27- Aib-aib Elvano terbongkar

370 51 5
                                        

Cerita ini sudah tamat di Karya Karsa cari saja Wihelmina Miladi lalu masuk ke bagian seri

Pagi ini Afifah sudah mulai menjadi pengangguran, sebenarnya Afifah sudah melamar pekerjaan sejak sebelum dia berhenti. Kini Afifah juga sedang mengirimkan banyak lamaran pekerjaan lagi sembari menunggu panggilan.

"Fah, ibu kemarin dengar dari ayah, katanya Tuan Muda Elvano punya anak di luar nikah, ya?" tanya ibunya.

"Iya, Bu, setahuku perempuan itu dulunya satu sekolah dengan Pak Elvano. Mereka sepertinya terlibat cinta satu malam saat kelulusan sekolah, soalnya saat itu Pak Elvano 'kan emang masih nakal-nakalnya."

"Ya Allah, ibu sih dengar kalau Tuan Muda memang nakal, suka mabok, suka dugem, foya-foya, dan bermain wanita. Tapi ibu gak nyangka kalau ternyata sebegitunya sampai-sampai baru lulus SMA saja udah berzina sampai punya anak. Tapi, Fah, selama kamu jadi sekertarisnya, dia gak pernah macem-macem 'kan?" tanya ibunya cemas.

"Itu masa lalu, Bu. Setiap orang punya masa lalu dan Pak Elvano sekarang sudah berubah. Dia tidak pernah sekalipun bertindak tidak sopan padaku selama ini."

"Iya, Fah, kamu benar. Ibu hanya merasa kasihan saja sama Tuan Darius dan Nyonya Maria, mereka pasti sedih dan kecewa sekali. Anak satu-satunya, malah kaya gitu, padahal mereka berdua orang yang sangat baik. Tapi memang namanya ujian, bentuknya lain-lain. Ada yang diuji dari ekonomi, mertua, ipar, kesehatan, pasangan, dan bisa saja dari anak. Dan kebetulan mungkin mereka diuji lewat anak."

"Benar, Bu, semoga mereka diberikan kekuatan."

Setelah Afifah selesai membantu ibunya beres-beres rumah, dia kemudian kembali ke kamar untuk rebahan sebentar sambil bermain ponsel. Betapa kagetnya Afifah saat melihat pesan dari teman kerjanya dulu yang mengirimkan artikel gossip tentang bosnya.

Gossip itu beredar diakun gossip beberapa social media dan bisa dibilang cukup viral. Isinya tentang anak tunggal dari pengusaha kaya, memiliki anak di luar nikah. Terbongkarlah foto-foto kenakalan Elvano semasa dulu, entah di klub saat sedang bersenang-senang dengan beberapa wanita, bahkan foto saat Elvano memasuki apartemen pribadinya atau hotel dengan perempuan. Seolah ada yang sengaja membongkar aib Elvano dimasa lalu.

Teman yang dulu satu kantor dengan Afifah juga memberitahu kalau karena viralnya berita itu membuat perusahaan terkena dampaknya. Bahkan ada beberapa investor yang menarik dana, ada yang membatalkan kerjasama juga. Mereka jadi tidak percaya dengan kinerja pemimpin baru di perusahaan Efendi yang memiliki hobi seperti itu.

"Ya Allah, ada-ada aja masalahnya. Kasihan Pak Elvano dan keluarganya."

Memang benar saat ini kondisi keluarga Efendi sedang tidak baik, apalagi ditambah berita itu viral dan menyebabkan banyak kekacauan. Nenek Elvano saja sampai jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit karena hal itu.

Darius bahkan juga sampai sakit meski tidak dirawat di rumah sakit, sedangkan Maria tidak henti-hentinya menangis.

***

Saat ini Elvano sedang berada di kamar orangtuanya, di ranjang terlihat Darius yang merupakan papanya sedang terbaring lemah.

"Pah, maafkan aku, aku akan berusaha keras untuk bisa menangani hal ini." Elvano sendiri sedang benar-benar kacau dengan masalah yang semakin lama semakin menumpuk, datang seperti mengeroyok dirinya.

"Papa sedih, El. Bukan hanya menghancurkan dan mempermalukan martabat kita, tapi buah dari kenakalanmu itu telah menghancurkan bisnis keluarga yang susah payah papa kembangkan." Darius menyeka air mata di ujung matanya.

"Maaf, Pah ..." lirih Elvano putus asa.

Elvano langsung ke luar dari ruangan papanya, meskipun sekarang pikirannya sedang kacau, tapi ada banyak hal yang harus ia urus. Hal pertama yang harus dia lakukan adalah berusaha keras mempertahankan klien di perusahaan. Lalu dia juga meminta orang untuk menyelidiki siapa yang menyebarkan rumor ini.

Elvano menduga kalau ada oknum yang sengaja ingin menghancurkan dirinya. Mengapa bisa orang itu memiliki foto-foto aib masa lalu Elvano. Seolah selama ini orang itu sudah mengawasi dan diam-diam memfoto Elvano dengan tujuan menggunakannya untuk menghancurkan Elvano.

"Siapa sebenarnya orang yang memiliki dendam padaku? Apa dia orang yang sama dengan orang yang mengirimkan preman untuk menyerang saat aku dan Afifah sedang pergi dinas ke luar kota saat itu? Sampai sekarang, walaupun aku sudah menyuruh orang untuk menyelidiki siapa dalangnya, tapi masih belum terungkap. Sepertinya dia bukan orang sembarangan." Elvano memijat pelipisnya.

***

Afifah senang sekali saat membuka email ternyata ada panggilan untuk tes kerja disebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang fashion. Itu sesuai minat Afifah, dia memiliki cita-cita ingin membuka usaha baju muslimnya sendiri.

Sebenarnya Afifah bisa saja tidak usah susah-susah mencari pekerjaan seperti ini, karena Bintang pernah menawarkannya bekerja di perusahaan yang pria itu pimpin. Bahkan Bintang meyakinkan Afifah, jika Afifah berkenan maka dirinya akan langsung diterima dengan tawaran gaji besar, menyesuaikan dengan gaji di perusahaan Elvano. Tapi Afifah memilih untuk mencari kerja di tempat lain saja.

Alasan Afifah menolaknya karena ia ingin mendapatkan kerja dengan usahanya sendiri tanpa lewat jalur orang dalam. Meskipun itu sulit dijaman sekarang, tapi Afifah optimis kalau dia akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan usahanya sendiri. Alasan Afifah tidak mau menerima pekerjaan dari Bintang, juga karena neneknya Elvano. Sudah pasti nanti beliau akan menghina Afifah lagi, mengingat Bintang masih kerabatnya.

Hari berganti, pagi ini Afifah sudah berpakaian rapi, dia juga sudah selesai sarapan. Tidak lupa sebelum berangkat Afifah mengecek bawaannya, setelah memastikan semua dokumen lengkap, air minum juga ada, Afifah berpamitan pada orangtuanya.

"Ayah, Ibu, doakan Afifah semoga hari ini wawancara kerjanya lancar dan Afifah bisa cepat bekerja lagi." Afifah percaya kalau doa dari orangtuanya, terutama ibunya lebih ampuh dari apapun.

"Iya, Nak, semoga kamu bisa cepat mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang kamu harapkan," ujar ibunya.

"Nak, maaf, ayah gak bisa nganterin kamu. Soalnya Ayah harus berangkat sekarang buat nganterin Nyonya Maria ke rumah sakit untuk menengok mertuanya." Ayahnya meminta maaf karena tidak bisa mengantarkan putrinya.

"Tidak apa-apa, Ayah. Kasihan keluarganya Pak Elvano, mereka pasti lagi terpuruk gara-gara berita itu."

"Benar, apalagi Tuan Darius juga sakit, meski beliau tidak mau dibawa ke rumah sakit," ujar ayahnya.

"Ya Allah, semoga semua masalah ini cepat selesai, ya, Ayah."

"Iya, Fah. Ayah juga kasihan sekali, mereka orang-orang baik."

Setelahnya Afifah pergi dengan menggunakan ojek online yang ia pesan. Sesampainya di kantor tempat Afifah akan melakukan wawancara kerja, Afifah langsung turun. Dia langsung pergi ke ruang test yang sudah diberitahu oleh satpam yang berjaga.

Semua rangkaian test baru selesai sekitar jam setengah dua belas siang, tepat saat jam istirahat mereka sudah boleh pulang. Afifah merasa senang karena dirinya lolos dan besok akan melengkapi berkas, lalu melakukan tes kesehatan, kemudian training, baru setelahnya dia diterima bekerja di sana.

Afifah juga bertemu dengan teman SMA-nya dulu yang juga satu pondok dengannya. Namanya Dinda, dia juga mengikuti test di perusahaan ini, kebetulan dia juga lolos.

"Fah, karena udah lama gak ketemu, mending kita mampir makan siang dulu yuk. Kebetulan sekarang 'kan udah jam makan siang." Dinda mengajak Afifah makan bersama.

"Boleh, tapi kita mampir ke masjid atau mushola dulu yuk, mau numpang sholat," ajak Afifah.

"Hayo!" ujar Dinda.

Afifah senang bisa bertemu lagi dengan temannya, apalagi mereka akan bekerja di perusahaan yang sama.

Karma Bos Playboy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang