Selina terbangun dari tidur karena merasakan gerakan di ranjangnya.
"Sam..kau mau pulang?" Tanya Selina, saat melihat Sam duduk di pinggir ranjang.
"Ya, aku harus pergi ke suatu tempat"
"Boleh aku ikut?" Sam terdiam sebentar sebelum akhirnya menoleh.
"Yah...tidak" Selina mengangguk lalu bangkit dari posisi tidurnya.
"Kau tidak akan diberi sarapan?" Tanya Sam. Selina mengangkat bahunya.
"Jika tidak, telepon aku" ucap Sam, dia bangkit dari ranjang dan membawa tasnya.
"Aku pergi ya" pamit Sam, lalu berjalan menuju jendela untuk keluar dari rumah Selina.
Selina mendekat ke arah jendela dan melihat pergerakan Sam. Saat dirasa Sam sudah jauh, dia kembali ke kamarnya dan membereskan ranjangnya.
"Aku tidak tahu, kalau kamarku terasa sesepi ini" lirih Selina. Dia duduk di ranjangnya dan membuka handphonenya.
"Tidak ada yang seru" ucap Selina setelah mengotak Atik handphonenya. Dia berjalan menuju rak buku tapi tetap saja tidak menemukan kegiatan yang menarik.
"Hah...lebih baik aku mandi dulu" ucap Selina lalu berjalan ke kamar mandi.
----
Gio baru saja pulang dari rumah ryn karena kemarin ayahnya meminta gio untuk membantunya menyelesaikan kandang kelinci.
"Loh?, Sam?" Gio tidak percaya bahwa Sam yang menghilang tiba tiba ada di depannya.
"Kenapa?, Kau pikir aku sudah mati hah?" Kesal Sam, gio dengan cepat mendekat dan memegang wajah Sam yang masih lebam.
"Kau dipukuli?, Tumben sekali. Dan lagi kenapa kau menghilang hah?"
"Aku hanya butuh refreshing" gio berdecak lalu masuk ke dapur untuk memasak.
"Jika kau butuh refreshing harusnya pergi ke luar negri bukan membiarkan wajahmu dipukuli. Kau sudah mandi?, Mandi sana kalau belum. aku akan memasak sarapan"
"Oke sayang" jawab Sam lalu berlari ke kamar mandi saat gio mengangkat spatula dan bersiap melemparkan spatula kepadanya.
"Sayang matamu!!" Sam cekikikan saat mendengar teriakan gio.
Sam mencoba memegang wajahnya namun tidak merasakan sakit.
"Sudah kuduga, pukulan mereka memang lemah" gumam Sam, dia membuka bajunya dan mulai membersihkan diri.
Gio membuka kulkas dan melihat ada kaleng sarden yang dia beli kemarin dengan cepat dia membukanya dan memasaknya.
"Nasinya masih banyak kan?" Gumam gio, dia meninggalkan masakannya dan mengecek ke arah rice cooker.
"Syukurlah, karena kemarin aku tidak pulang jadi nasinya masih utuh" lanjutnya, dia kembali fokus kepada masakannya.
Beberapa menit kemudian Sam keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapi.
"Mau kemana?" Tanya gio, dia menaruh mangkuk berisi sarden di meja makan.
"Kampus, aku harus mengikuti UTS yang tertunda kemarin" gio mengangguk lalu mengambil nasi untuk Sam.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Joker & The Queen [ End ]
FanfictionThe road that was broken Brought us together A.N inspired by : the Joker and the Queen- Ed Sheeran Cover: dibuat di PicsArt+ibis