.
.
Big berbaring terlentang dilorong kamar, menghalangi orang yang lewat. Sampai akhirnya Mint datang menyeret kakinya hingga ke dapur
Mint menyumpal mulut Big dengan potongan timun dan menyerahkan sejumlah uang.
"Belikan aku pembalut, sisanya kau ambil"
Big bangun dan mengambil semua timun yang sudah dipotong, hatinya sudah mulai bosan didalam rumah, juga tidak ada Porsche dengan mainannya.
Ucapan ayahnya waktu itu cukup mengganggu kepalanya, ayah seorang pendendam. Bahkan sampai semua orang yang terlibat meninggal, dendamnya masih ada
Ia tidak tau lagi harus bicara apa, Perth bukan kakaknya, tapi setidaknya ia masih sayang Perth. Dan mungkin jika Chan yang menjelaskan tentang anak mereka, ayahnya akan sedikit tenang
Kakak kakaknya memang belum tau tentang kehamilannya, yang mereka tau adalah adik bungsunya membengkak dan jadi tidak kurus lagi
"Hei cepat beli!"
Big memutar matanya malas, sudah menyuruh, pakai paksaan pula. Tidak tau jika Big sedang mengumpulkan energinya yang terseret kesini
"Cerewet"
Big akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari rumah, dengan bantuan beberapa potongan timun, Ia merasa segar untuk keluar disiang hari yang panas ini
.
.
"Ibu dimana Big?" Chan datang sore hari, artinya ia berangkat pagi dan tidak bekerja
"Tidak lihat, coba cari di belakang nak"
Chan menurutinya, berjalan ke bagian belakang rumah, berharap menemukan suaminya disitu.
Tapi yang ia temukan malah kumpulan kakak iparnya. Entahlah, siapa yang harus dipanggil kakak disini
"Ada Big disini?"
"Tidak, tadi ku suruh beli barang"
"Jauh?"
"Dekat kok"
Canggung diantara mereka kembali. Sulit untuk memanggil nama satu sama lain, posisi Chan saat ini adalah adik ipar, tapi usianya jauh diatas mereka
.
.
"Aunty, ini satu"
"Sebentar, ini belum iklan"
Big duduk menunggu drama yang ditonton bibi penjaga toko berganti menjadi iklan. Tapi setelah dipikir pikir ini drama yang sama dengan drama yang ia tonton bersama tuan Thankhun
Tapi karena bosan menunggu dan juga ia sudah menebak alur cerita selanjutnya
'pasti kedua tokoh utama ada di perpustakaan mengambil buku yang sama atau ada buku yang jauh lalu diambil oleh mereka berdua dengan background bung bunga'
"Aunty, nanti mereka itu akan -"
"Shuuutt! Diam!"
Menghela nafas lalu kembali menunggu. Padahal hanya satu pack pembalut, tapi membayarnya perlu waktu lebih dari dua puluh menit
Akhirnya iklan muncul memutuskan adegan berikutnya, bibi penjaga toko kembali fokus pada dagangannya
"Ha? Beli apa?"
Big menyodorkan barang pesanan kakaknya itu langsung dengan uangnya, tidak ada kembalian, uangnya pas
"Mana suamimu?"
"Di tempat kerja"
Menerima plastik isi pesanan kakaknya
"Kenapa kau pulang? Harusnya bulan madu dulu baru pulang"
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDE THIS (CHANBIG) - SELESAI
FantasyChan dan Big yang harus mengakui hubungan mereka yang selama ini dirahasiakan Mpreg area saudara saudara ku sekalian
