Dengan langka kesal dan wajah datar azzura berjalan masuk kedalam gedung pencakar langit perusahaannya. Sesekali azzura mengomel tidak jelas Yang membuat beberapa karyawan menatapnya heran.
Azzura menghentikan langkahnya ketika melihat sekumpulan karyawan tengah melihatnya aneh
"Ada apa?" Tanya azzura
"Maaf Bu, tidak ada apa-apa" ucap salah satu karyawan menuduk sopan.
"Bubar sekarang" perintah azzura dan melanjutkan langkahnya, sejujurnya azzura merasa malu.
Brukkkk....
Azzura melempar tas miliknya ke sofa ketika dia sudah berada di ruangnya.
"Kurang ajar. rupanya jack berani bermain-main denganku, baru beberapa jam yang lalu dia mengirimkan bunga untukku dan sekarang dia sedang asik bermesraan dengan wanita lain, dasar Playboy"
Azzura berjalan kearah jendela dadanya terasa panas, azzura benar-benar kesal atas apa yang dia lihat tadi. Tampa sengaja azzura melihat jack yang sedang makan bersama wanita lain.
"Kenapa gue harus marah ya? Gue sama Jack nggk punya hubungan spesial, kok gue jadi kayak gini sih, sadar azzura. sadarkan diri lho." Azzura membantingkan tubuhnya ke sofa dan sesekali menarik kasar nafasnya.
"Jelaslah gue marah, dia selama ini ngejar-ngejar gue, katanya cinta, katanya sayang, la sekarang dia lagi asik pacaran sama tu cewek. Gue merasa di permainkan, Jelaslah gue marah, oke gue marah karena itu nggk ada alasan lain."
Trutttt..
Bunyi ponsel dari dalam tas menyadarkan azzura dari ngomel panjangnya, azzura meraih dan melihat jack memanggilnya.
"Dasar Playboy. Sekarang nelpon lagi kan, mungkin dia sudah bosan sama pacarnya" ucap azzura sebelum mengangkat panggilan Jack
"Lagi ngapain? Sudah makan? Makan bareng aku yuk?" Ucap Jack dari dalam ponsel
"Dasar Playboy. Jangan nelpon gue lagi, gue nggak mau punya kenalan kayak lho" ucap azzura. Kemudian mematikan Panggilan Jack dan melempar ponselnya kesofa.
Dengan kesal azzura menghentakkan kedua kakinya, azzura benar-benar kesal, entahlah apa. karena Jack Yang membuatnya kecewa atau karena dirinya Yang marah Tampa alasan.
Trutttt..
Untuk kesekian kalinya panggilan masuk tapi azzura terus saja mengabaikan, bunyi ponselnya membuat azzura kesal. Dengan lemas azzura terpaksa mengangkatnya.
"Gue bilang nggak usah telpon gue lagi, gue nggk mau kenal sama cowok kayak lho, gue benci" ucap azzura kesal.
"Azzura kamu kenapa?" ucap Haris.
Mendengar suara haris yang ternyata bukan Jack Yang memanggil, membuat azzura membulatkan bola matanya dan melihat kontak Yang tertulis benar haris yang memanggilnya.
"Heheheh maaf kak, aku kira tadi teman aku yang nelpon" jawab azzura hati-hati.
"Siapa teman kamu? Bukan Jack kan? Ingat Jack itu laki-laki playboy, jack itu teman baik kakak, dia sebenarnya laki-laki yang baik tapi kakak nggak ngizinin kamu pacaran sama dia karena dia itu laki-laki playboy" ucap haris. Lagi dan lagi azzura harus mendengar nasehat panjang haris yang menurutnya membosankan.
"Iya kak, azzura paham" jawab azzura
"Jangan lupa sesampai di rumah, tolong siapin baju kakak buat dikirim ke rumah sakit, untuk beberapa hari kedepan kakak nggk pulang, kakak mau fokus jaga aura"
"Baik kak" ucap azzura kemudian mematikan Panggilan dari Haris.
Azzura merasa bersyukur, untung saja satu bulan yang lalu orang tuanya kembali ke Amerika dan akan tinggal disana, setelah beberapa bulan orang tuanya menghabiskan waktu untuknya dan Haris dan kini orang tuanya kembali ke Amerika, Sehingga haris bisa leluasa menjaga aura, sejujurnya azzura sangat merindukan orang tuanya walaupun baru satu bulan tidak bertemu tapi azzura selalu merindukan mereka
*
*
Oeeee
Oeeee
Haris sedikit kewalahan ketika bayinya sedari tadi menangis tak henti-hentinya. Sesekali haris menoleh ke arah pintu berharap mbok Ima segera muncul tapi rupanya mbok ima masih di luar untuk membeli makanan.
"Anak papa lapar ya sayang, tunggu sebentar ya, tunggu mbok Ima kembali, sebentar lagi kok" ucap haris terus saja menenangkan bayinya.
Haris meletakkan bayinya di samping aura Yang masih saja damai dengan tidurnya, haris berharap bayinya bisa diam ketika berada di dekat aura. Bunyi suara pintu menunjukkan mbok ima kembali.
"Sayangku nangis ya" ucap mbok ima yang baru tiba dengan beberapa kresek makanan di tangannya.
"Mbok tolong bikini susunya, mungkin lagi lapar"ucap Haris
Setelah beberapa saat bayinyapun tidur di pangkuan Haris, haris tersenyum melihat bayi cantiknya yang sedang tertidur di pangkuannya.
"Anak papa, kesayangan papa, tetap kuat ya sayang, walaupun mama lagi tidur nyenyak tapi kamu harus kuat, mama pasti secepatnya akan bangun" ucap haris pada bayinya dan sesekali menyium pipi bayi yang cantik itu.
Pukul 8 malam haris membuka gorden yang berwarna gold dinding kaca yang langsung berhadapan dengan pemandangan kota Jakarta. Lampu yang terang di setiap sudut kota, bangunan yang tampak indah dengan berbagi warna- warni lampu di sana.
Haris berjalan kearah aura dan memandangi wajah cantik istrinya, haris kembali teringat ketika dulu istrinya tersenyum manis kepadanya, ketika istrinya sedang cemberut, ketika istrinya sedang memeluknya ketika tidur.
"Ahh.. aku rindu masa-masa itu" ucap haris kemudian kembali menyium kedua pipi dan bibir aura dengan hangat.
Haris menoleh ke sisi kanan aura dan tampaknya bayinya sedang tidur, haris bersyukur bayinya sudah sehat dan sudah bisa dipindahkan ke ruangan rawat aura, sehingga membuatnya lebih mudah mengurus ke duanya tentu dengan bantuan mbok Ima juga.
"Lebih baik mbok istirahat saja, biar saya yang berjaga" ucap haris kepada mbok Ima
"Nggk PP, mbok kuat kok, lagian kamu yang selalu terjaga setiap malam"
"Mbok juga butuh istirahat, aku kuat" ucap haris.
Tok tok tok..
Suara ketukan pintu terdengar tampak jack yang baru tiba.
"Dari mana aja lho baru nongol?" Tanya haris pada Jack
"Sorry bro gue akhir-akhir ini sibuk sama kerjaan, gimana keadaan istri lho?" Tanya Jack
"Kata dokter sudah mulai membaik, tapi aura belum sadar"
"Lho yang sabar ya, gue bantu doa kok"
"Maksih. Habis ini lho mau kemana?" Tanya haris.
"Nggk kemana-mana, emang kenapa?" Tanya Jack
"temanin gue begadang ya"
"Boleh"
Haris bersyukur mempunyai sahabat seperti jack, dari dulu Jack selalu membantunya jika haris butuh bantuan, jack laki-laki yang baik tapi laki-laki yang super duper Playboy juga. Haris dan Jack bercerita panjang lebar, Jack mulai bernostalgia kejadian waktu mereka SMA sampai masa-masa kulliah dulu.
"Ris ngomong-ngomong adik lho nggk disini?"tanya jack membuat haris mengangkat satu alisnya.
"Ngapain nanya-nanya keberadaan adik gue" ucap haris
"Gue nanya aja, emang nggk boleh" ucap Jack
"Lho jangan dekat-dekat sama adik gue lho, kecuali sifat Playboy lho itu sudah hilang" ucap Haris
"Santai gue udah berubah kok, dulu dan sekarang itu bedah bro, sekarang gue mau berfikir ke arah Yang serius" ucap Jack sungguh-sungguh, tapi hanya dianggap lelucon oleh Haris.
"Insyaallah aja ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Yang Kubeli (CEO)
De TodoAnak kecil no +aura putri Kenzo. gadis cantik yang berasal dari keluarga konglomerat. hidup dalam kemewahan. tapi ketika orang tuanya meninggal karena kecelakaan hidupnya berubah 100% menderita kerena aura harus di asuh oleh pamannya, dan pamannya m...
