Ayah Big duduk dikursi menghadap kebun. Malam ini hujan lebat yang membuat anak bungsunya dan sang kekasih terpaksa harus menginap.
Jika dipikirkan lagi olehnya, ini adalah pertama kalinya ada orang yang menginap disini, Ia dan sang istri sama-sama diasingkan oleh keluarga besar karena kesalahan mereka dimasa lalu
Bahkan ini adalah pertama kalinya juga ada orang yang datang melamar anaknya. Suatu hal yang paling menyakitkan baginya jika melihat anak yang selalu ia didik dengan keras hingga menjadi orang yang berguna, diambil begitu saja darinya atas dasar cinta yang suatu saat mungkin akan pudar jika menemukan yang lebih baik.
Mungkin memang saatnya untuk melepaskan si bungsu untuk memilih hidupnya sendiri. Kalaupun ia larang, sudah pasti Big akan melawan. Dan mungkin lebih baik jika mereka menikah dengan tenang daripada menikah karena kesalahan sepertinya.
Kesalahan yang sekarang sudah pergi meninggalkan dunia. Entah kenapa bebannya terasa lebih ringan saat itu terjadi. Mungkin karena memang kesalahan itu tidak berguna baginya
.
.
"Tidur nyenyak phi?"
"Tidak. Semua lukisan kakakmu menatapku"
"Kukira kau tidur di rumah keluarga"
Mereka duduk sejajar dibelakang rumah, merasakan sinar matahari pagi yang segar setelah hujan.
"Apa ayah setuju?"
"Tidak tau, dia terus menanyakan kelebihan dan kemampuanku"
"Kita harus cepat. Kita belum memeriksa kehamilanku, aku tidak ingin dia membesar sebelum kita menikah"
"Bagaimana jika setelah ini kita periksa dulu sebelum kembali?"
"Baiklah, kita juga harus tau usianya"
.
.
Ibu Big melihat kedua pasangan kekasih itu sedang diam menikmati pagi, sudah lama ia tidak melihat pemandangan ini. Biasanya saat hari libur Big akan pulang saat hari sudah terik, berjalan-jalan disekitar rumah, dan dan kembali berangkat bekerja pagi buta.
Ia seperti melihat anak sulung dan bungsunya bersama sekarang. Jika saja anak sulungnya masih hidup, maka ia akan melihat momen seperti ini lebih banyak.
"Big, ayo masuk sarapan, ajak juga pacarmu itu"
"Iya ibu"
"Baik nyonya"
"Jangan panggil nyonya, panggil ibu seperti Big"
"Baik ibu"
.
.
Nacha yang sedang diam melihat lokasi yang strategis untuk membangun cabang restoran baru di ruang keluarga dengan sang ayah dan Liliy yang menonton berita pagi.
"Kasus orang hilang semakin banyak setiap minggu, kebanyakan dari mereka adalah anak jalanan dan orang yang pulang bekerja larut malam, dan beberapa lansia. Sampai saat ini total korban berjumlah enam orang" ayah Big menonton nya dalam diam.
"Hati hatilah nanti saat pulang. Langsung masuk ke rumah dan jangan pergi sendirian saat malam, Nacha" ayah Big memperingati Nacha karena memang anaknya yang satu itu senang sekali jalan jalan ke pasar malam atau ke tempat yang banyak makanan sampai hampir dini hari.
"Iya ayah, aku juga sedang sibuk dengan lokasi restoran cabang"
Ibu Big datang setelah mengajak Chan dan Big masuk, memberi tau jika sarapan sudah siap.
Meja yang dulu kursinya kosong satu kini menjadi full sebab Chan yang bergabung.
Denting sendok menjadi satu-satunya sumber suara.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDE THIS (CHANBIG) - SELESAI
FantasyChan dan Big yang harus mengakui hubungan mereka yang selama ini dirahasiakan Mpreg area saudara saudara ku sekalian
