TSD (18) : Officialy Having an Affair

27.2K 392 12
                                        

Tinggalkan vote/komen bila bersedia. Happy reading.

^^•^^

Di bawah langit malam, Bella duduk di ayunan. Dia memandang langit yang dipenuhi bintang. Tiba-tiba, ayunannya bergerak. Bella sangat kaget. Dia pun menengok ke belakang dan mendapati Xavier yang tengah tersenyum. Bella menghela nafas lega. Ia pikir, ada hantu atau orang iseng yang mengganggunya. Bella pun kembali melihat ke arah langit sembari menikmati tubuhnya yang berayun.

"Ini sudah malam. Untuk apa kau masih disini, hm?" Tanya Xavier.

"Aku ingin melihat bintang."

"Kau bisa melihatnya dari kamarmu, Bell. Bukankah udara disini sangat dingin?" Tanya Xavier lagi. Bella malah tertawa kecil.

"Aku sudah terbiasa, Xav. It's normal," ucap Bella. Xavier tersenyum tipis. Dia berhenti menggerakkan ayunan, hingga perlahan ayunan terhenti.

Xavier berpindah untuk duduk di atas rumput tepat di depan Bella. Dia ikut menatap langit. Dia menikmati suasana yang sejuk, tenang, dan tenteram. Sebuah suasana yang tidak pernah ia dapatkan selama hidup di kota. Ya, meskipun suka berpetualang, Xavier tidak bisa merasakan yang seperti ini. Lucunya, ia bisa kesini karena Bella, bukan Grace. Padahal, Grace adalah istrinya dan wanita itu lebih dulu lahir serta tinggal disini.

"Aku tidak paham kenapa Grace tidak pernah mengajakku kesini. Padahal, suasana disini sangat menenangkan," ucap Xavier. Mendengar itu, Bella bergeleng kecil.

"Tentu saja karena dia tidak mau kau mengetahui keberadaanku. Apa kau lupa? Grace berusaha menyembunyikanku dari dunia barunya," jawab Bella.

"Ah, iya. Aku baru mengingatnya," sahut Xavier. Bella beranjak dari ayunan dan memilih untuk duduk di sebelah Xavier.

"Sejak aku disana, aku tidak pernah sekalipun bertemu keluargamu," ucap Bella. Xavier menoleh dan tersenyum kecil.

"Orang tuaku tinggal di Perancis sejak 10 tahun yang lalu. Mereka ikut tinggal bersama adikku. Mereka tidak terlalu menyukai Grace. Jadi, mereka kesini jika hanya ada acara besar," jelas Xavier.

"Kenapa mereka tidak menyukai Ibuku?"

"Karena mereka tahu dari mana Grace berasal. Mereka ingin memiliki menantu dari kota. Keluargaku juga sempat ingin menjodohkanku dengan anak salah satu rekan bisnisnya. Tetapi, aku lebih memilih Grace saat itu," jawab Xavier. Bella menganggukkan kepala tipis.

"Aku punya pertanyaan untukmu," ucap Bella.

"Apa itu?"

"Jika aku bukan anak Mom dan kami muncul bersamaan waktu itu, siapa yang akan lebih dulu membuatmu jatuh cinta?" Pertanyaan yang sebenarnya sederhana itu, membuat Xavier kelimpungan. Ada beberapa alasan yang membuatnya kesulitan menjawab pertanyaan tersebut.

"Aku tidak bisa memilih."

"Why?"

"Kalian sama-sama membuatku tertarik sejak awal bertemu," jawab Xavier.

"Kalian punya daya tarik yang sama," ucap Xavier lagi.

"Maksudmu, aku dan Mom sama? Kalau begitu, kau punya perasaan padaku karena aku dan Mom sama? Hanya karena umur?" Cecar Bella.

"No, Bella. Daya tarik kalian saja yang sama. Hanya itu, oke? Dinilai lebih jauh, kalian memang berbeda," jelas Xavier.

"So, harusnya kau bisa menentukan siapa yang akan membuatmu jatuh cinta lebih dulu," ucap Bella. Pertanyaan itu seperti menjebak. Xavier tidak tahu apa maksud Bella menanyakan itu.

The Step-Dad ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang