Red Thread-
atau yang kita sebut benang merah.
Sebuah misteri, yang entah kenapa terasa begitu nyata dan... romantis.
Dua orang, terikat oleh takdir yang tak terlihat.
Cepat atau lambat, mereka akan bertemu.
Namun,
bagaimana jika harapan itu berbeda...
Yeji yang ada di belakang Hyunjin, sudah mendengus kesal sambil memutar bola matanya malas. Ayolah hari ini, mereka baru mau kembali ke rutinitas. Tapi sudah ada yang merusak suasana.
"Yeji, sarapan dulu."
"Ne eonni !"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yeji langsung berjalan menuju meja makan duluan, melewati Hyunjin begitu saja. Sudah terlalu malas, walaupun Hyunjin tidak menjawab sama sekali sapaan tadi.
"Hyunjin, menunggu disini saja."
Sakura menepuk kursi di sebelahnya.
"Aku mau menemani istriku sarapan."
Hyunjin berlenggang berjalan menuju meja makan dan duduk disebelah Yeji. Lalu memainkan ponselnya sambil menunggu Yeji sarapan.
"Kenapa dia selalu datang." Kesal Yeji
"Abaikan."
"Wujudnya bisa, tapi suaranya lebih menjengkelkan."
"Cepat habiskan sarapanya."
Miyeon yang ada disana hanya mendengarkan saja. Biarkan jadi urusan pasangan muda. Selesai sarapan Yeji dan Hyunjin langsung berangkat untuk kuliah. Tanpa penganggu tentu saja, karena Hyunjin menolak untuk menerima tumpangan.
"Wow, pasutri muda. Makin lengket saja." Goda Taehyun
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hyunjin baru menurunkan Yeji di gedung fakultasnya. Lalu mengganti penumpang, dari Yeji menjadi Jaehyuk. Karena Jaehyuk di bawa Taehyun dari apartementnya tadi.
"Tidak mau berpamitan sama suaminya ?" Goda Yoojung
"Salam dulu bisa sepertinya." Timpal Chaeryeong
"Kecup dikit lah, bisa sepertinya." Timpal Taehyun
"Aku sabar menunggu, tenang saja." Ucap Jaehyuk
Chu ...
Hyunjin tiba - tiba mengecup kepala Yeji dari samping.