Setelah selesai mandi dan bersih-bersih, Arley segera bergegas untuk menuju Rumah Sakit.
Namun, ia tidak melihat keberadaan Lala saat dirinya masuk kedalam Ruang Rawat Lala, dan ia sudah bisa menebak jika Lala telah dibawa Harold ke Mansion nya di London.
"Berani sekali Harold membawa Lala tanpa seizin ku!," Geram Arley, dan tanpa berpikir panjang lagi Arley langsung saja pergi menuju Bandara untuk berangkat menuju London.
_________
Sedangkan di London Harold dan Lala sedang berjalan di taman mansion.
Lala berontak meminta diturunkan dari gendongan Harold, Yang kemudian dituruti oleh Harold.
"Papa ayo kita main kejar-kejaran. Papa yang ngejar." Ujar Lala dengan semangat hendak berlari, namun lengannya segera ditahan oleh Harold.
"Tidak, kau bisa Lelah jika berlari!," Larang Harold dengan tegas.
Lala yang mendengarnya hanya bergumam kesal dengan menghentakkan kakinya, Ia hendak berguling di Rumput tebal itu, namun Harold kembali melarangnya.
"Jangan berguling disini!, kau tidak tau berapa banyak kuman yang menempel pada Rumput ini." Ujarnya lalu kembali mengangkat Lala ke gendongan nya.
"Iiishh... Papa ngeselin hiks hiks..." Tangis Lala Yang sudah kesal dengan memukul dada bidang Harold.
"Papa tidak ingin kau sakit Nantinya. Kita jalan-jalan lagi ya." Bujuk Harold menenangkan seraya kembali melanjutkan jalannya untuk berkeliling taman yang berada di mansion.
Hingga berakhir dirinya yang berada di kursi Kayu yang berhadapan dengan kolam ikan yang cukup besar dengan beberapa bunga teratai di atasnya.
Lala yang sedari tadi diam, kembali membuka suaranya ketika ia teringat sesuatu.
"Sebenarnya apa hubungan Papa sama Daddy. Kenapa Papa selalu marah-marah kalo ketemu Daddy?" Tanya Lala penasaran dengan tepat memeluk Harold menikmati angin yang berhembus.
"Arley adalah sahabat Papa dulu, bahkan sampai sekarang sekarang Papa masih menganggapnya sahabat." Ucapnya terkekeh dengan tangan mengelus Rambut Lala lembut.
Lala melepaskan pelukannya pada Harold lalu menatap Harold dengan tatapan bingung, yang terlihat sangat menggemaskan bagi Harold.
"Lala gak percaya." Ucap Lala menatap Harold Sinis.
"Papa beneran Baby, kalo gak percaya tanya saja nanti pada Arley." Ucap Harold terkekeh lalu kembali membawa Lala masuk ke dalam Mansion.
Setelah sampai di dalam Harold izin kepada Lala untuk mandi dan bersih-bersih sebentar, karena badannya sudah terasa sangat lengket dan gerah.
Lala hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah Harold pergi, Lala sibuk berjalan-jalan sendiri di dalam Mansion, dengan berlari kecil.
Namun saat melewati lemari besar yang berisi patung-patung kecil dan juga vas bunga kecil yang juga cantik cantik, Lala merasa tertarik dan ingin mengambil nya.
Tetapi tubuhnya tidak sampai, terpaksa ia harus memanjat pada celah celah lemari itu, hingga saat tangannya hampir sampai.
Pyar...
Vas bunga itu pecah karena terjatuh, dirinya yang terkejut reflek melepaskan pegangannya.
Lala menutup matanya pasrah, hingga beberapa detik kemudian, ia tidak merasakan sakit.
Ia membuka matanya perlahan ternyata dirinya telah berada dalam gendongan Luke yang menatapnya dengan tajam.
Lala hanya nyengir kuda kearah Luke.
"Apa yang kau lakukan!, Kau bisa terluka jika terjatuh!." Omel Luke dengan membawa Lala di gendongan nya menuju Ruang keluarga."Jangan marah, nanti Kakak jelek." Bujuk Lala mencolek Dagu tegas Luke.
Luke yang ingin mengomel malah terkekeh saat Lala mencolek colek dagunya.
"Kakak tidak marah, Kakak hanya tidak ingin kau terluka Lala." Ucap Luke tulus seraya mengecup kening Lala lembut.
"Iya Kak. Bagaimana kalo sekarang main petak umpet! Kakak yang jaga!" Ucap Lala seraya turun dari pangkuan Luke dan mengusulkan untuk bermain petak umpet dengan semangat dengan mata yang berbinar menatap Luke.
Luke hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Ayo kakak, main petak umpet hiks..." Mohonnya pada Luke dengan duduk di atas kakinya.
"Baiklah" Ucap Luke pasrah seraya mulai menutupi wajahnya dan berhitung.
Lala langsung tersenyum dan segera pergi untuk mencari tempat persembunyian, yang berakhir ia memutuskan untuk bersembunyi di belakang lemari besar yang tadi.
Tubuhnya kecil sehingga bisa masuk kedalam sana.
Setelah dirasa Lala sudah sembunyi, Luke kembali membuka matanya dan mulai mencari Lala.
Ia mencari Lala di seluruh Ruang keluarga, lalu menuju dapur, Ruang tamu, dan semua tempat di mansion, Namun ia tidak menemukannya, Ia mulai panik dan menyuruh sebagian Bodyguard untuk membantu nya, namun tetap tidak ditemukan.
Ia juga sudah mencoba memanggil Lala, jika ia sudah menghentikan permainan nya, namun juga tidak ada jawaban, Harold yang baru selesai mandi pun ikut Panik mendengar Lala yang menghilang, dan malah menyalahkan Luke yang tidak becus menjaga Lala.
Seisi Mansion pun Panik mencari keberadaan Lala, sedangkan yang dicari saat ini tengah tertidur pulas di belakang lemari.
☘️☘️☘️
_ _ R _ _ _

KAMU SEDANG MEMBACA
Auristela Allisya S.
Action"Lala, Lo apain buku gue!!!" Teriak Alen marah seraya melihat buku catatannya yang hancur tak berbentuk. Lala hanya mengernyit. "Itu karena Abang gak ngizinin Lala buat sekolah di luar." Jawab Lala santai, "Jadi yang rusakin buku gue itu beneran Lo...