ch 19 : listen and treat

108 17 42
                                    

Mata Sam memerah karena emosi saat melihat foto yang dia lihat. Bagaimana tidak, foto itu menampilkan Selina yang nampak penuh dengan darah dan di sekitarnya banyak barang berserakan.

"Sialan, aku terlambat mendengarkan rekamannya!" Sam hendak bangkit namun tubuhnya tertahan dengan selang infus yang tertancap di tangannya.

"Selang sialan" Sam memencet bel dan dengan cepat beberapa orang masuk.

"Ada apa tuan?" Tanya seorang pria, Sam melirik ke arah selang infus tanpa berbicara dan dua orang yang berada di belakang keluar untuk memanggil perawat.

"Kondisiku baik- baik saja kan?. Ini hanya luka biasa" tanya Sam, orang yang berkumpul disana saling menatap.

"Ah terserahlah" gumam Sam, perawat datang dengan cepat dan langsung melepas jarum yang terpasang.

"Telpon kakakku bilang dia pulang ke rumah, aku muak dengan bau obat disini" ucap Sam, dia melepas bajunya dan menyuruh satu orang pria bertukar baju dengannya.

"Baik tuan, tapi anda mau kemana?" Tanya pria yang lain.

"Ada tempat yang harus ku kunjungi. Pastikan kakak ku pulang. kalian paham" pria yang ada disana mengangguk.

"Kunci mobil" salah satu dari mereka dengan cepat memberikan kunci mobil kepada Sam.

"Hati hati tuan" Sam mengabaikan mereka dan dengan cepat dia berjalan ke parkiran.

----

Miller merasakan getaran di dalam sakunya. Dia dengan cepat membuka handphonenya dan mengangkat panggilan.

"Ya kenapa?, Terjadi sesuatu pada Sam?" Tanya Miller langsung saat bawahannya menelpon.

"Tuan, tuan Sam bilang anda pulang saja dan tuan Sam juga bilang bahwa dia akan pergi ke suatu tempat" Miller  sudah tahu kemana Sam akan pergi.

"Dia akan kesini ya" lirih Miller, dia tidak ambil pusing dan mematikan teleponnya.

Miller segera turun dan mengendap-endap ke pohon dimana dia masuk.

Dia bersembunyi di belakang pohon saat penjaga mendekat ke arahnya.

"Kudengar mereka akan segera pergi ke hotel arizon untuk berpesta lagi"

"Aku penasaran, nona Selina ikut tidak?"

"Tidak, sepertinya tidak. memangnya kapan nona muda kita dianggap keluarga oleh mereka"

"Dasar para bedebah"

"Shttt...kalau tuan mendengarnya kau akan mati"

Miller berdecak saat kedua penjaga itu masih sibuk mengobrol tapi dia juga agak bersyukur karena artinya tidak ada keramaian saat Sam datang nanti.

"Setidaknya Selina masih dipedulikan oleh penjaga mereka" lirih Miller, setelah penjaga itu kembali berkeliling Miller dengan cepat naik ke pohon dan pergi dari sana.

----

"Hugo...ayo sayang kita akan pindah ke hotel arizon" panggil ibu Selina. Hugo yang sedang mengobrol dengan salah satu tamu menoleh ke sekeliling.

"Ma, Selina kemana?" Tanya Hugo, wajah ibunya sedikit menahan kesal saat mendengar pertanyaan Hugo.

"Ah..Selina, dia bilang dia sedang sakit dan tidak mau diganggu. Eiyy sudahlah dia memang lemah ayo pergi" ibu Selina menarik Hugo agar segera keluar dari rumah mereka.

The Joker & The Queen [ End ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang