasa cinta kakaknya itu pada aura, bahkan sudah beberapa bulan mereka berpisah tapi haris tetap tidak pernah menyerah sedikitpun.

"Yakinlah kak aura pasti kembali, ini hanya persoalan waktu saja," Jawab azzura dan haris hanya mengangkat bahunya.

"Kenapa kakak belum cerita semuanya kepada papa dan mama?" tanya azzura.

Gadis Yang Kubeli (CEO)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang