"Shit" Gumam Si Kembar yang masih mendapati banyak wartawan di depan gerbang sekolahnya.
Bahkan beberapa ada yang menunggu di depan pintu utama.
"Itu mereka" Salah satu dari wartawan mengenali si kembar sesaat setelah keduanya membuka helm mereka.
"Bagaimana tanggapan anda tentang perceraian kedua orang tua anda?"
"Belum ada yang pasti tentang hak asuh, bisakah anda memberi tahu kami dengan siapa kalian akan tinggal?"
"Putri Arezza, apa kalian berpikir ada orang ketiga di antara hubungan orang tua kalian?"
"Tolong jawab pertanyaan nya"
"Tolong berikan beberapa kata"
Kira kira begitulah pertanyaan para wartawan, tapi Si Kembar tidak memiliki niatan untuk mengatakan apapun ke publik. Baginya rahasia keluarga hanya untuk mereka, orang lain tidak perlu tahu. Haruskah mereka bersyukur karena ada beberapa bodyguard yang mereka yakini dikirim oleh Ayah nya. Hingga mereka bisa masuk ke Sekolah dengan aman.
"Nekat banget tu wartawan" Komentar Athena yang melihat beberapa wartawan mencoba masuk dan mendapat gambar mereka tapi di tahan oleh 4 Bodyguard berseragam hitam.
"Kalo gak nekat, mereka kehilangan highlight" Kata Athea. Hot news seperti ini tentu saja tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh wartawan.
"Woi, Twins!" Kael menyapa si Kembar.
"Tumben ke kelas kita? Oh gara gara hot news hari ini ya?" Tanya Thea to the point. Sejak ia dan saudaranya masuk ke area sekolah semua mata seakan tertuju pada mereka. Bahkan sesekali ada yang terang terangan berbisik mengenai nasib nya dan Athena.
"Perasaan gue sering dah mampir. Kalian nggak papa?" Tanya Kael mereka akan menuju Aula untuk apel pagi.
"Gitulah, El. Lo juga tau kalo ini keinginan kita." Athena membalas.
"Hal kayak gini, nggak ngaruh sama kita. Jadi lo nggak perlu khawatir. Kek bukan lo aja" Kata Athea di tambah senyum simpul nya.
"Gue nggak liat Bang Darren akhir akhir ini, lo tau kemana dia, El?" Athena mengalihkan pembicaraan setelah keheningan menyelimuti mereka bertiga.
"Lagi ujian masuk, dia kan pengen masuk ke Yayasan SMA Edense yang akreditasi nya A itu loh" Jelas Kael. Yayasan itu terkenal dengan murid nya yang tidak hanya pintar tapi juga banyak anak konglomerat yang masuk sana. Karena fasilitas yang sangat lengkap dibanding SMA lain.
"Pasti ke terima sih, Bang Darren kan pinter, pernah jadi Ketos pula." Bangga Athena.
"Kalo gue gimana?" Tanya Kael Antusias berharap prestasi nya juga dilihat si Kembar.
"Perlu diragukan" Kompak si Kembar di susul tawa mereka.
"Anjir, jahat lo pada." Kesal Kael.
"Kalo di rasio in menurut gue nih ya, 80% bisa sih jadi siswa di sana." Kata Athea sambil mengetuk jari nya di dagu.
"20% nya di kemanain?" Tanya El penasaran.
"Buat akhlak mu yang minus" Lanjut Athea kemudian ia berlari karena Kael mulai melepaskan sepatunya.
"Wehh, akhlak lu juga minus Thea" Teriak Kael benar benar kehilangan tampang Most Wanted Davichi.
"Saya comel, saya diam" Athena mengikuti hingga akhirnya sampai di Aula dengan Kael yang berdiri tanpa salah satu sepatu Nike nya.
"Untuk anak anak yang telah resmi naik ke kelas 9, saya harap kalian mulai fokus. Dan serius dalam melaksanakan berbagai ujian untuk jenjang berikutnya. Saya harap kalian mengerti tanggung jawab kalian, serta menghilangkan kebiasaan kebiasaan buruk di kelas 8--" Pidato Wakil Kepala Kesiswaan Davichi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Athe(n)a
Teen FictionSampai kapan pun, kuharap kita tetap sehat dan saling melindungi.
