TSD (02) : Godaan

63.6K 907 11
                                        

Tinggalkan vote/komen bila sudi.
Happy reading.

•••••

Cuaca sedang begitu panas. Bella yang baru saja pulang sekolah memutuskan untuk ke dapur. Dia mengambil beberapa jeruk dan memerasnya. Setelah itu, ia mencampurkan perasan jeruk dengan sedikit gula, air, es batu. Dia meminumnya dengan santai. Tenggorokannya langsung terasa sangat lega.

Bella melirikkan matanya ketika melihat Xavier masuk ke dapur dan pergi ke arah kulkas. Dia memperhatikan setiap gerakan Xavier. Beberapa detik kemudian, Xavier melirik balik ke arahnya. Pandangan mereka bertemu. Bukannya canggung, Bella malah memberikan senyuman hangat. Xavier membalasnya sebelum duduk bersama Bella.

"Kau sudah pulang ternyata. Bagaimana dengan sekolah barumu?" Tanya Xavier.

"Tidak terlalu buruk. Mereka menyambutku dengan baik. Hanya saja, aku tidak langsung mendapatkan teman," jawab Bella. Xavier mengangguk paham.

"Kau tidak bekerja?" Sekarang, giliran Bella yang bertanya. Xavier terkekeh ringan.

"Aku hanya ingin pulang sebentar karena sedang tidak ada pekerjaan penting di kantor," jawab Xavier.

"Oh, begitu," sahut Bella. Dia kembali meminum es jeruknya. Diam-diam, Xavier memperhatikan Bella dengan lekat. Dia meneguk saliva ketika melihat cara minum Bella yang terkesan menggoda di matanya.

"Kau masih ada waktu?" Tanya Bella tiba-tiba. Xavier segera menormalkan sikapnya dan menatap Bella lembut.

"Ada. Memang kenapa?"

"Aku ingin mengobrol."

"Baiklah. Apa yang ingin kau bicarakan denganku?"

"Sejak kapan kau mengenal Mommy?" Tanya Bella. Xavier menumpu dagunya dengan mata melirik kesana-kemari. Dia mencoba mengingat kapan pertama kali ia berkenalan dengan Grace.

"Sekitar 8 tahun yang lalu."

"Kenal dimana?"

"Di kafe. Aku duduk bersamanya waktu itu karena tidak ada kursi lagi. Disitulah kami berkenalan."

"Lalu, kapan kalian memulai hubungan percintaan?"

"3 tahun lalu."

"Berarti, kalian hanya berpacaran selama 2 tahun?"

"Iya, betul sekali," jawab Xavier membuat Bella mengangguk paham.

"Menurutmu, Mommy orang yang seperti apa?"

"Dia penuh percaya diri, pemberani, sangat peduli pada siapapun, bijaksana, dan penyayang," jawab Xavier dengan lantang. Bella malah menarik satu sudut bibirnya.

"Dia begitu baik di matamu, ya?" Tanya Bella sebelum tersenyum masam.

"Aku tahu bagaimana Grace dimatamu, Bell. Kuharap, penilaianmu itu segera berubah," ucap Xavier. Bella hanya diam dan memainkan jarinya di pinggiran gelas yang sudah kosong.

"Aku rasa, kau lebih muda dari Mommy. Apa benar?" Bella membuka sebuah topik obrolan baru.

"Apa sekentara itu, ya?" Xavier bertanya balik. Bella terkekeh dan mengangguk.

"Kerutan di wajah Mommy tidak bisa bohong," ucap Bella. Xavier tertawa kecil.

"Memang, berapa umurmu?"

"Belum lama ini 30 tahun," jawab Xavier. Bella sedikit terkejut.

"Bagaimana bisa kau jatuh cinta dengan wanita yang 5 tahun lebih tua darimu? Mengapa, kau juga masih menerima dia meskipun telah berbohong?"

The Step-Dad ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang