“Jangan terlalu percaya pada orang lain bahkan dirimu saja bisa berhianat apalagi orang yang baru dikenal.”
.
.
.
—Author—
🌺🌺🌺
“Assalamu'alaikum!” Terdengar salam diluar rumah, Hunaf yang sedang asik merebahkan diri sambil menonton TV dengan malas berjalan menuju pintu utama untuk melihat siapa yang datang. Saat di depan pintu, matanya membulat sempurna ketika melihat siapa yang datang.
“MAS YANZA!” teriak Hunaf saking bahagianya melihat laki-laki itu pulang. Tanpa aba-aba lagi, Hunaf langsung berhamburan memeluk Yanza dengan sangat erat bahkan membuat laki-laki itu sedikit oleng karena pelukan sang istri.
“Aku kangen banget sama mas, tahu nggak?” Hunaf mengadu seperti anak kecil pada Yanza, melihat Hunaf yang mengadu dengan manja membuat Yanza terkekeh kecil.
“Mas juga kangen tahu sama kamu,” ucap Yanza sembari mengusap pucuk kepala Hunaf dengan lembut.
“Bohong,” sarkas Hunaf.
“Kok bohong, mas serius loh sayang.” Yanza menangkup kedua pipi Hunaf dengan tangannya, menatap dalam netra coklat yang sangat ia rindukan tersebut.
“Kalau mas kangen kenapa tiga hari nggak ada kabar? Kamu tahu nggak kalau aku itu khawatir banget sama kamu, takut kamu kenapa-napa di sana. Tahu nggak,” kesal Hunaf memukul lengan Yanza.
“Iya sayang, mas minta maaf soal itu. Belakangan ini mas sibuk banget, harus nyelesain semua pekerjaan supaya bisa pulang cepat,” jelas Yanza. Hunaf mengerucutkan bibir lucu, Yanza tak tahan melihat tingkah sang istri.
“Bener?” Yanza mengangguk mantap.
“Kamu nggak ada lakuin sesuatu selama jauh dari aku ‘kan?” Yanza memicingkan matanya, ia tidak mengerti kemana arah pembicaraan sang istri.
“Maksudnya?” Yanza bertanya balik.
“Disana nggak ada yang deketin kamu kan atau ada orang yang caper sama kamu, pokoknya kamu jangan sampai tergoda sama mereka ya,” ucapnya.
“Mas disana itu kerja sayang, sebanyak apapun godaan yang datang jika dihati mas hanya diisi oleh kamu lalu mereka bisa apa,” ceplos Yanza membuat Hunaf malu sendiri.
“Kebiasaan!” Hunaf memukul pelan lengan Yanza. “Eh, maaf. Refleks!”
“Cewek mah gitu, kebiasaan!” cibir Yanza sambil mengusap lengannya.
“Namanya juga refleks mas, gitu aja ngambek kamu,” sindir Hunaf. Hunaf merentangkan tangannya ingin kembali memeluk Yanza tapi ditahan oleh laki-laki itu.
“Kok nggak mau?” Yanza mengkode Hunaf agar menatap kebelakang. Setelah mengerti, Hunaf kemudian mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Yanza. Dari tatapan matanya, ia bertanya siapa orang yang berada di belakang suaminya itu.
“Dia siapa?” bisik Hunaf bertanya.
Yanza belum menjawab, ia menunggu orang itu berdiri di sampingnya baru ia memperkenalkannya pada Hunaf. Saat orang itu mendekat dan berdiri disamping Yanza, Hunaf mundur dua langkah. Matanya bersitatap dengan orang itu, terasa sangat asing bagi Hunaf. Ia kembali menatap Yanza untuk bertanya siapa itu.
“Dia Elisa namanya,” ucap Yanza pada Hunaf memperkenalkan seseorang yang datang bersamanya dari luar kota.
“E-elisa,” gugup Hunaf.
“Kenapa namanya sama? Ini tidak mungkin, aku tidak yakin jika mimpi itu jadi nyata?”
“Kok bengong sayang, ayok kenalan dulu sama Elisa. Dia waktu kuliah temen seangkatan mas, kamu harus menghormati dia karena dia lebih tua dari kamu,” ucap Yanza.
KAMU SEDANG MEMBACA
With You [End]
Ficção GeralDitinggalkan calon suaminya menjelang hari pernikahan: Sedih, hancur, kecewa, mati rasa❌ Dilamar, dinikahin dan diratukan oleh yang lebih baik☑️ ___ Start : 7 Mei 2022 End: 28 September 2022
![With You [End]](https://img.wattpad.com/cover/310094867-64-k625475.jpg)