Hai Papa

3.8K 460 94
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

Sudah sejak lusa Chan menyiapkan perayaannya kecil untuk ulang tahun suaminya yang ke 29

Satu-satunya hal dan satu-satunya masalah adalah pada kue. Saat terakhir check up untuk tau jenis kelamin anak mereka, dokter menyarankan mengonsumsi sesuatu yang rendah gula, karena dipastikan jika bayinya sudah 3 kilogram diusia kehamilan 26 minggu

Ditambah juga mengurangi garam karena tekanan darah Big  terus naik dari minggu terakhir. Dan karena itulah Chan memutuskan untuk membeli kue saja untuk menjaga kadar asupan yang masuk

Bangun pagi meregangkan persendian yang mulai berbunyi untuk memulai hari, mencuci wajah dan gosok gigi cukup untuk sekarang. Turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan sehat agar ia panjang umur untuk melihat anaknya tumbuh besar. Hanya bubur biasa dengan sedikit garam sesuai anjuran dokter

Tapi sampai ia selesai menata sarapan Big masih belum turun dari kamar. Chan tidak terlalu memikirkannya, Big kurang tidur karena tidak ada posisi nyaman dan bayi yang terus menendang

Ketika Chan naik ke atas untuk membuka tirai kamar, Ia melihat Big menggulung dirinya dengan selimut mirip seperti sushi

Chan sebenarnya tidak tega membangunkannya, tapi ini sudah agak lewat waktu sarapan biasanya. Mulai mendekati Big dan membisikkan ucapan selamat pagi dan juga menu sarapan

"Dingin Phi"

Chan menyentuh dahi Big. Benar, suaminya demam. Pantas saja

"Bagaimana ini? Aku harus bekerja sebentar lagi, tapi tidak ada yang menjagamu"

"Pergilah, aku cuma kedinginan"

"Aku tidak setega itu sayang"

Chan turun ke bawah untuk mengambil sarapan untuk Big, setidaknya jika memang ia harus meninggalkan Big pergi bekerja, Big harus sudah makan

"Ayo buka mulut"

"Tidak. Mual"

"Sedikit saja"

Big hanya memakan empat sendok lalu mengancam akan muntah. Sebenarnya Big ingin disuapi lewat ekhem mulut ekhem jadi sedikit tarik ulur dengan buburnya

"Aku masih mau tapi tidak mau"

"Maksudmu bagaimana"

"Tidak tau"

Big membuka mulutnya lebar tapi ketika akan disuapi ia kembali menutupnya, dan terus seperti itu

"Ayo makan"

"Mau cium"

"Tidak, jika demam mu menular lalu kita berdua sakit bagaimana?"

Big murung karena bibirnya yang indah ditolak dengan alasan yang menyebalkan

"Nanti jika sudah sembuh cium saja sesukamu. Aku akan berangkat sekarang dan menyuruh seseorang menemanimu disini"

.

HIDE THIS	(CHANBIG) - SELESAI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang