~Part 1~

4.1K 164 0
                                    

"Lala, Lo apain buku gue!!" Teriak Alen Marah seraya melihat buku catatannya yang telah hancur tak berbentuk.

Lala hanya mengernyit.

"Itu karena Abang gak ngizinin Lala buat sekolah di luar." Jawab Lala santai.

"Jadi yang rusakin buku gue itu beneran Lo?" Tanya Alen tak percaya.

Lala hanya mengangguk tanpa dosa.

"Lo ikut gue sekarang, gue bakal kurung Lo dikandang anjing!!" marah Alen dengan sangat geram.

"Apa?! Nggak, Lala gak mau." Ucapnya mendengus.

Alen menyeretnya dengan kasar, namun tiba-tiba Lala menggigit lengannya dan,

"LALAAAAA!!!" Teriak Alen saat melihat Lala lari dari hadapannya.
Lala berlari sekencang mungkin dengan tawa yang keras.

"Lala berhenti, atau Gue gak bakal kasih ampun Lo lagi!! LALAA!!!," Teriaknya dengan sangat kesal.

Lala hanya cekikikan seraya tetap berlari. Ia bersembunyi dibalik pohon mangga yang ada dirumahnya.
Setelah dirasa aman ia mulai keluar dari persembunyiannya menuju kamarnya.

Namun tiba-tiba Alen berada dibelakangnya dan mencekal tangan nya dengan kuat.

Lalu dengan geram Alen menyeretnya ke depan kandang anjing miliknya.

Anjing itu terlihat besar dan kelaparan.

"Eh.. B bang. Anjing nya kok serem ya bang." Bisiknya pada Alen.

"emang anjing ini Gak gue kasi makan dari kemarin." Ucap Alen dengan senyum menyeramkan seraya mulai membuka pagar besi itu dan hendak memasukkan Lala ke kandang itu.

"Apa?!, Nggak bang, Lala gak mau." Ucap Lala dengan tangan mencengkeram kuat pada besi disebelahnya saat Alen menyeretnya masuk.

Tubuhnya mulai gemetar.

"Ayo!!," bentak Alen.
"Nggak bang," ucapnya menggeleng kuat dengan air matanya yang tiba-tiba mengalir.

Namun Alen tak menghiraukannya, ia semakin menarik lengan Lala.

"Nggaaaak, hiks, Abaaang ngga bang hiks hiks." Teriak Lala dengan tangisan menjerit.

" Lo Gak bakal kapok sebelum digigit sama anjing itu," ucap Alen seraya menatap Lala tajam.

"Nggak bang, Lala kapok hiks, Lala GK bakal nakal lagi bang, hiks janji," Ucapnya memohon pada abangnya.

"Apa janjimu bisa dipegang?" Tanya Alen memastikan.

"Iya bang." Ucapnya seraya menghapus air matanya, Dan Alen kembali mengunci kandang anjing itu dan membawa Lala kedalam rumah.

" Sekarang tanggung jawab, tulis catatan gue dari awal!!" Perintah Alen membentak.

" Tapi bang, ini kan banyak..." Keluhnya.

" Gue gk mau tau, itu salah Lo, pokonya kalo besok belum selesai, gue bakal kurung Lo dikandang anjing." Ancamnya lalu meninggalkan Lala sendiri.

Lala hanya cemberut, mau Tak mau ia harus menulis buku catatan abangnya yang ia rusak kemarin.

Jam sudah menunjukkan jam 11 malam, tetapi catatan nya masih ada 10 lembar lagi yang belum ia tulis.
Ia mulai menguap, namun ia harus tetap menyelesaikannya jika tidak maka ia akan dikurung dikandang anjing.

Hingga kurang satu lembar lagi, Lala sudah tertidur di meja belajarnya itu dengan tangan yang masih memegang pulpen.

Setelah pagi, abangnya tiba-tiba membangunkannya.

"Mana catatan gue?" Tanya nya. Lala terkejut, catatannya belum selesai masih tinggal satu lembar lagi.

" Belum selesai bang, masih tinggal satu lembar lagi. Lala selesaikan sekarang ya bang. Abang sarapan dulu aja." Bujuknya dengan air mata yang menggenang dan mulai kembali menulis.

"Lo gimana sih, terus kalo gue telat gimana?. Lo itu terus aja cari masalah. Gue gk mau tau, gue bakal kurung Lo sekarang." Ucapnya seraya hendak menyeret Lala.

" Sebentar B-bang hiks, sebentar lagi selesai. Jangan kurung Lala disana hiks Lala takuut." Ucapnya sesenggukan dengan tangan yang tetap menulis.

" Itu urusan Lo, kan Lo yang mulai" Ucap Alen.

Lala hanya diam dan sebisa mungkin mempercepat tulisannya setelah lima menit catatan nya selesai.

Lala menarik napas lega.

" Gue mau berangkat, awas aja Lo nakal lagi." Ancam Alen.

Lala hanya diam dan menunduk.

"Huft.."

☘️☘️☘️

_ _ N _

Auristela Allisya S.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang