Jam telah menunjukkan pukul 11.55, saat ini Alen tengah bersiap di depan gudang dengan perasaan gelisah.
Hingga ia memberanikan diri untuk masuk dengan perlahan kedalam gudang, dan terlihatlah Axell yang sedang duduk di atas balok kayu dengan menatap tajam Alen yang baru masuk.
Alen berjalan mendekat ke hadapan Axell dengan perlahan, mencoba menenangkan jantung nya.
"Dua hari yang lalu, Magh Lala kembali kambuh karena hukuman bodohmu itu, benar?!" Tanya Axell tiba-tiba dengan dingin saat Alen berada dihadapannya.
"Aku hanya ingin Lala bertanggung jawab sebab telah merusak catatan ku." Jawabnya dengan jelas.
Bugh... Bugh... Bugh...
Axell langsung menghajar nya dengan brutal hingga merobek ujung bibir Alen dan mengeluarkan darah.
"Dengan tidak memberinya makan?!, Apa kau tidak berpikir Alen?!, bagaimana bisa kau pergi tanpa memikirkan adikmu belum makan atau tidak hah?! Sedangkan kau sendiri tau jika Lala mempunyai Riwayat Magh!!," Bentak Axell murka dengan menarik kerah Alen kasar.
"Maaf Bang, Alen benar-benar lupa waktu itu." Ucapnya menunduk, ia benar-benar menyesal waktu itu lebih mementingkan catatannya daripada Adiknya yang belum makan karena hukuman yang diberikan nya.
Bugh...Bugh...Bugh...Bugh...Bugh...
Axell kembali menghajarnya hingga Alen tersungkur ke lantai, badannya terasa remuk saat ini, banyak lebam dan darah di wajahnya serta perutnya yang nyeri karena pukulan tak main-main yang Axell berikan.
"Buka bajumu dan berlutut!!," Perintah Axell dingin.
Alen hanya menurut, ia bersusah payah untuk bangun dan mulai membuka baju atasnya hingga telanjang dada.
Sedangkan Axell telah siap dengan cambuk yang ditangannya.
"Siap dengan hukuman mu?!" Tanyanya dengan tersenyum smirk.
"Iya Bang," jawab Alen dengan tegas, ia tidak boleh terlihat lemah didepan Abangnya.
Ctass... Ctass... Ctass... Ctass... Ctass...
Axell mencambuknya sebanyak 20 kali. Alen hanya meringis tertahan dengan mata yang tertutup menahan perih di punggungnya.
Hingga cambukan itu selesai, badannya langsung Ambruk ke Lantai.
Axell langsung memanggil pengawal pribadinya.
"Bawa dia ke kamarnya!!," Perintah nya seraya menatap Alen yang sedang meringis dengan datar.Pengawal itu segera membawa Alen menuju kamarnya dan membaringkan Alen perlahan di kasurnya.
Setelah selesai menjalankan perintah Tuan mudanya, pengawal itu menunduk hormat pada Axell yang berada di belakangnya.
"Ambilkan akukompresan dan kotak obat!," perintah Axell kembali terhadap pengawalnya.
" Baik Tuan muda," Jawabnya, lalu segera bergegas mengambil benda yang disuruh oleh Axell.
Setelah beberapa menit Pengawal itu telah kembali dengan kotak obat, yang berisi obat merah, perban, salep, serta juga obat-obatan lainnya; serta Bi Sarmi yang membawa baskom berisi air hangat serta handuk kecil.
Mereka meletakkan di atas nakas, Lalu segera keluar dari kamar Alen.
Axell mulai mengompres lebam Alen yang berada di wajahnya. Alen hanya meringis kecil.
"Shh..." Ringisnya seraya menjauhkan wajahnya dari tangan Axell yang mengompresnya.
Axell hanya menatap nya datar seraya menekan lebam Alen, hingga membuat sang empu mengadu kesakitan.
"Awwsh.. Sakit Bang!, Kalo gak niat ngompres mending gak usah!," Ucapnya dengan menatap Axell kesal.
Axell hanya memutar bola matanya malas dengan tetap mengompres lebam Alen.
"Berbalik!" Ucapnya lagi seraya mengambil salep anti radang.
Alen hanya diam menatap Axell kesal.
"Berbalik Alen!!," Ucap Axell sedikit membentak, mau tak mau Alen membalikkan tubuhnya dengan malas dan sedikit meringis saat bergerak.
Axell mulai mengoleskan salep pada punggung Alen yang terdapat bekas luka akibat cambukan nya.
Setelah selesai, Axell langsung bangkit tak lupa menatap Alen datar yang kembali telentang dengan meringis.
"Awas saja jika magh Lala kembali kambuh, siap-siap kau akan terbaring di rumah sakit dalam keadaan mengenaskan," ucapnya dengan tersenyum smirk sebelum meninggalkan Alen yang menatapnya tak percaya dengan apa yang di ucapkan Abangnya itu.
"dasar Abang laknat," gumamnya pelan sebelum menutup matanya dan mulai tertidur.
☘️☘️☘️
_ O _ _ _ _ _ _

KAMU SEDANG MEMBACA
Auristela Allisya S.
Action"Lala, Lo apain buku gue!!!" Teriak Alen marah seraya melihat buku catatannya yang hancur tak berbentuk. Lala hanya mengernyit. "Itu karena Abang gak ngizinin Lala buat sekolah di luar." Jawab Lala santai, "Jadi yang rusakin buku gue itu beneran Lo...