Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jambul khatulistiwa yang sekokoh gedung DPR
Belakangan ini Big mulai merasa ada yang aneh dengan kekasihnya. Pada saat tengah malam ia akan bergerak gelisah, lalu menghilang. Datang ketika hampir dini hari dan memberi beberapa ciuman diwajah Big.
Big tidak masalah dengan ciuman nya, hanya saja ia khawatir dengan pola tidur Chan yang mulai berantakan. Pekerjaannya saat matahari terbit hingga terbenam sudah cukup sibuk, ditambah dengan waktu tidur yang sedikit membuat Big takut jika Chan juga ikut sakit.
Tapi sekarang, pikirannya hanya dipenuhi dengan kata-kata kasar untuk Porsche. Ia dipanggil ke taman belakang untuk mengurus ibu hamil menyebalkan itu. Dan berterima kasih lah kepada Kim dan juga Tay karena sekarang keadaan kakinya menjadi lebih buruk. Dengan terpaksa Big datang dengan kursi roda, tentunya dibantu oleh seorang pelayan.
"Biiig!!! Suapi aku!!!" Suara nyaring Porsche menyambut datangnya Big yang berwajah masam
Taman belakang mansion sekarang ramai dengan Teerapanyakun bersaudara, Porsche serta beberapa bodyguard lama yang satu angkatan dengannya.
Dengan terpaksa, Big kembali menyuapi Porsche si ibu hamil cerewet ini.
"Lain kali jika Porsche ingin sesuatu turuti saja lah Kinn. Daripada dia kembali mengamuk dan mengadu padaku, suara drama yang ku tonton saja kalah keras dengan suaranya" adu Thankhun
"Itu bisa saja dituruti. Dia hampir jadi vegetarian asal kau tau. Selain daging ayam dan domba itu tidak akan ia makan. Menolak makan dan minum semua olahan susu kecuali susu coklat" Kinn ikut mengadu
"Apa kau keberatan hah!?" tanya Porsche sengit
"Tentu saja tidak, apapun itu selama tidak membahayakan baby kita akan ku turuti sayang" jelas Kinn sambil mengelus perut Porsche yang sudah agak mengeras dibagian bawah
Big iri. Sangat sangat iri dengan Porsche. Ia mendapat semua perhatian Kinn. Sejak awal ia selalu diutamakan oleh Kinn. Padahal Big lebih lama mengabdikan dirinya untuk Kinn. Tapi sama sekali belum pernah mendapatkan perhatian seperti yang Porsche dapatkan.
Karena Kinn adalah cinta pertama Big. Tentu sekarang ia hanya mencintai Chan. Tapi tetap saja cinta pertama masih akan berbekas apalagi jika sering bertemu.
Ken melihat wajah Big yang penuh dendam saat menyuapi Porsche. Sudah rahasia umum untuk semua bodyguard bahwa Big dan Porsche tidak pernah akur jika bertemu. Big lah yang paling terlihat kentara membenci Porsche, Porsche sih terlihat biasa saja dengan itu.
Setelah selesai makan, Porsche langsung digendong oleh Kinn ala bridal menuju kamar mereka. Karena Kinn sudah hafal jika setelah makan Porsche akan mengantuk berat.
Dan Big masih setia menatap Porsche dengan mata tajam nya. Ken dengan inisiatif mengantar kembali Big ke kamarnya karena memang Big masih dalam waktu cuti pemulihan.