.
.
Chan meraba raba kasur disampingnya. Kosong dan dingin
Ia membuka matanya, masih jam lima lebih empat puluh menit. Menengok kesamping, Big memang tak disana.
Ia mengira Big mengalami gejala mual itu lagi, berjalan ke kamar mandi. Big juga tidak ada disana
Ia akhirnya menemukan Big sedang merenung didepan lemari pendingin makanan. Membiarkan hawa dingin menerpa tubuhnya.
Chan berjalan mendekati Big lalu menutup tempat penyimpanan itu.
"Kau lapar? Kenapa berdiri disini?"
"Bukan aku. Tapi anakmu"
"Iya. Iya anakku"
Chan memikirkan mereka akan sarapan apa sekarang, karena mereka berdua bukan ahli dalam dapur, Ia memikirkan menu yang mudah saja.
"Mau sandwich atau roti panggang?"
"Roti"
Chan menuntun Big untuk duduk di meja makan, sementara ia akan menyiapkan rotinya
Membuka lemari pendingin dan mencari dimana letak roti. Tapi tidak ada disana, akhirnya ia mencarinya di lemari atas tempat menyimpan makanan instan. Hanya ada mie dan pasta. Tidak cocok untuk sarapan
"Sayang, kau tau dimana tempat roti?"
"Tadi ada disana"
"Lalu sekarang?"
"Aku lapar dan mencoba membuat panggang sendiri, itu tidak terlihat enak"
Big menunjuk kompor yang tungku nya berisi selembar roti dengan selai. Ketika Chan mendekat ia mencium aroma hangus, mengambilnya dan membalikkan rotinya, benar-benar hitam.
"Ini apa?"
"Roti panggang" sahut Big polos
Chan menghela nafas, sebodoh bodohnya ia dalam dapur, Ia tau jika roti panggang dibuat dengan alat khusus. Dan mereka punya alatnya
"Kemana sisanya?"
"Disana"
Big menunjuk ruang tv yang mejanya sudah diisi oleh bungkus roti dan bagian bagian roti yang berwarna coklat
"Aku tidak berhasil membuat roti panggang. Jadi roti selai biasa saja"
Chan ingin rasanya mengusap wajahnya dengan roti hangus itu. Big sudah sarapan tapi masih lapar, sementara ia hanya bisa membuat sandwich atau roti panggang saja.
"Kita makan salad saja sekarang"
"Eww. Rasanya terlalu sehat, makan ayam goreng saja"
"Makan salad atau kucing goreng?" Chan mengancam Big untuk setuju
"Iya iya, makan salad. Ancamanmu tidak asik"
.
.
Big kembali ke klinik hewan itu untuk melihat apakah operasi yang dilakukan berjalan dengan lancar.
Ternyata kucing itu sudah selesai selesai dan masih dalam pengaruh bius pasca operasi. Ia melihat lihat hewan apa saja yang ada di klinik itu.
Ada ular, landak mati? Dan tokek tokek?
'Kenapa orang-orang memelihara hewan yang tidak lucu? Aneh'
Ia dihadang oleh seekor anjing berjenis chihuahua, matanya melotot dengan gigi berantakan.
"Hai doggy! Kau datang untuk pasang kawat gigi?"
Anjing itu malah malah mengendus kakinya. Takk lama anjing itu mengangkat sebelah kaki belakangnya.
Dan Big merasakan siraman hangat dikakinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDE THIS (CHANBIG) - SELESAI
FantasyChan dan Big yang harus mengakui hubungan mereka yang selama ini dirahasiakan Mpreg area saudara saudara ku sekalian
