Bab 04.

662 55 3
                                        

Langit meredup karena gumpalan awan gelap yang memenuhi langit. Hembusan angin semakin kencang di ikuti debu dan dedaunan kering yang beterbangan. Hawa yang tadinya panas menjadi sedikit sejuk karena panas matahari yang terhalang awan gelap.

Di perjalanan pulang, Viera berjalan santai memasuki gang sempit. Kakinya terus melangkah tanpa jeda sedari tadi. Memang jarak dari rumah ke sekolahnya sedikit jauh. Dan tentu hal itu membuatnya lelah. Tak ada niatan untuknya beristirahat dengan berhenti sebentar. Kedua orang tuanya di rumah pasti sudah menunggunya pulang dan membutuhkan bantuannya.

Pandangan matanya mengedar melihat dinding-dinding di kedua sisi gang ini. Gang ini memang sempit namun masih bisa di lewati satu mobil. Jarang sekali mobil melewati gang ini, bisa dibilang hampir tak pernah. Hanya pengendara sepeda dan pejalan kaki saja yang sering melewati gang ini. Para pengendara mobil melewati jalan lain yang tentu lebih luas.

Baru saja ia berjalan memasuki gang beberapa meter, perasaan aneh mulai menghampirinya. Ia menoleh kebelakang sekilas, lalu kembali menatap kedepan. Tak terlalu sepi, ada beberapa orang yang melewati gang ini di belakang dan di depan sana. Tetapi entah mengapa ia merasa aneh. Ia merasa seperti tengah diawasi. Namun sekali lagi ia tak tahu siapa orang yang tengah mengawasinya. Tak mungkin dua orang di belakang yang sedang bercanda sambil tertawa keras dan tiga anak perempuan di depan sana yang tengah bersepeda.

Karena tak ingin membuatnya pusing, ia memutuskan untuk mengabaikannya. Untuk mengabaikannya, ia mulai membayangkan saat dirinya sudah sampai di rumah nanti. Ia tak sabar bertemu ibunya dan memasak makanan bersama nanti. Dan ayahnya akan melontarkan beberapa kalimat-kalimat lelucon pada ibunya. Sangat menyenangkan membayangkan itu semua.

Apa yang ia pikirkan itu merupakan kebiasaan dirinya untuk menghibur diri. Sama halnya dengan membuat hal-hal yang tak ia sukai menjadi sesuatu yang disenangi, ia juga membuat angan-angan yang menyenangkan untuk mengalihkan kenyataan buruk di kehidupannya. Kedua sudut bibirnya sedikit terangkat membayangkan itu semua. Ia kembali bersenandung kecil sambil mempercepat langkah kakinya.

Kedua kelopak mata Viera reflek terpejam ketika merasakan tetesan air mengenai hidungnya. Sedikit menengadah ia melihat langit yang sudah sepenuhnya di kerumuni gumpalan awan abu-abu di sana. Tadinya ia mengira hanya mendung saja. Namun ternyata juga hujan. Beruntung hanya rintik-rintik saja. Dan itu membuatnya tak perlu berlari tergesa-gesa karena takut basah kuyup.

"Permisi adek, kami baru saja membuka kafe di ujung sana. Ajak teman-temanmu nanti yah?." Ucap seorang pria dengan memakai celemek hitam memberinya selembar kertas.

"Di kafe ini kami menyediakan berbagai jenis kopi yang tentu saja dengan kualitas tinggi. Tak hanya itu, di kafe ini juga ada beberapa jenis kue yang enak. Dengan pemandangan dan suasana yang tenang kami juga melayani para pelanggan dengan kompeten." Jelasnya panjang lebar mempromosikan tempat itu.

"Wah terlihat menarik sekali, kapan-kapan aku akan datang." Jawab Viera sambil menatap binar kertas brosur di tangannya.

Viera tersenyum tipis melihat gambar suasana di dalam kafe dan deretan menu di kertas itu. Kafe yang baru saja buka itu menjual banyak sekali jenis kopi dan kue. Melihat bagaimana bentukan dalam kafe itu, mungkin akan menyenangkan dengan suasana di sana untuk menikmati kopi dan kue muffin coklat. Apalagi dengan cuaca yang saat ini mendung dan sedikit dingin.

"Kelihatan enak sekali." Gumamnya sambil tersenyum melihat gambar kue muffin coklat di bagian menu.

Sambil terus melangkahkan kakinya ia membalik kertas brosur itu untuk melihat menu-menu lain. Sedikit ia melirik harga di sampingnya. Seketika itu ia menghela nafas panjang. Ia tak mempunyai uang yang cukup untuk membeli salah satu menu itu. Bahkan yang paling murah pun tak bisa. Mungkin lain kali saja ia ke sana, di saat ia sudah bekerja dan mempunyai uang sendiri.

𝑺𝔱𝒂𝒚 𝒘𝔦𝔱𝔥 𝒎𝔢.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang