1 hari 2 jiwa

3.3K 321 68
                                        

"Kita ke rumah sakit! Sekarang!" seru Chan sambil bergegas mengambil perlengkapan yang sudah disiapkan untuk persalinan

Big tidak tau harus bagaimana, dia juga terlalu takut untuk bergerak tapi seketika dia merasa segala sesuatu yang merembes dari bawah tubuhnya berhenti. Dia juga tidak merasa sakit sedikitpun

"Phi Chan, pendarahannya berhenti, ini juga tidak sakit kita ke rumah sakit besok saja"

"BESOK SAJA?! Besok saja kau bilang?! Lihat dibawahmu itu!" tunjuk Chan pada lantai basah yang bercampur dengan darah

Walaupun Big sudah mengatakan bahwa dia baik-baik saja, Chan masih tetap pada pendiriannya sedangkan Big masih sempat untuk melakukan beberapa hal selagi menunggu suaminya menyiapkan alat-alat kebutuhan persalinan

Mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit, Chan yang mengemudi dengan kecepatan tinggi berharap agar segera sampai sebelum mimpi mimpi buruknya belakangan menjadi nyata.

Waktu dinihari membuat parkiran rumah sakit renggang memudahkan Chan untuk parkir disembarang tempat. Bahkan karena saking paniknya dia lupa jika ia hanya memakai celana panjang selama perjalanan, bahkan Big yang akan memberitahukannya pun disuruh untuk diam

"Ambilkan bankar! Kursi roda! Atau apapun itu! Suamiku akan segera melahirkan!" teriak Chan membangunkan petugas UGD yang sedang shift malam

Big yang masih didalam mobil berinisiatif untuk berjalan sendiri ke dalam UGD namun baru beberapa langkah dari mobil Chan sudah datang dan menggendongnya masuk ke dalam kembali

"Tetap tenang dan jangan panik! Mereka akan segera datang" ucap Chan

Para perawat datang dengan kursi roda yang diminta dan langsung membawa Big masuk

Didalam dokter sudah menyiapkan ranjang bersalin dengan beberapa alat. Tapi ketika pasiennya masuk, ia heran sebab Big terlihat santai menarik nafas dalam secara perlahan sambil mengelus perutnya

"Adik yang akan melahirkan?" tanya dokter itu

"Ya, dan tolong jangan memanggilku adik"

"Sudah merasakan kontraksi?" Big menggelengkan kepalanya

"Tapi dia pendarahan! Dan juga airnya pecah!" sahut Chan

"Maksudmu Kantung tetuban?"

"Ya, apapun namanya itu"

Dokter tersenyum lalu melepaskan masker yang menutupi wajahnya, mengarahkan pasangan itu ke ruang pemeriksaan. Big naik ke atas ranjang dengan bantuan suaminya, ia kembali melakukan USG untuk melihat posisi bayi saat ini

"Kepala bayi sudah dibawah, tinggal menunggu pembukaan jalur lahir lengkap sampai bisa mengejan"

"Berapa lama waktu yang dibutuhkan?"

"Jika dalam kasus seperti ini paling lambat 24 jam dibantu dengan induksi, jika tetap tidak ada kemajuan terpaksa mengambil jalur operasi"

Beberapa petuah sudah diberikan selama menunggu pembukaan lengkap dan juga penghitungan waktu kontraksi akhir

Namun sekarang karena air ketuban sudah pecah dahulu maka dokter melakukan induksi
.

.

Pukul 3 pagi Big terbangun dengan perut yang terasa kencang seperti keram, beberapa kali ia mengambil nafas dalam sambil mengelus bagian yang terasa sakit sampai kemudian reda, Chan terbangun karena mendengar Big yang sedikit merintih dan ikut mengelus perutnya

"Apakah ini sakit sekali?"

"Jika dibandingkan dengan tertembak ini lebih ringan"

Chan kembali membaringkan Big ke dalam posisi nyaman menghadapnya sambil menempelkan kepalanya ke perut Big

HIDE THIS	(CHANBIG) - SELESAI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang