Memulai hubungan sama orang yang belum selesai dengan masa lalunya itu sakit banget.
~rayana
~~
Narendra masuk ke ruang rawat inap Zeela, disusul Bila dibelakangnya.
Jantung gadis 12 tahun itu sempat melemah, ia syok mendengar apa yang mamanya ucapkan. Ya, Zeela mendengar semua yang Rayana ucapkan.
"Kak Bila," cicit Zeela. Tangannya terangkat seolah ingin dipeluk Bila.
Rayana mengerti, ia yang semula duduk di sebelah brankar kini undur diri. Ia memilih duduk di sofa, di sudut ruangan.
Bila mendekat lalu memeluk adiknya pelan yang membuat Zeela terisak disana.
"Hei, kenapa nangis Zee? Ada yang sakit?"
Zeela menggeleng, ia semakin mengeratkan pelukannya pada sang kakak. Zeela merasa bersalah, selama ini ia kurang peka kepada Bila yang terlalu dibeda-bedakan dengannya.
"Udah ih jangan nangis." Bila menghapus air mata adiknya sambil tersenyum.
Lihatlah senyum itu! Senyum yang nampak tak ada beban, walau sangat terlihat jelas wajah Bila yang sembab.
"Zeela sayang kak Bila."
"Kak Bila juga sayang bangett sama Zeela."
"Udah ih jangan nangis, nanti kak Bila beliin cilok lagi."
"Enggak mau cilok," tolak Zeela.
"Maunya apa dong?"
"Es krim coklat kesukaan kak Bila."
"Nanti kita beli sama papa. Iya kan pa?" tanya Bila sambil melirik ke arah Narendra.
Narendra tersenyum lalu mengangguk. Ia menghampiri kedua putrinya. "Makanya Zeela jangan sakit, nanti kita makan es krim lagi bertiga." Narendra mengelus rambut Zeela perlahan.
"Tapi Zeela udah gak sakit loh." Zeela mengerucutkan bibirnya.
"Masa? Coba sini papa periksa." Narendra mencubit kedua pipi Zeela pelan.
"Ihh papa sakit! Kak Bila tolong Zeela!" pekik Zeela berlebihan.
Narendra melihat Bila yang tertawa. "Kak Bila juga mau? Sini!" Narendra bergerak untuk mencubit pipi Bila juga.
"Aaa gak mau! Bila gak mau papa!" Tawa Bila mengudara di wajah sembabnya.
"Aaa papa ampun!" pekik Bila saat Narendra berhasil mencubitnya.
Tawa mereka bertiga mengudara. Rayana yang melihatnya juga tersenyum kecil.
"Aaa udah pa! Bunda tolong!"
Narendra seketika melepas cubitannya. Zeela juga langsung berhenti tertawa. Rayana pun begitu, senyumnya luntur begitu saja. Entah mengapa ia tak rela Bila menyebut kata bunda, seolah ia sudah dilupakan oleh anak itu, seolah memang tak ada kata mama yang pernah anak itu ucapkan.
Narendra hanya tersenyum lalu mengusap kepala Bila pelan. Setelahnya ia berjalan mendekat ke arah Rayana yang duduk di sofa lalu menepuk pundak istrinya pelan. Rayana menoleh.
"Ikut aku. Aku mau bicara sama kamu," titah Narendra.
Rayana hanya mengangguk. Mereka berdua pun keluar, menuju taman rumah sakit yang terlihat sepi, meninggalkan kedua putri mereka di ruangan Zeela.
"Mau bicara apa mas?" ucap Rayana memecah keheningan.
Narendra menghela nafasnya sebentar. "Aku minta maaf ya Na."
KAMU SEDANG MEMBACA
BILA [END]
Novela JuvenilSEQUEL OF ANINDYA!! ~~ Singkatnya tentang Bila yang ingin dipeluk mama:) ~~ Nabila Sheira Andrianka atau kerap disapa Bila, merupakan anak sulung dari keluarga Andrianka. Bila mempunyai mimpi sederhana, yaitu dipeluk mama. Sedari kecil Bila tak pern...
![BILA [END]](https://img.wattpad.com/cover/283023840-64-k19803.jpg)