ch 42 : aku membutuhkanmu

93 14 19
                                    

Mereka bertiga tiba di cafe tempat chaeyong bekerja. Selina akui gadis itu cantik sekali.

"Permisi, saya ada perlu dengan chaeyong bisakah kau tanya kapan dia akan selesai bekerja?" Tanya shinzu kepada seorang pelayan pria.

"Oh tentu, kalau boleh tahu nama anda siapa?"

"Shinzu, aku yakin dia akan tahu" pelayan itu mengangguk lalu bergegas pergi setelah meletakkan semua pesanan mereka bertiga.

"Oho..dia panik' ucap Ryn saat melihat chaeyong mengedarkan pandangannya.

"Dia tahu kau kekasihnya minjae tapi masih mendekatinya?. Wah...menjijikkan" Selina yang awalnya netral pun tiba tiba kesal.

"Oh...dia mendekat kemari" ucap Ryn saat melihat chaeyong mendekat ke arah mereka.

"Kenapa kemari?, Belum cukup membawa minjae sekarang kau menggangguku"

"Permisi...aku rasa perkataanmu itu tidak cocok diucapkan. Karena kau masih mendekati minjae" balas Ryn, tingkat kekesalannya semakin bertambah.

"Jika kau tidak egois, minjae akan menikah denganku"

"Tapi pertunangan antara shinzu dan minjae tidak akan terjadi jika minjae tidak setuju"

"Itu karena dia-"

"Turunkan jarimu, aku pewaris perusahaan kagayaku. Aku bisa saja meminta bos cafe ini untuk memecatmu" Selina dan Ryn agak terkejut melihat perubahan sikap Yuna.

" Dasar anak papa!"

"Berisik dasar anak tidak tahu diri"

Selina dan Ryn memilih diam dan fokus melihat perdebatan antara shinzu dan chaeyong sambil sesekali menyeruput minumannya.

"Kaulah yang tidak tahu diri. Dasar murahan, kau memang kaya tapi lelaki yang kau cintai mencintaiku aku menang!"

" Yah..tapi dia akan menikah denganku dan setelah itu terjadi kupastikan minjae tidak akan bisa menemui lagi"

"DASAR JALANG!"

"CHAEYONG!" Chaeyong menoleh dan melihat bosnya. Selina dan Ryn nampak terkejut tapi masih sempat memasukkan kentang ke mulut mereka.

"Semoga kau masih bisa bekerja, ah..jauhi minjae atau aku akan lebih menyiksamu lagi. Kau belum pernah melihatku menggunakan uang bukan?" Shinzu bangkit lalu mengeluarkan dompet dan melempar beberapa lembar uang ke wajah chaeyong.

"Itu untuk makanan kami, dan lebihnya untuk membayar harga dirimu" ucap shinzu lalu berjalan keluar diikuti Selina dan Ryn.

"Kata katamu bagus juga"

"Perasaan rencana kita kau yang bicara deh Selin"

"Terimakasih, aku tersulut emosi saat dia mengacungkan jarinya padaku dia pikir dia siapa, ayahku saja tidak pernah melakukannya" jawab shinzu Selina dan Ryn mengangguk.

"Maaf aku lapar tadi. Dan shinzu lebih baik dariku" ucap Selina. Shinzu tersenyum, jarang jarang Selina memujinya.

/Krebek/

Selina dan shinzu kompak menatap Ryn yang mengelus perutnya.

"Ayo makan di restoran terdekat" ucap shinzu lalu menggandeng dua sahabatnya itu menuju salah satu restoran.

----

Sam tidak bisa tidur, Selina sudah mengabarinya bahwa dia mungkin akan pulang larut malam dan menyuruhnya tidur duluan.

"Ah...Selina cepatlah datang" gumam Sam, dia berguling kesana kemari untuk mengusir kebosanan.

Badan Sam dengan cepat menegak dan menyambar handphonenya yang berdering.

The Joker & The Queen [ End ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang