Bila menyenderkan kepalanya di bahu kokoh milik Alva. Matanya sibuk melihat indahnya lukisan tuhan sore ini. Sepulang sekolah, ia langsung meminta Alva untuk mampir di kafe terlebih dahulu. Kangen Kak Ra katanya.
Alva sesekali menyuapi gadis itu dengan puding coklat. Ia berusaha memasukkan sesuatu yang rasanya coklat atau makanan manis ke mulut Bila. Berharap agar mood gadisnya bisa sedikit membaik, ya walaupun terasa sia-sia.
Mata Bila sesekali melihat ke arah foto bundanya yang ia bawa. Alva sempat syok saat tau fakta yang Bila berikan.
"Kamu aja kaget apalagi aku kak." Begitulah ucapan Bila tadi.
Di sisi lain, sosok wanita 34 tahun yang tak lain tak bukan adalah Elvira berjalan pelan. Ia berniat mengagetkan adiknya, tapi ia urungkan saat melihat Bila yang terlihat tak bersemangat daripada biasanya.
"Eh adek-adek gue kenapa diem-diem aja nih?" ucap Elvira tepat di belakang keduanya.
Keduanya pun menoleh. Namun, tak berselang lama langsung kembali ke posisi semula, tanpa memperdulikan Elvira.
Elvira peka, ia pun langsung duduk di sebelah Bila, mengelus bahu itu pelan. "Hei, kenapa?"
"Kak Ra," ucap Bila mendayu, seakan mengadu pada Elvira. Bila lalu beralih menyandarkan kepalanya di bahu wanita itu.
"Kenapa sih, si cantik ini cedih-cedih?" Tangan Elvira bergerak mengelus punggung Bila pelan.
Bila tak menjawab, ia tak juga menangis, air matanya sudah seolah terkuras habis, ia hanya ingin bersandar sebentar di pundak Elvira. Elvira merupakan sosok kakak sekaligus ibu yang baik untuk Bila.
Elusan di punggung Bila mendadak terhenti. Tubuh Elvira pun menjadi kaku bak patung. Foto sosok gadis yang ada di meja mencuri perhatiannya.
"Nindy," ucapnya lirih.
Bila melepas pelukannya pada Elvira, ia menatap wanita itu tak percaya.
"Kak Ra, kenal bunda?"
"Bunda?" cicit Elvira, terlihat air mata sudah mengumpul di pelupuk matanya.
"Iya, itu bundanya Bila."
Elvira langsung menangkup kedua pipi Bila. Air matanya pun turun tanpa membasahi pipi. Matanya berbinar seolah melihat oase di tengah gurun pasir. "Bila! Nama panjang?!" pekiknya.
"Nabila Sheira Andrianka," ucap Bila dengan alis terangkat sebelah.
"Nabila. Sheira. Andrianka." Ulang Elvira penuh penekanan. "Andrianka?" Alis Elvira terkerut. "Oh! Andrianka, Naren, Nindy!" ucapnya setelah berhasil menyusun kepingan puzzle di otaknya
Elvira langsung memeluk tubuh Bila erat, sangat erat. "Ya Allah nak, gimana bisa Kak Ra gak bisa ngenalin kamu."
"Ponakan gue satu-satunya! Ponakan kesayangan gue!"
Elvira menghujani wajah Bila dengan kecupan. Alva yang melihatnya hanya membelalakkan mata. Ia bahkan belum pernah menyentuh Bila seperti itu!
"Ponakan lo? Lo tantenya dong?" ceplos Alva.
Elvira mengangguk. "Lo berarti omnya! Gue juga gak mau di panggil tante btw."
"Dih!"
"Gimana-gimana Bila gak faham?" tanya Bila dengan polosnya.
"Dulu..." Elvira sedikit melirik ke arah foto Anindya. "Bunda, ayah, eh bukannya di panggil papa ya? Naren kamu sebut ayah atau papa?"
"Papa," jawab Bila.
"Eh wait-wait bukannya Bila pernah cerita ada mama ya?"
"Iya, Bila punya mama."
"Berarti Naren? Nikah lagi?" ucap Elvira sangat pelan dengan nada yang tidak percaya.
Sedangkan Bila hanya tersenyum tipis.
"GAK TERIMA GUE! SAHABAT GUE SATU-SATUNYA!!" ucap Elvira penuh emosi.
"Sabar ya Bil. Nanti Kak Ra tonjok muka papa kamu!"
Bila yang tadinya hampir kembali bersedih kini bisa tertawa lagi karena Elvira.
"Kak Ra, boleh cerita tentang bunda?"
Elvira mengangguk. "Anindya, kita bersahabat dari kecil. Kak Ra tau semuanya tentang dia, tentang luka masa lalunya, tentang ia yang dijodohkan paksa dan tentang setiap luka yang dia terima."
"Setelah Nindy menikah sama Naren. Pertemanan kita gak cuma berdua, tapi berlima." Mata Elvira menatap langit sore, di kepalanya seolah memutar ratusan scene film dokumenter.
"Dan setelah Nindy gak ada, gue gak tau kabar mereka lagi. Gak tau kabar Naren kayak gimana, Fadil udah jadi pilot apa belom, si Aska yang sayangnya pernah jadi pacar gue, dia udah jadi arsitek atau belum. Gue tak tau sama sekali, pertemanan kita bubar gitu aja setelah Nindy pergi."
Cerita Elvira harus terhenti saat ponsel yang Bila taruh dengan kondisi layar di atas berbunyi. Ketiganya langsung tau jika yang menelpon adalah papanya Bila.
"Papa," gumam Bila.
"Boleh Kak Ra aja yang ngomong Bil?" tanya Elvira.
Bila mengangguk, ia lalu menyerahkan ponselnya kepada Elvira.
"Halo nak, kamu dimana aja sayang? Kok belum pulang?" suara Narendra dapat Elvira dengar.
"Halo, selamat sore tuan Narendra. Lama tak menyapa," ucap Elvira dengan nada dinginnya.
"Anda siapa? Dimana anak saya?!"
"Jangan terburu-buru tuan Narendra, saya hanya ingin mengobrol dengan rekan lama saja."
"Apa yang anda mau?!"
"Tenang saya bukan penculik. Bila aman di samping saya. Perkenalkan saya kakak dari pacar putri anda, Alvaro. Benar?"
"Ck! Jangan berbasa-basi. Saya tidak punya urusan dengan anda!"
"Tapi saya punya urusan dengan anda, tuan."
"Anda pasti kenal dengan adik saya bukan? Alvaro. Tapi apakah anda tau nama lengkapnya?" sambungnya.
"Ck! To the poind!"
"Alvaro Manggala. Saya yakin pasti anda tidak asing dengan nama Manggala bukan?"
Narendra diam..
"Perkenalkan saya Elvira Manggala. Lama tak jumpa Narendra, kita harus banyak berbincang lain kali."
"Vira?" Terdengar nada tidak percaya dari Narendra.
"Hm. Inget juga lo! Kenapa gue baru sadar kalo Bila anak lo sih Ren!" teriak Elvira.
Dapat dipastikan Narendra menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Gak berubah lo Ra. Masih berisik!" cibir Narendra.
"Bacot! Gak mau tau, kita harus ketemu. Lo utang cerita banyak sama gue!"
"Balikin anak gue dulu. Mana Bila sekarang?"
"Tenang, Bila aman sama gue. Ntar Alva yang anterin. Udah dulu ya, bye bye!!"
Dengan raut muka tanpa dosa, Elvira langsung mematikan teleponnya begitu saja.
.
.
.
Apa yang terjadi jika Elvira ketemu sama Naren? Kita buat adu jotos seru keknya.
Dah segitu dulu
Papaayyy 💃
H-1
KAMU SEDANG MEMBACA
BILA [END]
Ficção AdolescenteSEQUEL OF ANINDYA!! ~~ Singkatnya tentang Bila yang ingin dipeluk mama:) ~~ Nabila Sheira Andrianka atau kerap disapa Bila, merupakan anak sulung dari keluarga Andrianka. Bila mempunyai mimpi sederhana, yaitu dipeluk mama. Sedari kecil Bila tak pern...
![BILA [END]](https://img.wattpad.com/cover/283023840-64-k19803.jpg)