.
.
Big sedang mencari posisi nyaman untuknya tidur karena sekarang bayinya sangat aktif di malam hari dan tentu saja dengan campur tangan sang suami. Ditambah lagi dengan dirinya yang ingin buang air kecil lima menit sekali. Sungguh malam yang suram
"Tuan Kinn bilang Porsche sudah rawat inap sampai hari kelahiran tiba" Chan berhenti mengganggu bayi mereka dan bergerak untuk memijit kaki Big yang membengkak
"Kurang menarik, ada berita lain?" ucap Big menarik selimut untuk bersiap tidur
"Dan aku akan patroli disana"
Wajah Big semakin muram, tanda bahwa itu bukanlah berita baik yang ia harapkan
"Ingin ikut kesana? Mungkin untuk menemani Porsche?"
"Jika aku dan Porsche disatukan disana aku yakin aku akan melahirkan lebih dulu" Chan hanya tersenyum saja, mungkin Big dan Porsche bukan tipe orang yang cocok untuk berteman
Chan ikut merebahkan dirinya disebelah Big. Mengambil posisi yang pas agar Big merasa nyaman. Menyingkirkan beberapa helai yang ada diwajah suaminya lalu mencium pelipis nya pelan
"Good night papa, good night son"
"Good night ayah love you" balas Big
"Mhmm"
"Brengsek" Chan kembali menolehkan wajahnya. Apa itu? Apa Big marah ia tidak membalas ucapan cintanya?
"Aku ingin pipis lagi" ahh ternyata itu
Chan turun lagi untuk membantu Big berdiri. Hamil bayi besar itu benar-benar melelahkan. Big sampai harus minta bantuan untuk sekedar duduk dari dan bangun, tapi tolong garis bawahi jika itu terjadi hanya saat ada Chan dirumah
Sampai ketika Big selesai dengan urusannya dan datang dengan setengah telanjang karena celananya tersangkut dipergelangan kaki
"Tolong.."
Karena Big sudah tidak bisa jongkok atau menunduk jadi terpaksa ia harus menyeret celananya untuk dipasangkan kembali. Sebenarnya tadi ia mendapat tendangan keras dari perutnya sampai sampai celana yang ia pegang jatuh
Chan berusaha menahan tawa sambil membantu mengangkat celana Big kembali ke posisinya, tapi sepertinya itu menyinggung Big sampai sampai dia menutup beberapa bagian pahanya
"Kenapa?"
"Jangan dilihat, aku tau ini memang jelek"
Chan hanya tersenyum lalu mencium tangan Big yang menutupi strech marknya.
"Jelek atau tidak aku tetap menyukaimu"
"Ya ya terserah, sekarang cepat bantu aku pakai celana! Pantat ku kedinginan"
Tapi lagi-lagi Chan tersenyum jahil. Ia menangkup dua pipi bokong itu dengan erat sesekali meremasnya
"Masih dingin?"
Big ingin rasanya kembali ke masa lalu dan bertanya kenapa ia bisa menyukai pria mesum ini
.
.
Chan membuka mata dengan badan yang kaku. Seluruh tubuhnya tertanam dipasir
"Apa kau mencintaiku?"
Chan bingung, apa yang sebenarnya terjadi? Ini dimana dan kenapa Big telanjang kurus?
"Big tolong bantu aku keluar dari sini"
"Aku tanya sekali lagi. Apa phi mencintaiku? Atau hanya karena dia?"
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDE THIS (CHANBIG) - SELESAI
FantasiChan dan Big yang harus mengakui hubungan mereka yang selama ini dirahasiakan Mpreg area saudara saudara ku sekalian
