Pagi datang menyapa hari. Suara burung dan desau dedaunan begitu merdu tertangkap di lubang telinga. Suasana pagi yang kini telah menjadi hal yang terbiasa namun sangat luar biasa untuknya. Iyaa.. Azzurra.., perempuan cantik yang kini masih tetap cantik namun terlihat lebih kurus dan sederhana. Di sebuah teras yang banyak tanaman hias dia nampak berdiri mematung disitu. Memperhatikan kupu-kupu warna warni yang hinggap di bunga anggrek yang ada di sisi teras dan tergantung dengan manis. Sesekali tatapan matanya menikmati indah langit yang begitu cerah di pagi ini.
Senyum-senyum kecil selalu melintas dari sudut-sudut bibirnya yang merah merona. Dia telah bisa mengingat semuanya. Kesakitan dan luka masa lalu yang kini ingin dia kubur jauh-jauh di dasar hatinya dan memulai hidup baru. Cukup baginya meratapi segala rundung derita yang begitu menguras air mata dan merenggut kebahagiaannya. Semua yang telah menciptakan prahara itu, kini mereka telah mendapat karmanya dan harus membayar mahal untuk semua itu.
Iya.., Fathan di penjara karena terbukti menjadi pelaku kejahatan karena baku hantam dengan laki-laki yang telah dia bayar untuk memperkosa istrinya sendiri, Azzurra hingga menewaskan lelaki tersebut. Ibunda dari Fathan sendiripun meninggal karena syok mendapati putra tersayangnya yang telah berada di balik jeruji karena kasus pembunuhan. Dan yang lebih syok lagi pembunuhan itu terjadi hanya karena di picu seorang wanita penghibur yang pada saat itu, wanita tersebut adalah pelanggan tetap dari Fathan, suami dari Azzurra. Sementara Ayahanda dari Fathan sekarang hidup sendiri dengan putra sulungnya yang masih mengalami gangguan jiwa.
Dan yang harus dengan berbesar hati Azzurra terima, kini sang Abi telah memilih untuk membawa istri sirinya yang selama ini beliau tutup-tutupi darinya dan almarhumah Uminya untuk tinggal di rumah yang dulu menjadi tempat tinggal Azzurra dan kedua orang tuanya.
Baginya, dia cukup mengerti kebutuhan batiniah sang Abi yang mungkin selama ini tak pernah bisa beliau dapatkan dari Umi karena penyakit strok yang merenggut kesehatan tubuhnya. Semua cerita kelam yang perempuan cantik itu alami, bak sebuah kisah fiktif dalam sebuah film. Dan kini Azzurra telah memenangkan pergulatan hidup yang selama ini telah begitu mengguncang jiwanya.
Perempuan kuat yang telah sanggup melalui banyak peristiwa kelam dan cukup memporak porandakan hati dan membuat jiwanya hancur. Beruntungnya dia masih memiliki sosok yang sangat dan sangat perduli terhadapnya.
Silmi.. iya Silmi, gadis cantik dengan wajah inocentnya dan sikap kekanakan yang ternyata juga menyimpan keberanian yang besar. Gadis yang terlihat begitu periang dan belum begitu memahami pergulatan hidup, justru dia yang menyelamatkan kakak iparnya dari jurang kehancuran. Silmi yang dengan begitu tulusnya merawat Azzurra hingga perempuan itu kini telah kembali dengan jati dirinya. Bisa dengan begitu berbesar hati kehilangan segalanya dan telah bangkit dari keterpurukan. Meski untuk itu telah banyak air mata dan emosi yang tertumpah. Dia perempuan yang pada akhirnya bisa menikmati hidup lebih tenang dan damai.
" Khumaa...!" Dari arah belakang nampak ada gadis cantik yang berlari-lari kecil ke arahnya. Mengenakan sebuah celana hot pant warna mocca dan cardigan putih tulangnya dengan belahan dada yang cukup lebar hingga putih kulitnya terpampang jelas. Dia begitu sumringah menghampiri Azzurra yang masih berdiri menikmati bunga-bunga di hadapannya. Senyum terkulum manis dari sudut-sudut bibirnya.
" Masih betah disini? Jadi ke kota untuk nemeni aku cari laptop baru kann..?" Setelah sejajar dengan perempuan muda tersebut, gadis yang tak lain adalah Silmi tersebut langsung memeluk tubuh Azzura dari belakang.
" Wanginya masih tetap sama..," Lalu berkatanya dengan suara lirih. Dalam hati Azzurra pun menghangat. Dia terharu dengan segala hal yang di lakukan Silmi terhadapnya. Selalu begitu penuh kasih dan sayang dan meratukan cara dia bersikap dan berkata-kata.
" ,,Wangi parfum yang kakak pakai pas di saat pertama kali kita di pertemukan.." Berkata Azzurra sembari tatapannya masih asik menikmati mekarnya bunga-bunga mawar di hadapannya.
Silmi tertawa kecil.
" Iya seperti itu.."
" Padahal juga kakak enggak lagi pakai parfum itu.." Lalu celetuknya sedikit geli. Terlalu lebay kata-kata gadis itu saat memujinya. Selalu melontarkan kalimat itu biarpun di saat Azzurra dalam keadaan bangun tidur.
" Karna aroma itu yang udah terlanjur terkunci di memori ketika aku ingat sama kamuu.."
" Heumm.. udah, kak Zuu mau mandi.."
" Kok??" Sedikit Silmi memprotes dengan mimik muka cemberut dan sedikit protes. Azzurra sedikit melotot.
" Katanya minta temeni cari laptop..?" " Eh iyaa.. yaudah..mandi.. aku udah duluan dari tadi.."
" Ikuttt..."
" Ikut kemana??" Muka Azzurra sedikit memerah.
Silmi nyengir.
" Ikutan masuk ke rumah.. masa ikut Khuma ke kamar mandi juga.. mau apa coba??"
" Siapa tau ada niat jahil." " Astagfirullah.. aku enggak seperti itu." " Iyaa seperti ini.." Kemudian Azzurra menoleh ke arah Silmi yang dengan nakalnya melendot di pundaknya.
" Aku nyaman,, mau gimana donkk.." " Heumm.." Dia biarkan gadis itu terus bersikap manja begitu hingga memasuki rumah mungil yang kini telah menjadi tempat tinggal mereka.
Jauh dari kota.
Jauh dari tempat tinggal ke duanya dan itu adalah rumah dari hasil jerih payah Silmi setelah dia bisa bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan lima tahun mengumpulkan pundi-pundi uang untuk mewujudkan mimpinya memberikan tempat tinggal yang nyaman dan tak harus berpindah-pindah. Untuk Azzurra untuk perempuan yang begitu dia kagumi untuk perempuan yang kelembutan hati sikap dan perilakunya selalu membuatnya tak nyaman jika harus berlama-lama pergi jauh darinya.. entah rasa apa yang ada selama ini..
Dari sisi Azzurra yang begitu sangat bahagia karena keperdulian dan empati Silmi yang tak tertandingi oleh siapapun dan tentang kehangatan hatinya menerima kehadiran gadis itu. Perasaan sayang perasaan tak ingin terpisah perasaan resah ketika harus lama jauh.
Ada rasa syahdu..
Tatapan penuh binar yang sering kali membuatnya terhanyut diam tak berkutik atau sentuhan hangatnya yang sering membuat tubuhnya terasa gerah dan memanas..
Tapi.., bukankah tak pernah ada yang melarang untuk siapapun merasakan jatuh cinta??? Selama perasaan dan rasa itu selalu bisa terbingkai indah di hati.. cukup untuk di simpan dan bukan untuk di umbar..
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Sedih Azzurra
RomanceAzzurra.. Sebuah kisah nyata, bagian kehidupan dari seorang perempuan cantik berhati lembut dan memiliki kesabaran yang BESAR.. Sebagian kecil hidupnya yang terisi warna bahagia, namun cukup memuaskan memberinya luka dan airmata. Perempuan tegar yan...
