06 - Elvano kepergok

739 100 16
                                        

Rupanya setelah Elvano menemui beberapa teman dekat wanitanya, dengan niat untuk memutuskan hubungan kedekatan mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rupanya setelah Elvano menemui beberapa teman dekat wanitanya, dengan niat untuk memutuskan hubungan kedekatan mereka. Sebagian besar dari mereka enggan, bahkan mereka sama seperti Berta, mereka rela mengeluarkan uang untuk Elvano. Jadilah setiap malam setelah Elvano selesai bekerja, dia tetap bisa pergi ke klub, bahkan dia masih bisa membeli makanan mewah, dan kebutuhan lainnya berkat uang dari teman-teman dekat wanitanya. Bahkan Berta meminjamkan salah satu mobil mewahnya untuk Elvano yang ditaruh di parkiran apartemen. Kalau sedang libur, Elvano bisa bebas melakukan kebiasaannya untuk bermewah-mewahan dengan uang dari mereka.

"Afifah, maaf, ya, padahal ini hari minggu. Tapi tante malah minta ditemani pergi ke apartemen Elvano. Habisnya tante kangen sama El, udah dua minggu dia gak pernah main ke rumah meski hari libur." Kini Afifah sedang berada dalam perjalanan menuju apartemen Elvano.

"Gapapa, Nyonya. Lagi pula hari ini Fifah 'kan gantiin ayah soalnya ayah lagi gak enak badan." Afifah memang sedang menggantikan ayahnya untuk menjadi supir khusus dihari minggu ini. Awalnya sang ayah menolak digantikan, tapi karena Afifah memaksa, jadilah Pak Umar mengijinkan putrinya.

"Padahal kamu udah kerja di kantor, hari libur gini pasti kamu capek. Kalau Pak Umar sakit, dia 'kan bisa ijin, gapapa." Maria dan suaminya memang sangat baik, dia tidak akan mengurangi upah Umar meskipun tidak masuk sehari, dua hari. Itulah mengapa Pak Umar segan dan merasa tidak enak kalau libur di luar jatah liburnya. Memang dalam sebulan Pak Umar punya tiga hari libur, tapi bulan ini beliau sudah memakai semuanya karena harus pulang kampung, menghadiri hajatan kerabat dekat.

"Hihi, gapapa, Nyonya. Ayah gak enak kalau mau ijin, kemarin 'kan ayah udah ngambil jatah liburnya buat pulang kampung. Lagian Afifah juga gak capek, kalau liburan di rumah paling cuma rebahan. Kalau gantiin ayah kaya gini 'kan bisa sekalian jalan-jalan." Afifah menjawab dengan ramah.

"Kamu benar-benar gadis yang baik, beruntung sekali Umar memiliki putri sepertimu. Kadang saya dan suami saya mendambakan memiliki anak perempuan, tapi sayangnya Allah tidak menitipkan. Seandainya sifat Elvano tidak begitu, seandainya dia bisa berubah, kami pasti akan merasa jauh lebih tenang." Mama Elvano terlihat sendu saat mencurahkan perasaannya.

"Sabar, Nyonya, semoga nantinya Pak Elvano bisa berubah menjadi lebih baik. Tenang aja, nanti kalau Pak Elvano menikah 'kan Nyonya jadi punya menantu perempuan. Semoga nanti Pak Elvano mendapatkan permpuan yang baik." Afifah berdoa setulus hati untuk majikan ayahnya karena mereka orang baik.

"Aamiin, semoga aja, Fah. Ngomong-ngomong, kamu jangan panggil saya nyonya-nyonya terus dong, gak enak didengernya. Panggil tante aja, kamu 'kan sekertarisnya Elvano, bukan ART di rumah kami." Maria menyuruh Afifah berhenti memanggilnya dengan sebutan nyonya.

"Tapi, Nyonya 'kan majikannya ayah," ujar Afifah ragu.

"Tapi bukan majikan kamu 'kan? Udah, pokoknya mulai sekarang kamu panggilnya tante aja. Coba sekarang panggil saya dengan sebutan tante." Maria meminta Afifah memanggilnya.

Karma Bos Playboy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang