.
.
Chan dan Big sedang perang dingin pagi ini. Big sangat menyukai snack keripik pedas dan memakannya hampir setiap hari, tentu saja Chan melarangnya sesekali, apalagi Big terus mengeluh tentang berat badannya yang terus naik.
Kemarin malam Big kembali memakan snack itu, hingga hampir habis namun Big ingin mengambil minuman di lemari pendingin, Chan yang akan membuang sampah melihat banyak bungkus cemilan Big yang berserakan, Ia langsung memasukkannya ke keranjang sampah tanpa melihat isinya
Big datang dengan minuman dingin dan sebuah mangkuk terdiam ketika sampai di meja tv, semuanya bersih, dan semua snack nya hilang. Bukannya mencari, Big malah curiga ini salah satu teror boneka busuk itu lagi, padahal ia sudah menyimpan jimat aneh dari Porsche dibawah bantal tidurnya
Segera mengambilnya ke kamar dan kembali lagi ke meja makan dengan jimat yang ia pegang di depan seperti memegang pistol. Mode siaga on
Chan yang baru selesai membuang sampah terkejut dengan Big yang menodongkan jimat aneh itu ke arahnya.
"Phi, boneka itu kembali!"
"Bagaimana kau tau?"
"Semua snack diatas meja hilang!" ucapnya sambil menunjuk meja kosong
"Oh.. Tadi sudah kubuang"
Emosi Big langsung meningkat. Ia sengaja menyisakan seluruh snacknya hanya untuk ia campurkan bersama dalam mangkuk, tapi sekarang? Suaminya yang terlalu baik ini malah membuangnya
Big langsung melempar jimat aneh itu ke arah Chan dengan sepenuh hati, Chan yang kaget refleks menangkapnya sebelum mengenai wajahnya
"Masih ada isinya! Kenapa dibuang!?" Big menarik narik kerah baju Chan
"Kau sepertinya sudah kecanduan, tidak ada camilan lagi, hanya buah yang akan menggantinya"
"Tidak! Aku mau keripik!" teriaknya sengit. Chan mulai habis kesabaran, hanya karena keripik saja Big berani teriak padanya
"Cukup. Tidak ada snack apapun mulai sekarang! Disini sudah ada banyak, belum lagi bersama tuan Porsche! Kau selalu bilang badanmu semakin gendut tapi tidak berhenti makan cemilan! Mau mu apa?!"
Big terdiam, secara tidak langsung Chan mengakui jika dirinya memang gemuk, tapi ini adalah pertama kalinya Chan membentaknya setelah menikah
Air matanya berkumpul dan menggenang dengan sendirinya, berlomba lomba jatuh dengan cepat, Chan yang tersadar jika ia sudah menyakiti hati Big langsung gelagapan
"Big, maksudku-"
"Iya! Aku memang gendut! Sangat gendut sampai kau tidak tahan melihatku makan banyak! Kalau kau memang keberatan, besok tidak usah membuatkanku sarapan!"
Big langsung berlari ke kamar sambil terus menangis, Chan mengejarnya dari belakang. Namun terlambat, Big sudah mengunci kamar dari dalam
"Big, sayang! Aku minta maaf! Aku tidak bermaksud mengatakan itu"
Chan terus menerus mengetuk pintu kamarnya, berharap Big mau membukanya. Walaupun sudah ia ketuk dan katakan maaf, Big masih mengunci kamarnya
"Big, aku benar-benar minta maaf, buka pintunya sayang"
Tapi malam itu, Big memang tidak mau membuka pintunya untuk Chan, mengunci diri dari suaminya
.
.
Big bangun dengan mata yang hampir tidak bisa terbuka, matanya terlihat seperti habis dipukuli hanya saja tidak berubah menjadi gelap
Ketukan pintu yang terus menerus membuatnya terbangun, Ia ingat akan penyebab matanya bengkak, membasuh wajah lalu mandi kilat, namun rasa sedihnya malah bertambah ketika semua setelan kemejanya tidak bisa di kancing.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDE THIS (CHANBIG) - SELESAI
FantezieChan dan Big yang harus mengakui hubungan mereka yang selama ini dirahasiakan Mpreg area saudara saudara ku sekalian
