TSD (35) : The Ending

32.3K 450 54
                                        

Tinggalkan vote/komen bila sudi.
Siapkan mental kalian untuk baca part ini.
Happy reading and enjoy the ending.

⊂⁠(⁠(⁠・⁠▽⁠・⁠)⁠)⁠⊃

D

ari ambang pintu, Xavier mengamati Bella yang tengah duduk di meja rias. Ia memandang wanita itu dengan begitu lekat. Bella terlihat sangat cantik dengan gaun pernikahannya. Apalagi, ditambah dengan sinar kebahagiaan yang terpancar di wajahnya. Mata Xavier berkaca-kaca. Seharusnya, ia tidak disini. Seharusnya ia yang menunggu Bella di altar. Mengapa rasanya sangat sulit untuk menerima semua ini? Xavier sendiri yang meminta untuk mengantar Bella, tetapi ia sendiri yang merasa sakit sendiri.

"Cucuku sangat cantik," puji Gwen yang duduk di kursi roda. Bella tersenyum lebar.

Ya, Martha datang ke pernikahan Bella. Setelah mengundang Xavier, Bella dan Edric mengundang Martha. Bella kembali ke kampung halamannya dan menceritakan semuanya. Martha sempat drop karena merasa syok. Ia bahkan sempat memarahi Bella. Tetapi, setelah itu ia memeluk dan memaafkan semua perilaku Bella. Ya, rasa sayang dan rindu mengalahkan semuanya. Martha sudah menunggu Bella selama hampir 7 tahun.

"Mom sangat cantik!" Puji Jason sembari berjingkrak. Sangat jarang melihat Jason segirang ini.

"Bajuku juga bagus, Mom. Aku suka!" Giliran Jessie yang bersorak. Bella terkekeh pelan melihat kedua tingkah anaknya.

"Bella, kau sudah siap? Pemberkatan akan segera dimulai," ucap Grace. Ia melirik Xavier. Mereka sama-sama melempar senyum tipis.

"Siap, Mom," jawab Bella. Ia berdiri lalu mengangkat sedikit gaunnya.

"Very beautiful," puji Xavier sembari memberikan buket bunga untuk dibawa. Bella tersenyum tipis.

Xavier mengulurkan tangan dan Bella menerimanya. Bella menghela nafas. Ia merasa sangat gugup. Genggaman tangannya otomatis mengerat. Xavier tersenyum tipis. Ini mungkin menjadi momen terakhir dirinya bisa begitu dekat dengan Bella. Setelah resmi nanti, meskipun Xavier akan berkunjung, ia tidak memiliki kesempatan untuk menyentuh Bella sejengkal pun. Entah mengapa dadanya menjadi sesak mengingat itu.

Sepanjang jalan menuju altar, Xavier selalu memandangi Bella. Dia selalu memuji Bella dalam hati. Ia masih membayangkan bagaimana jika posisinya saat ini adalah sebagai seorang pengantin yang akan menemani Bella di altar. Sebuah ide jahat bersemayam di pikiran Xavier. Tetapi, semua itu teredam begitu saja ketika melihat Bella begitu bahagia. Ia bisa melihat senyuman yang selama ini tidak pernah ia lihat. Hari ini seperti menjadi hari paling bahagia untuk Bella.

"Edric," panggil Xavier.

"Ya, Xavier," sahut Edric.

"Aku menyerahkan Bella padamu. Dia akan menjadi milikmu seutuhnya. Aku mohon padamu, jaga dia sama seperti saat kalian belum berhubungan dulu. Jangan lakukan hal yang aku lakukan pada Bella. Buat dia bahagia," ucap Xavier. Ia menyerahkan genggaman tangan Bella pada Edric.

"Terima kasih, Xav. Aku akan melakukan yang terbaik untuk Bella. Kau tidak perlu khawatir," ucap Edric. Xavier tersenyum sebelum mundur satu langkah. Ia mengamati Bella dan Edric yang saling bergandengan tangan. Ia telah secara resmi melepas Bella untuk bersama orang lain.

"Baik, acara pemberkatan akan dimulai."

Xavier duduk di tengah-tengah anaknya. Ia merangkul kedua anaknya itu. Melihat mereka yang tampak begitu antusias, Xavier tersenyum getir. Dia memang harus menerima fakta bahwa anaknya lebih dekat dengan Edric. Sekeras apapun Xavier berusaha dekat dengan mereka, tetap saja kasih sayang mereka lebih besar untuk Edric. Tidak peduli bahwa Xavier adalah ayah kandung mereka.

The Step-Dad ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang