Pillow Talk

5.1K 547 18
                                        

Big pov

"Nong Big. Kemari sebentar" seseorang diseberang kamar memanggilnya.
Big menghampirinya dengan kaki tertatih

"Kenapa Phi?"

"Mint bilang kau baru saja jatuh dari sepeda. Liat kakimu itu sudah rata dengan bekas luka masih saja kau tambah" omelnya sambil mengisyaratkan Big untuk duduk

"Maaf.. Tadi aku hanya ingin bersepeda keliling tiba-tiba ada anjing galak yang mengejar, yaudah aku ngebut saja"

Seorang gadis remaja datang menaruh kotak obat dengan kasar. Menatap Big dengan tajam dan mulai mengomel.

"Lihatlah anak nakal ini! Kau tau kan jika ada diantara kita yang terluka Phi Perth yang dimarahi! Kau itu punya otak tidak sih!? Berapa kali Phi Perth kena masalah dari ayah karenamu!?"

"Hiks. Maaf Mint" ucapnya dengan wajah hampir menangis

"Minta maaf pada Phi Perth bukan padaku. Dan panggil aku phi juga kau dasar bandel!"

"Huaaah....aaaaaa...hiks... Phi Perth aku minta maaf! Huhuhu" pecah sudah tangis Big hari ini

"Sudahlah Mint. Kau membuatnya menangis lagi. Shuut shuut tenanglah Big, Phi tidak marah" Perth mencoba menenangkan Big kecil yang histeris

"Tapi ayah marah" sahut Big

Perth menghela nafas lelah. Ia harus menanggung hukuman lagi hari ini

"Apa apaan ini Perth?! Kau sangat tidak becus menjaga adikmu! Cukup diluar saja kau tidak berguna! Setidaknya bergunalah disini!" bentak sang ayah

"M-maaf ayah"

"Ayah. Ayah jangan pukul Phi Perth lagi!! Aku yang nakal ayah! Jangan hukum Phi Perth!" Big kecil mencoba melindungi kakaknya dengan memeluk kaki ayahnya

"Diam Big! Kembali ke kamar atau ayah akan pukul Phi Perth sekarang juga!"

"Jangannn! Ayan jangan pukul! Jangan ayah!"

"Diam! Liliy! Bawa Big ke kamarnya!"

Gadis yang dipanggil segera berjalan mendekati Big yang memberontak. Menggendong nya erat dan berjalan menuju kamar Big.

Membuat Big yang sudah histeris berteriak dan menangis semakin keras hingga hidung dan matanya memerah.

"Big, diamlah atau ayah akan semakin marah" ucapnya lembut

"Liliy... Phi Perth... Hiks"

"Aku tau. Aku tau, hati hatilah lain kali"

"Hiks.. Ayah jangaaaan. Hiks ayaaaah"

End Big pov







"Ayah jangan ayah!" ucap Big gelisah

"Ayah! "

"Ayaaah! "

"Nong, hei bangunlah! Big! Sayang bangun" Chan mengguncang tubuh kekasihnya pelan, mencoba membangunkan nya tanpa terkejut.

Big membuka matanya dengan keringat dingin mengalir deras di dahinya. Mendudukkan dirinya dan berusaha bernafas dengan tenang.

Sungguh, mimpi tadi membuatnya sesak dan pusing. Benar-benar terasa seperti kembali ke masa lalu

"Baik sekarang duduk tenang, atur nafas perlahan. Apa kau baru saja memimpikan ayahmu?"

Big masih bungkam dan keringat dingin terus bercucuran. Chan merasa jika Big belum sepenuhnya tenang pun mengambil gelas air dari meja nakas. Memberikannya pada Big dan langsung ditelan habis olehnya.

HIDE THIS	(CHANBIG) - SELESAI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang