Masukan ke perpustakaan dan follow agar dapat notifikasi kalau cerita ini update. Jangan lupa vote dan komen biar author semangat update!
Dua minggu berlalu, hasil tes DNA yang diam-diam Elvano ambil dibeberapa rumah sakit telah ke luar. Hasilnya sesuai dugaan Afifah kalau bayi itu bukan anak Elvano. Sementara itu Elvano sudah berhasil mengumpulkan bukti kalau tes DNA yang sebelumnya dipalsukan. Secepatnya petugas itu dipecat dan diblack list dari pekerjaannya. Sedangkan Nadila dan Gibran yang melakukan sandiwara mengatakan kalau anak mereka adalah anak Elvano sudah terbongkar kedoknya dan tidak bisa mengelak lagi.
Berita ini kembali viral, itu untuk membersihkan nama baik Elvano. Bahkan nenek Elvano sendiri yang melaporkan hal ini kepada polisi. Nadila dan Gibran sejak kemarin memohon untuk dimaafkan dan agar tidak dijebloskan ke penjara, tapi keluarga Elvano sama sekali tidak mau mencabut tuntutannya.
"Apakah belum ada hasil dari penyelidikan tentang siapa dalang yang membayar Nadila dan Gibran?" tanya Elvano pada detective suruhannya.
"Belum ada, Tuan Muda, sepertinya orang itu bukan orang sembarangan. Penyelidikan selalu berakhir buntu, bahkan sampai akhir kedua orang itu tidak mau menyebutkan siapa yang membayar mereka."
"Hah, sepertinya dia orang yang sama dengan dalang dibalik penyerangan saya waktu dinas ke luar kota."
"Bisa jadi begitu, saya akan menyelidikinya lebih lanjut, Tuan Muda Elvano!" ujar detektif itu.
"Baik, terimakasih."
Elvano bisa bernapas lega sekarang, satu dari beban pikirannya sudah menghilang. Meskipun masih ada banyak beban lainnya yang masih dia pikul, tapi setidaknya sekarang jauh lebih ringan.
Elvano ke luar dari ruang kerjanya, dia menghampiri mamanya yang sedang duduk di ruang keluarga.
"El, lihat, kedua orang tidak tahu diri itu masih membela diri dan berlagak seperti korban, padahal mereka pelakunya." Maria menyodorkan ponselnya, saat ini dia sedang menonton video Nadila dan Gibran yang sedang diwawancara oleh media.
"Saya minta maaf kalau kami salah, tapi kami melakukan ini demi anak kami. Lagi pula pada dasarnya kami hanya berbohong tentang anak. Sedangkan kelakuan asli Elvano Rafardhan Efendi memang begitu, foto-foto itu asli, memang dia dulu suka dugem, mabok, nakal, bermain wanita, dan banyak lagi." Dengan tidak tahu dirinya Gibran masih saja menjelekan Elvano.
"Saya mohon kepada keluarga Efendi untuk berbelas kasih, saya masih punya anak yang masih kecil, kalau kedua orangtuanya dipenjara, bagaimana nasib anak kami?"
Nadila berakting menangis seolah terlihat menyedihkan, dia mencari simpati dengan membawa-bawa anaknya. Kelakuan kedua orang itu membuat Elvano muak bukan main.
"Mah, aku akan mengadakan jumpa pers dengan wartawan untuk klarifikasi." Elvano meminta doa dari ibunya karena katanya doa ibu didengar Allah SWT.
"Hati-hati, Nak, doa mama selalu menyertaimu. Semoga semua masalah ini cepat selesai."
"Aamiin, Mah, makasih doanya."
Setelah itu Elvano langsung menghubungi anak buahnya untuk mengatur pertemuan dengan para wartawan sore ini juga.
***
Saat ini Elvano sedang berada di tempat yang dijanjikan untuk wawancara dengan beberapa wartawan.
"Selamat sore semuanya, saya Elvano Rafardhan Efendi. Saya berada di sini untuk memberikan klarifikasi, bukan wawancara. Jadi saya tidak menerima pertanyaan apapun." Elvano membuka sesi klarifikasinya.
"Seperti berita yang beredar, saya mau mengklarifikasi kalau anak itu bukan anak saya. Bukti-bukti tes DNA dan pemalsuan yang dilakukan oleh para tersangka juga sudah ada. Sekarang masalah ini sedang dibawa ke jalur hukum." Elvano menjeda ucapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Karma Bos Playboy
RandomElvano Rafardhan Effendi, anak tunggal dari seorang konglomerat yang berdarah campuran Indonesia-Amerika. Pria itu tumbuh menjadi sosok playboy yang suka bergonta-ganti pasangan, bahkan dia beberapa kali tidur dengan perempuan berbeda. Wajah tampan...
