"tidak perlu, Selina bukan kelemahanku. Apa maumu?" Tanya Sam, gadis itu tertawa lalu bertepuk tangan.
"Di hari wisudamu, ayo lakukan pemberontakan" Sam menampilkan senyum miringnya.
"Yah..baiklah, ayo selesaikan dendam ini" jawaban Sam sepertinya membuat gadis itu puas.
"Kalian dengar bukan?, Di hari ketika seluruh masyarakat dan pemerintah dunia memperhatikan. Kita akan mempermalukan mereka" ucap gadis itu lalu berjalan meninggalkan Sam.
"Dimana Selina?" Tanya Sam lagi. Gadis itu melemparkan sebuah kunci.
"Gudang senjata di rumahku. Ah..kau harus cepat aku lupa mematikan mesin pendingin di sana" Sam berdecak lalu berlari dan mengambil salah satu mobil bawahan gadis itu.
"Nona?" Tanya lelaki yang memakai jas hitam saat melihat gadis itu termenung dan menatap kepergian Sam dengan sedih.
"Ah..maaf, aku hanya merasa Sam begitu beruntung. Anak itu selalu beruntung" ucap gadis itu lalu masuk ke mobilnya dan kembali melanjutkan misinya untuk mengumpulkan berbagai bukti.
----
Selina menatap ruangan yang penuh dengan senjata itu. Dia berjalan dan tertarik dengan sebuah pisau yang memiliki darah di ujungnya.
"Sepertinya darah ini sudah lama ada di pisau itu" ucap Selina karena darah itu terlihat menghitam dan mengeras.
"Nona..ini kue dan teh" ucap seorang pelayan wanita.
"Kau makan dan minum dulu"
"Ya bagaimana mungkin?, Saya tidak berani" ucap pelayan itu agak terkejut. Selina menatap teh itu dan mencium wanginya.
"Makan kuenya, ini" Selina menyerahkan sepotong kue yang langsung di makan pelayan itu.
Setelah beberapa menit, barulah Selina memakan kue itu karena pelayan tadi tidak kenapa Napa.
"Ini semua anggota keluarga lyman?" Tanya Selina pada pelayan yang sama.
Pelayan itu membungkuk sebentar sebelum menjawab.
"Saya kurang tahu nona, tapi ini adalah kediaman utama dari para anggota lyman biasanya mereka berkumpul saat akan melakukan pembersihan"
Selina mengangkat satu alisnya saat mendengar kata pembersihan.
"Maksudnya itu pembunuhan?" Pelayan wanita itu mengangguk membenarkan.
"Apa kau tahu alasan keluarga lyman menjadi para pembunuh?" Pelayan wanita itu menggeleng. Selina menghela napas kecewa.
"SELINA!!" Selina menoleh dan menatap Sam yang nampak terengah. Senyumnya merekah lalu berjalan dan memeluk Sam.
"Kau baik baik saja?" Selina mengangguk. Dia mengintip ke dalam rumah dan melihat beberapa orang menatap ke arahnya.
"Sam..banyak orang ya?. Miller juga ada disini" Sam tersenyum lalu memeluk Selina dengan erat.
" Kita pulang" ucap Sam lalu melepas pelukannya dan menarik tangan Selina ke luar rumah.
"SAM LYMAN! KITA BARU SAJA AKAN MULAI!" Langkah Sam terhenti saat mendengar suara gadis tadi di pengeras suara.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Joker & The Queen [ End ]
FanfictionThe road that was broken Brought us together A.N inspired by : the Joker and the Queen- Ed Sheeran Cover: dibuat di PicsArt+ibis