Sebelum Badai Datang

4.5K 539 130
                                        

Tenang saudara saudariku sekalian. Big kita masih tetap bernafas disini

Komen kalian mood banget. Jadi ga tega aku tinggal nangis








Big terbangun dalam pelukan Chan. Hari ini asrama sudah pasti akan sepi sekali. Semua orang pulang untuk menemui keluarga mereka masing-masing untuk merayakan tahun baru Buddha.

Hanya ada dia dan Chan. Dan mungkin beberapa pengawal yang tidak merayakan.

Keluarga. Topik sensitif bagi mereka berdua. Yang satu tidak punya lagi keluarga, dan yang satu tidak merasa punya keluarga lagi

Mereka hanya punya diri sendiri dan satu sama lain. Hanya mereka. Ia melirik jam tangan yang dipakai Chan, sepertinya kekasihnya itu baru saja sampai. Karena masih berpakaian formal dan belum melepas jam tangan

Pukul delapan. Masih terlalu pagi untuk memulai hari saat tidak bertugas.

Jika membicarakan tentang keluarga, Big sendiri tidak tau apakah ia dan Chan bisa terus bersama seperti ini.

Atau mungkin nanti ia dan Chan akan berpisah. Untuk selamanya menuju alam lain

"Kau tidak liburan Big?" tanya Porsche ketika sedang berkeliaran tanpa pengawasan

"Tidak. Kemarin aku sudah pulang"

"Baguslah. Akhirnya aku punya teman hari ini. Kau tau Kinn tak pernah melepaskan ku sekarang? Dia terlalu over"

"Itu tanda cinta Porsche, setiap orang punya caranya masing-masing"

"Oh ya? Lalu bagaimana dengan caramu?"

"Aku tidak tau. Aku tidak tau caraku sendiri"

"Benar juga. Memangnya kau punya pacar?"

'Ya! Iya! Aku punya! Aku juga masih punya hati dan cinta asal kau tau!' ingin rasanya Big berteriak seperti itu didepan wajah Porsche.

Big menarik nafas panjang mencoba menenangkan dirinya. Emosinya belakangan ini sering meledak, ditambah dengan paginya yang diawali bersama Porsche sekarang sukses membuat suasana hatinya suram.

"Tidak, aku tidak punya"

"Cepatlah cari pacar, jika dilihat dari wajahmu tidak terlalu buruk. Hanya saja kurangi sombong mu sedikit"

Big menahan kesal nya dengan meremas bajunya. Well dia sudah menghabiskan seperempat gajinya hanya untuk produk perawatan!

"Porsche, kenapa kau senang sekali ku suapi?"

"Entahlah, aku merasa makanannya terlihat lebih enak jika kau yang suapi"











Chan bangun dengan kelaparan. Hanya mencuci wajah dan langsung berjalan menuju kantin asrama. Selesai makan ia baru sadar bahwa Big tidak ada dikamar.

Segera ia mencari Big yang pasti sudah berkeliaran entah dimana.

Dan akhirnya ia menemukan Big sedang berdiri memandang kota dipinggir rooftop. Dia ikut berdiri dan diam disebelah Big.

"Sudah makan?"

"Sudah"

"Minum obat?"

"Sudah"

Dan keduanya kembali diam. Big merasa tangannya sudah mulai memerah dan terasa terbakar sinar matahari

"Hari ini lumayan panas ya"

"Ya. Pemanasan global dari tahun ke tahun semakin tinggi"

"Phi tidak kepanasan?"

"Tidak. Dulu aku selalu bekerja di bawah sinar matahari seperti ini"

HIDE THIS	(CHANBIG) - SELESAI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang