Red Thread-
atau yang kita sebut benang merah.
Sebuah misteri, yang entah kenapa terasa begitu nyata dan... romantis.
Dua orang, terikat oleh takdir yang tak terlihat.
Cepat atau lambat, mereka akan bertemu.
Namun,
bagaimana jika harapan itu berbeda...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hyun ... jin."
"Mwo ?"
"Kau ? Tapi ... bagaimana ?"
"Bicara apa kau ini. Seperti baru melihat hantu ! Aku ini suamimu ! Sudah lupa ? Terbentur apa saat tidur ?"
"Bu..kan begitu."
"Ck ! Lihat baik - baik !"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bibir Yeji langsung melengkung dan memeluk Hyunjin dengan erat. Dan itu membuat Hyunjin kebingungan. Istrinya ini kenapa.
"Kau ini kenapa sih ? Sepertinya kau baru menyumpahi suami mu hal buruk."
Yeji langsung melepas pelukanya dan menggeng.
"Mana ada ! Istri mana yang menyumpahi suaminya dengan hal buruk ! Aku selalu berdoa hal baik pada Tuhan untukmu !"
"Sudah cepat sana bersiap."
Yeji mengerutkan alisnya.
"Bersiap ? Mau kemana ?"
"Aish ! Yak ! Banyak tanya. Turuti saja apa kata suamimu !"
"Galak !"
"Cepat sana siap - siap."
Yeji beranjak dari tempat duduknya. Walaupun masih dalam keadaan linglung, tapi dia menuruti perintah Hyunjin. Dari pada makin naik darah suaminya. Selesai berganti pakaian Yeji langsung menghampiri Hyunjin yang sudah menunggu di depan mobil.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.