Ayah Dan Kenyataan

2.9K 462 23
                                        

.
.

Malam ini Big pulang ke rumah orang tuanya, Chan sebenarnya ingin menemaninya tapi Big melarang karena waktu tempuh bolak-balik akan berakhir pada dini hari, dan Chan pasti tidak dapat tidur

Big memutuskan untuk pulang bersama Nacha karena mereka masih satu kota disini, menyimpan beberapa baju ganti diransel karena ia akan menginap beberapa hari

"Ibu bilang ayah kejang malam itu. Tapi ayah hanya bertahan beberapa hari di rumah sakit, Ia mau rawat jalan di rumah" jelas Nacha

"Apa semua pulang?"

"Kurasa iya"

Perjalanan panjang dan keheningan melanda, saling sibuk dengan pikiran masing-masing

"Kau semakin sehat ya" ucap Nacha menahan senyum

"Aku tau, aku tau aku gendut, diamlah"

Nacha memang tidak menyadari perut Big mulai membulat karena usianya sudah empat bulan, yang ia lihat hanya pipi yang bulat dengan kaki kaki besar

Big sudah memutuskan untuk mengatakan tentang kehamilannya pada keluarganya

Ia tidak yakin itu keputusan yang tepat, tapi ia harus lakukan sebelum terlambat, atau sebelum ayahnya pergi, mungkin

.

.

"Big? Mana suamimu?"

"Ibu, ini hari kerja, besok malam ia akan kesini dan menginap semalam lalu kami pulang"

"Kenapa cepat sekali? Tinggallah sedikit lebih lama"

"Dia sibuk bu"

Big masuk ke kamar orang tuanya, melihat tubuh sang ayah berisi berbagai macam alat medis, serangan jantung yang hampir merenggut nyawanya membuatnya tidak bisa beraktivitas normal, ayahnya tidak ingin meninggal dirumah sakit, Ia ingin meninggal dirumah dengan seluruh anggota keluarganya

"Ayah"

Big mengambil tangan ayahnya yang lemas menuju perutnya

"Ayah punya cucu"

Ayahnya sedikit tersenyum menggerakkan tangannya diatas perut Big, menyapa cucu pertamanya itu

"Be-besar... Sekali"

"Empat bulan, aku baru tau setelah kami menikah" ia masih ingin menyimpan kebohongan itu, apapun yang terjadi, buatlah ini seperti ketidak sengajaan

Big merasakan cengkeraman diperutnya, ayahnya marah, detak jantungnya meningkat di monitor

"Ayah, jangan sakiti anakku!" Big langsung berdiri dan menjauh, sudah ia duga ayahnya tidak akan suka dengan berita ini, tapi lebih cepat lebih baik daripada terlambat

"Maaf, aku benar-benar tidak tau itu sudah ada"

"Keluar"

"Ayah.."

"Keluar!" nada nya lemah namun penuh tekanan

Big keluar dari kamar itu, Ia sudah menyiapkan segala kemungkinan, dan yang terjadi, dan memang sesuai bayangannya. Ayah tidak suka dengan cucunya

Masuk ke kamarnya dan berjalan dengan malas ke ranjang lalu merebahkan tubuhnya yang lelah karena seharian dalam mobil

Pintu kamarnya diketuk, lalu sang ibu masuk ke dalam dan tersenyum padanya. Berjalan pelan membawakan beberapa potong buah untuknya.

"Jangan khawatir, ibu tidak akan marah sayang"

Pasti ibunya menguping pembicaraan mereka

"Tapi ayah marah"

HIDE THIS	(CHANBIG) - SELESAI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang