.
.
Air mata Porsche perlahan jatuh, ini sudah hampir pukul 7 pagi dan dokter mengatakan baru pembukaan 5
Entah berapa lama lagi rasa sakit ini ia tahan. Kinn dibelakangnya tak henti menopang tubuhnya sambil memberikan elusan
"Sebentar lagi honey, sebentar lagi"
"AAARHHH BANGSAT! SAKIT!"
"AAARGGGHH RAMBUTKU!!" teriak Kinn bersahutan
Porsche sudah tidak peduli lagi dengan apapun yang ia jadikan pegangan, bahkan rambut Kinn pun jadi sasaran empuk untuk dijambak
Dan ketika kontraksi berhenti, berhenti juga jambakan nya pada Kinn. Dokter yang menyaksikan itu menawarkan beberapa metode
"Bagaimana jika tuan pergi berjalan jalan sebentar untuk mempercepat proses pembukaan"
"MATAMU BUTA HAH?! KAU TIDAK LIHAT DIA KESAKITAN!?KAU-AAAAAARGHH!"
Porsche kembali menjambak rambut Kinn ketika kontraksi kembali datang. Sang dokter merasa sebaiknya dia harus segera pergi dari sana untuk menghindari dua pasangan ini. Bisa saja nanti tuan Kinn menyuruhnya berganti posisi untuk dijambak
.
.
Selama beberapa tahun bekerja, Ia hanya berteman dan ingat nama dari beberapa bodyguard saja, lalu setelah menikah ia tidak pernah mau berkenalan dengan para tetangga, Ia pikir orang-orang kaya tidak punya waktu untuk sekedar berkunjung atau menyapa tetangga baru. Dan sekarang salah satu mimpi buruknya menjadi nyata. Ditinggalkan sendirian tanpa makanan, sebenarnya bahan makanan ada hanya saja Big tidak bisa memasak
"Hiks tega sekali ayahmu itu meninggalkan papa tanpa sarapan hiks, dia pikir makanan matang sendiri?!" keluhnya pada sang anak
"Siapa sebenarnya yang dia nikahi? Porsche atau aku? Kenapa dia peduli sekali?"
Akhirnya mau tidak mau Big harus keluar dari zona nyaman nya untuk merampok makanan di mansion Teerapanyakul. Tapi tidak mungkin dia kesana hanya dengan baju oversize dan celana dalam saja kan? Inilah hal yang menyebalkan baginya, dia harus memakai celana tapi tidak bisa bungkuk atau jongkok sementara kakinya jauh dibawah sana.
Sebenarnya Chan sudah membelikan baju yang pas untuk Big gunakan jika dirinya tidak ada untuk membantu memakaikan celana, dress. Tapi tentu saja Big yang berharga diri tinggi memandang dress itu bagai ketidakmampuan. Akhirnya dress itu tetap tersimpan dalam tas belanja
Setelah cukup lama bertarung dengan sebuah celana, Big akhirnya bisa memakainya sendiri meski beberapa kali hampir jatuh telungkup.
"Codet diam disini oke, aku akan cari makan" ucap Big sambil menaruh dry food pada tempat makan si kucing lalu menutup tempat penyimpanan nya
TOK! TOK!
"Astaga ini masih pagi! Aku belum sarapan dan sudah ada yang bertamu sepagi ini! F*ck!" padahal jam dinding menunjukkan hampir jam sebelas siang
TOK! TOK!
"SEBENTAAAAR!!"
'Kenapa orang-orang tidak bisa sabar?! Aku ini berjalan bukan terbang!' batinnya
Tapi belum juga sampai ke depan pintu, pintu itu sudah dibuka langsung dari luar. Dan manusia ini adalah Tay dengan kedua pipi yang bengkak sambil membawa bungkusan makanan. Big sebenarnya ingin mengamuk sekarat karena pertama, suaminya itu tidak mengatakan apapun tentang Tay yang menemaninya hingga dia harus susah payah memasang celana sendiri padahal itu sulit. Kedua, kenapa Tay tidak langsung masuk saja dari awal jika dia sendiri yang membuka pintu?!. Tapi sepertinya sekarang Big tidak bisa mengomentari apapun karena raut wajah tay tidak seperti biasanya
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDE THIS (CHANBIG) - SELESAI
FantasiaChan dan Big yang harus mengakui hubungan mereka yang selama ini dirahasiakan Mpreg area saudara saudara ku sekalian
