Cerita ini sudah tamat di Karya Karsa: Wihelmina Miladi
"Uhuk ... uhuk ..."
"Fah, ini minum." Elvano langsung memberikan air minum, dia tampak perhatian sekali pada Afifah, raut wajah cemasnya tergambar degan jelas.
"Elvano, apa maksud kamu!" pekik neneknya kaget bercampur murka.
"Fah, maaf ... maafkan aku yang tidak tahu diri ini. Meski aku sadar diri kalau aku hanyalah pria brengsek dengan masa lalu suram dan penuh dosa. Tapi aku tidak bisa menampik kenyataan kalau hatiku jatuh padamu, seorang gadis baik-baik yang tidak pantas untuk pria brengsek sepertiku."
Afifah hanya diam melongo, dia benar-benar kaget mendengar pengakuan dari mantan bosnya itu. Kedua orangtua Elvano tidak kalah kaget, dia tidak menyangka kalau putranya akan menyatakan cinta pada Afifah.
Sedangkan Yuria tentu saja merasa terluka, dia sudah mencintai Elvano sejak dulu.Yuria bahkan tidak peduli dengan tabiat buruk Elvano kala itu, dia mencintai Elvano apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan Elvano. Tapi mengapa pria itu justru malah menjatuhkan hatinya pada wanita biasa saja seperti Afifah? Dari segi penampilan, jelas Afifah bukan tipe wanita idaman Elvano. Dari segi keluarga dan kekayaan, jelas Yuria berada di atas Afifah. Bagian mana dari Yuria yang kurang di mata Elvano? Mengapa dia malah lebih mencintai wanita yang baru dikenalnya belum lama itu.
"Saya mohon dengan sangat, jangan becanda seperti ini lagi, saya tidak ingin ada kesalahpahaman." Afifah dengan tegas memperingatkan Elvano.
"Fah, aku tidak sedang bercanda, aku sangat serius dengan perkataanku. Perasaanku padamu adalah cinta, sungguh, aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Aku hanya merasakan ini padamu, Afifah." Elvano berusaha meyakinkan Afifah tentang kesungguhan rasa cintanya.
"Kalian lihat, Darius, Maria. Sudah kubilang, jangan terlalu baik pada orang-orang rendahan, nanti mereka melunjak dan tidak tahu diri. Aku sudah cemas sejak awal, pasti Umar dan keluarganya itu merencanakan sesuatu untuk naik derajat. Lihat, dia memanfaatkan putrinya yang sok polos dan sok alim ini untuk mendekati Elvano. Aku yakin pasti keluarga mereka sudah mencuci otak Elvano hingga dia menjadi suka pada Afifah. Atau jangan-jangan Elvano dan kalian malah sudah kena pellet dari keluarga mereka, sehingga kalian begitu baik pada mereka." Nenek Elvano kembali mengucapkan kata-kata yang begitu pedas.
"Oma, tolong, berhenti menghina Afifah dan keluarganya. Oma sudah berjanji sebelumnya pada Elvano untuk tidak melakukan itu, kalau tahu begini lebih baik tadi aku tetap teguh pada pendirianku untuk melarang Oma dan Yuria ikut ke sini." Elvano mengingatkan neneknya.
"Iya, Bu, kan tadi sebelum berangkat Ibu sudah berjanji pada Elvano." Maria membela anaknya.
"Bu, tolong jangan menghina orang lain seperti itu lagi, aku mohon!" pinta Darius.
"Lihat, gara-gara Afifah dan keluarganya, sekarang keluargaku sendiri malah menyalahkanku, mereka jadi berani melawanku." Nenek Elvano terlihat murka.
"Oma, tolong berhenti mengatakan hal buruk!" ujar Elvano kesal.
"Maaf, Pak Elvano, sepertinya perasaan Anda pada saya hanyalah perasaan sesaat. Anda merasa begitu karena selama ini Anda dikelilingi wanita-wanita cantik yang mengejar Anda. Lalu ketika Anda bertemu dengan saya yang berbeda dengan perempuan yang selalu Anda temui, maka Anda merasakan itu. Sebenarnya itu hanya rasa penasaran dengan sesuatu yang berbeda dari biasanya, karena selama ini Anda selalu mendapatkan perempuan sesuka hati Anda. Saya rasa perasaan itu juga nantinya akan menghilang ketika kita tidak bertemu lagi. Jadi mulai sekarang saya tidak akan bertemu dengan Anda lagi untuk alasan apapun, permisi, saya pamit undur diri."
Afifah menolak mentah-mentah pernyataan cinta Elvano, dia sudah cukup mendengar perlakuan merendahkan dari nenek Elvano. Afifah mungkin tidak akan semarah ini jika hanya dia yang direndahkan, tapi kini orangtuanya juga ikut dihina, itu yang membuat Afifah marah.
"Fah, kamu salah paham, perasaanku padamu tidak sedangkal itu. Tunggu dulu, kita perlu bicara, aku ingin menjelaskan semuanya, aku sangat serius dengan perasaan ini, Fah!"
Elvano berusaha mencegah Afifah yang sudah bersiap pergi, tapi sayangnya Afifah tetap pergi meninggalkan restoran itu, tentu saja Elvano mengejarnya ke luar. Semuanya jadi kacau begini, padahal Elvano tadinya berniat mengajak Afifah untuk menikah dengannya.
"Fah, tunggu dulu!"
"Pak, saya mohon jangan begini, saya tidak mau nanti saya dan keluarga saya dituduh yang tidak-tidak. Saya yakin perasaan Anda pada saya itu hanya sesaat, karena kita sering menghabiskan waktu bersama, nanti juga Anda akan terbiasa lagi tanpa saya, dan perasaan itu akan menghilang dengan sendirinya."
"Fah, seburuk dan serendah itukah perasaanku di matamu? Aku tahu masa laluku memang begitu buruk, aku tahu aku sudah banyak menyakiti wanita. Tapi itu masa lalu, aku sudah bukan yang dulu lagi. Perasaanku ini bukan sesuatu yang akan hilang dengan mudah, bagaimana caranya aku bisa menunjukan keseriusanku padamu?" ujar Elvano sendu.
Wajahnya terlihat seperti orang yang putus asa, Elvano benar-benar tulus akan perasaannya. Bahkan ini pertama kalinya Elvano jatuh cinta dengan sangat dalam pada seorang gadis. Mungkin bisa dibilang Afifah adalah cinta pertamanya, karena selama ini meskipun suka bergonta-ganti pasangan, tapi Elvano tidak pernah melibatkan perasaan sama sekali.
"Fah, aku serius dengan perasaanku, tolong berikan aku kesempatan membuktikannya. Aku juga ingin menemui keluargamu, aku bermaksud ingin mengajakmu untuk menikah."
Perkataan Elvano membuat Afifah tercengang, bisa-bisanya Elvano mengatakan tentang pernikahan segampang itu. Sudah begitu wajah Elvano sangat serius, orang lain yang melihatnya bisa melihat kalau Elvano sangat serius dengan ucapannya.
"Bapak bilang apa tadi? Menikah? Saya tidak salah dengar kan. Orang yang beberapa saat lalu mengatakan tidak ingin menikah, dan ingin melajang tiba-tiba mengajak saya menikah?" ujar Afifah.
"Fah, setiap orang bisa berubah, termasuk aku. Kamu tahu kan kalau Allah maha membolak-balikan hati manusia. Dulu memang aku berpikiran sempit, tapi sekarang aku mau menikah denganmu, aku ingin menjalani ibadah terpanjang bersamamu."
"Maaf, Pak, saya tidak bisa. Anda tahu sendiri kita berasal dari status social yang berbeda, dunia kita benar-benar berbeda."
"Fah, kita kan udah sepakat buat gak pakai bahasa formal lagi. Aku udah minta kamu panggil nama, kemarin kamu sudah bisa, tapi kenapa sekarang kamu kembali menjaga jarak denganku? Sebegitu bencinya kamu sama aku?"ujar Elvano.
"Pak, saya mohon, saya ingin pulang."
Afifah langsung menaiki taksi dan meninggalkan Elvano yang terlihat putus asa. Bagaimana caranya Elvano bisa meyakinkan Afifah bahwa dirinya yang sekarang sudah berubah, sudah tidak sama seperti dirinya yang dulu. Bagaimana caranya Elvano bisa meyakinkan Afifah kalau ajakannya itu serius.
"Jalanku untuk mengejarmu memang tidak mudah, tapi aku akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaan darimu, Fah. Aku benar-benar serius dengan perasaanku, ini bukan perasaan sesaat yang gampang hilang. Aku akan membuktikan semuanya, Fah."
Elvano berguman sendiri, dia menguatkan tekadnya untuk terus maju memperjuangkan rasa cintanya untuk Afifah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Karma Bos Playboy
De TodoElvano Rafardhan Effendi, anak tunggal dari seorang konglomerat yang berdarah campuran Indonesia-Amerika. Pria itu tumbuh menjadi sosok playboy yang suka bergonta-ganti pasangan, bahkan dia beberapa kali tidur dengan perempuan berbeda. Wajah tampan...
