Red Thread-
atau yang kita sebut benang merah.
Sebuah misteri, yang entah kenapa terasa begitu nyata dan... romantis.
Dua orang, terikat oleh takdir yang tak terlihat.
Cepat atau lambat, mereka akan bertemu.
Namun,
bagaimana jika harapan itu berbeda...
Hari ini Yeji menemani Shuhua untuk berbelanja. Bukan berbelanja kebutuhan rumah. Tapi keperluan kuliahnya, alat-alat mengambar lebih tepatnya. Kebetulan hari ini jadwal mereka sama-sama kosong, begitu pun jadwal di cafe. Dari pada hanya berdiam tanpa arah di dalam rumah. Ya minimal mencari udara segar di luar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Wah, aku betah berlama-lama disini."
"Mungkin karena hidungku tidak terbiasa. Cukup menyengat juga cat-catnya."
Shuhua langsung mengeluarkan catatannya dan mulai menelusuri setiap bagian. Dari keranjang dan tangan mereka yang kosong, sekarang sudah di penuhi oleh barang.
"Sudah semua?"
Shuhua mengangguk. Mereka akhirnya pergi ke kasir untuk membayar semuanya. Selesai dengan berbelanja mereka berpisah sekarang, Yeji ingin pergi berkeliling dulu sedangkan Shuhua harus mengerjakan tugasnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yeji hanya pergi kesekitar taman memang, mencari peruntungan sepertinya. Tidak begitu ramai disini untuk sekarang. Berkeliling melihat pemandangan dan menghirup udara segar. Entah Yeji menyadari atau tidak, sejak tadi ada yang mengikutinya. Orang itu memang membuat jarak yang tidak begitu dekat dengan Yeji. Tapi mungkin karena melihat tempat mereka sekarang sepi, dia sedikit mengikis jarak.
"Yak!"
Yeji melihat ke arah kanan, orang yang asing menurutnya. Orang itu memberikan gestrus pada Yeji untuk mendekat. Entahlah, tanpa rasa takut Yeji mendekatinya.
"Kau mau kemana?"
"Ne?"
Tiba-tiba bertanya mau kemana? Siapa sebenarnya orang ini.
"Aku bertanya kau mau kemana?"
"Aku hanya mau berkeliling. Mian, apa kita saling mengenal?"
"Tidak. Apa kau tidak menyadari ada yang mengikutimu?"
Yeji berniat membalikan badanya, untuk melihat dan memastikan sendiri apa benar ada yang mengikutinya.