Porsche Dan Isi Perutnya

5.5K 632 50
                                        

"Sayang, kapan gips mu akan dilepas?" Chan datang dengan setelan pakaian Big

Big sedikit terkejut dengan panggilan sayang dari Chan. Lalu kembali melatih memutar mutar pergelangan kakinya

"Dokter bilang bulan depan sudah bisa dilepas"

Big mencoba berdiri perlahan dibantu oleh Chan. Karena sudah sore dan sudah waktunya Big untuk mandi. Sebenarnya Big bisa melepas dan memasang kembali celana dan bawahannya, tapi untuk baju dia masih perlu bantuan

Setelah membantu Big melepaskan baju, Chan menuntun Big ke kamar mandi.

"Perlu ku bantu melepaskan celanamu?" tawar Chan

"Tidak, keluarlah"

Setelah Chan keluar dan menutup pintu dari luar, Big mendudukkan dirinya dengan lelah. Berjalan dari kasur menuju kamar mandi saja terasa melelahkan.
Dia mandi cukup dengan membilas badannya dengan air saja. Dia berencana setelah melepas gips nanti akan berendam dengan busa selama berjam jam sambil menggosok badan dengan spons.

Ketika air shower mengenai badannya, Big seger merentangkan tangannya agar tak terkena air.
Selesai dengan mandi singkatnya. Big pun kakinya dengan handuk. Untuk badan dan punggung biasanya akan di bantu oleh Chan.

"Phi Chan, bisa tolong bantu aku?" Big berjalan ke arah meja wastafel dengan membawa handuk nya

"Iya, sebentar sayang!" sahut Chan dari luar kamar mandi

Big sedikit heran dengannya belakangan ini. Chan sering memanggilnya dengan sebutan sayang. Memang mereka sedang ada dikamar, tapi biasanya Chan akan lebih sering memanggil nama atau nong. Apa dia mencoba menjadi pria romantis?

Chan masuk dengan membawa setelan baju yang tadi ia siapkan untuk Big.
Mengambil handuk diatas wastafel dan membantu mengeringkan tubuh Big.

Chan terdiam sebentar memandang Big yang telanjang bulat dengan air menetes dari rambutnya. Big ikut memandang Chan yang terdiam

"Ada apa?"

"Tidak ada. Ini. Pakai celana mu dulu" Menyerahkan celana dan dalaman nya pada Big

Ketika Big memakainya satu persatu mata Chan sama sekali tak berkedip melihat cara Big yang kesulitan memakai celana. Menungging dan bergoyang goyang.

Big yang sudah selesai memakai celana melihat Chan yang wajahnya berubah menjadi tegang pun bertambah bingung. Apa yang sebenarnya salah dengan kekasihnya ini?

"Kau kenapa phi?"

"Ah.. Itu. Tadi ada sedikit masalah pada jadwal patroli" jawab Chan kaget

Big hanya mengangguk kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas, tanda ingin memakai baju. Langsung saja Chan mengambil baju dan memakaikan nya pada Big

"Ada lagi yang perlu ku bantu?"

"Ya. Tolong bantu aku mencuci wajah dan gosok gigi" pinta Big. Jujur, setelah kejadian makan malam yang seperti anjing tadi, Big sadar dirinya tak berguna.

"Baiklah. Kemari sebentar"
Big mendekat dan langsung diangkat oleh Chan kemudian didudukan diatas wastafel.

Chan mengambil sikat gigi baru dan langsung mengoleskan pasta giginya. Big sudah bersiap membuka mulutnya. Selama menggosok gigi, big merasakan nafas berat dari Chan. Mungkin memang kesalahan jadwal tadi benar-benar membuatnya marah, lebih baik ia menurut menjadi anak baik.

Chan tidak sengaja mendorong sikat giginya terlalu dalam. Membuat Big hampir tersedak dan membuang busa di mulutnya. Beberapa busa mengalir keluar dari mulutnya dan menetes di tangan Chan. Membuat nafasnya semakin berat.

HIDE THIS	(CHANBIG) - SELESAI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang