.
.
Ada jejak kaki basah dilorong ruang tamu menuju dapur, Big tidak biasanya membiarkan sesuatu seperti ini. Di dapur ada mangkok kaca besar yang berisi air yang juga berserakan, langsung saja Chan melihat ke atas untuk memastikan tidak ada kebocoran. Membuka pintu ruang tv, hanya tumpukan baju yang belum dilipat, Big senang melipat baju sambil melihat kartun
Tapi semua sunyi, tidak ada nyanyian random yang terdengar, tidak ada suara kucing cerewet, Chan masih mengira Big mungkin tertidur karena hujan deras diluar
Chan memutuskan untuk menaruh som tam ke lemari es untuk Big nikmati nanti.
MEOONG
suara suara cakaran pada pintu belakang diikuti dengan suara kucing mengeong minta pertolongan. Sebenarnya Chan malas untuk membukakan pintu, karena bayangkan saja setiap hari kau memberinya makanan dan membersihkan kotorannya tapi kucing itu tetap tidak mau berdamai denganmu. Entah sudah berapa cakaran yang Chan terima dari kucing liar itu
Tapi bagaimanapun kucing itu sudah bagian dari keluarga mereka. Dan lihatlah ini, Codet menggigil dengan tubuh basah kuyup dan langsung berlari masuk ke dalam rumah
Tapi perhatiannya teralihkan dengan seseorang berpayung hitam ditengah derasnya hujan dengan pakaian putih dipinggir kolam, dan dia tidak pakai celana ngomong ngomong. Tenang, itu bukan hantu, itu Big yang entah sedang apa
"Bebe! Ayo masuk!" Tapi Big hanya melirik sebentar, lalu kembali melihat kolam ikan
Chan hanya menghela nafas pelan dan berjalan membelah hujan mendekati Big. Bergabung dalam lindungan payung sambil menopang perut bawah suaminya yang terlihat sangat bulat
"Kenapa disini?" ucap Chan sambil menaruh dagunya di pundak Big. Tapi Big masih tak bersuara malah menyingkirkan tangan Chan dari perut menuju bokongnya
"Pantatku kedinginan"
.
.
"Mana Big? Kenapa dia tidak pernah datang? Apa dia sudah tidak sayang lagi padaku? Kinn...... Mana Big?" Sudah sejak pagi Porsche terus menerus menanyakan tentang Big. Dan bukannya kejam, Kinn hanya ingin Porsche membiarkan ibu hamil itu istirahat
"Big dirumah, lihat itu hujannya lebat sekali. Big pasti memilih diam dirumah yang hangat" ucap Kinn sambil mengelus dahi Porsche yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit
"Kira-kira baby mirip dengan siapa ya?"
"Mau itu kau atau aku tidak masalah, hanya saja jangan mirip dengan Vegas"
Mungkin mereka lupa jika ada sulung Teerapanyakul yang duduk disofa sambil mengunyah permen karet tepat di sebelah mereka, yang sekarang sedang menyaksikan adiknya melakukan ciuman ciuman kecil di dahi hingga leher kekasihnya
Dan Vegas yang jauh disana merasakan telinganya berdengung tanpa sebab
"Kenapa?" tanya Pete
"Telingaku eror"
"Phi Cheee!!" Chay datang dengan sekantong roti dan diikuti oleh Macau dibelakangnya sebagai tukang antar
"Macau?"
"Khab phi Kinn"
"Kalian teman sekolah?"
Macau hanya mengangguk cuek, melepaskan jaketnya dan ia taruh di sandaran sofa
"Mana kakakmu itu? Mana Pete?" tanya Thankhun
"Mereka masih ada urusan, bulan madu yang ke sekian"
Macau menyandarkan bahunya ke sandaran sofa, menopang kepalanya dengan kedua tangan hingga tatto yang ada dibawah lengannya terlihat
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDE THIS (CHANBIG) - SELESAI
FantasíaChan dan Big yang harus mengakui hubungan mereka yang selama ini dirahasiakan Mpreg area saudara saudara ku sekalian
