Ayah Kuat

3.6K 465 78
                                        

.

.

Chan tidak pernah tenang setelah bayinya mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan, Ia terus saja menyentuh permukaan perut itu dengan telunjuknya lalu akan direspon benjolan kecil

Dari pagi hingga tengah malam ia menyibukkan diri dengan mencari bagian bagian mana yang biasanya ditendang oleh anaknya

Bahkan siaran tv tengah malam yang biasanya ia tertidur di sofa menjadi tidak mengantuk sama sekali. Membuat Big harus memakai kemeja yang hanya dikancing sampai dada, membiarkan perutnya bebas menyapa sang ayah

Namun saat bayinya tidak merespon lagi Chan menjadi panik. Mencolek dan mengusap seluruh permukaan perut Big untuk mengetahui posisi anaknya, tetap tidak ada respon, Chan semakin panik

"Sudah, dia mungkin mengantuk phi"

"Tapi tadi dia bergerak"

Chan berlari keluar dari ruang tv lalu naik ke atas, meninggalkan Big yang akhirnya bisa menonton dengan tenang

Chan turun lagi dengan membawa barang-barang dari kamar mereka. Berlutut didepan perut Big yang sedang berbaring menyamping di sofa panjang

Menaruh barang barang yang ia bawa dimeja dan mulai melakukan penelitian

Barang pertama, Popu. Saat menempelkannya, hanya ada sedikit gerakan halus lalu tidak lagi merespon

"Popu, kemarikan" Chan menyerahkan pinguin itu untuk Big dekap di dadanya

Barang kedua, Codet. Chan mendapatkan bonus beberapa bekas cakaran ketika membawanya, mereka belum akur jika tidak ada Big diantara mereka. Saat menempelkan telapak kaki kucing itu tidak ada gerakan apapun, tapi Codet terlihat menyukai perut Big. Mendengkur sambil menggesekan kepalanya

Chan terus saja menempelkan barang barang ke permukaan perut Big tanpa peduli dengan sang pemilik perut yang sebal karena acara menontonnya terganggu

"Sudahh! Baby masih lima bulan! Dia belum banyak bergerak phi!"

Chan akhirnya berhenti melakukan 'penelitian' nya, meminta maaf pada sang anak dengan mencium perut Big pelan

"Maafkan ayah"

"Ekhem" Big juga perlu permintaan maaf sebagai pemilik perut yang diganggu

Cup

"Maaf" Chan juga mencium pipi Big yang sekarang sudah bulat

"Akan ku maafkan, dengan syarat, phi peluk aku dari belakang" sambil menepuk area belakangnya yang masih ada sedikit kosong

"Tidak bisa, tidak ada ruang lagi, nanti kau jatuh"

"Dan phi akan membiarkan aku jatuh?"

"Tidak akan" Chan akhirnya berbaring dibelakang Big sambil memeluknya dari belakang. Posisi yang nyaman antara sofa dan suaminya, hanya saja sebelah tangannya terjepit dibawah perut Big. Tidak masalah paling nanti hanya kebas

Big kira gangguan nya sudah selesai, ternyata Chan memindahkan targetnya ke arah dada. Mulai dari remasan pelan lalu menekan nekan putingnya, kembali lagi meremas sampai Big kehilangan kesabaran

"Sudah! Aku mau nonton dengan tenang!" sambil memindahkan tangan Chan dari dadanya

"Maaf, tapi ini lembut sekali" menurut Chan, semakin tua usia kehamilan Big, semakin lembut seluruh tubuhnya. Dari tangan hingga kaki yang bengkak sampai harus melepaskan cincin pernikahan karena tidak muat, pipi yang bulat, sampai dada yang membesar seperti bokong kesayangannya hanya saja ada tambahan puting ditengah

HIDE THIS	(CHANBIG) - SELESAI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang