TSD (19) : Tertampar Kenyataan

16.6K 333 10
                                        

Tinggalkan vote/komen bila sudi.
Happy reading.

^^_^^

Di depan sebuah kedai kopi, Bella duduk sembari memainkan ponselnya. Ia yang baru saja pulang sekolah sengaja mampir kesana. Ia tersenyum membaca pesan dari Xavier. Ia pun membalasnya dengan random. Rasanya menyenangkan ketika mengganggu pria itu melalui pesan. Ya, sejak malam itu, Xavier dan Bella menjalani hubungan yang lebih intens. Entah itu melalui ponsel maupun secara langsung. Semua telah berjalan hampir sebulan. Bella semakin merasa nyaman karena semakin kesini, Xavier tidak hanya menuntut soal seks. Pria itu berusaha memberinya perhatian layaknya seorang kekasih. Entah itu dengan jalan-jalan, ataupun menghabiskan waktu berdua sambil mengobrol.

"Are you, Bella?" Tanya seseorang membuat Bella mendongak. Dia mengerutkan dahi melihat sosok wanita berpakaian kasual dengan kacamata hitam bertengger di wajah.

"Iya, anda siapa?" Bella menjawab lalu bertanya balik.

"Oh, ternyata kau lupa denganku, ya. Aku Natalia, teman Ibumu," ucap wanita itu.

"Oh, aunty Natalia," ucap Bella.

"Jangan panggil aku aunty dengan wajah sok polosmu itu," ucap Natalia. Bella sedikit kaget. Nada Natalia menjadi sangat ketus.

"Apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Bella. Natalia menaikkan sebelah sudut bibirnya.

"Kau tampak begitu polos dan seperti anak desa yang lugu. Padahal, aku tahu kelakuan bejatmu. Kau berhubungan dengan suami ibumu sendiri, 'kan?" Cecar Natalia membuat Bella sangat kaget.

"Jangan menuduhku macam-macam," tegas Bella.

"Menuduh? Bell, aku sering melihatmu pergi bersama Xavier saat Grace tidak ada. Kau bahkan sering mengunjungi kantor Xavier. Padahal, Grace pernah bilang bahwa kau dan Xavier tidak pernah akrab. Kalian selalu menjaga jarak. Bukankah aneh jika di luar kau sering bersama Xavier? Bahkan, kalian sangat mesra. Kau masih mau mengelak?" Perkataan Natalia membuatnya kalah telak. Wajah Bella juga tampak sangat tegang.

"Lalu, kalau aku berhubungan dengan Xavier, kenapa? Apa urusanmu?" Bella masih berusaha untuk melawan Natalia dan membela dirinya sendiri. Dia tidak suka jika terpojok, meskipun ia memang salah.

"Grace adalah sahabatku. Dia orang yang sangat baik dan sering membantuku. Jadi, aku tidak suka jika anaknya sendiri menusuk dari belakang," ucap Natalia. Bella terlihat lebih tenang. Dia menunjukkan wajah yang seperti tidak bersalah sama sekali.

"Lalu, kau akan memberitahunya?" Tanya Bella.

"Tidak. Meskipun aku sangat geram dengan kelakuanmu dan Xavier, aku tidak akan memberitahu Grace. Apalagi, aku tidak punya bukti apapun. Kau tetap anaknya. Pasti, Grace lebih mempercayaimu. Biarkan waktu yang mengungkapnya," ucap Natalia. Bella menggenggam erat ponselnya.

"Apa yang kau lakukan adalah sebuah dosa besar. Sejahat apapun Grace padamu, kau tidak seharusnya membalas dengan cara seperti ini. Ingat, Bella. Jika suatu saat nanti semua ini terbongkar, bukan hanya Grace yang hancur, tetapi kau dan Xavier juga. Perselingkuhan adalah hal yang paling menjijikan," ucap Natalia. Dada Bella bergemuruh. Dia benci dengan ucapan Natalia. Tetapi, dia tidak bisa menyangkalnya. Semua ucapan Natalia tidak ada yang salah.

"Sebelum semuanya terlambat, sebaiknya kau hentikan semuanya," ucap Natalia sebelum memakai kacamatanya dan pergi meninggalkan Bella begitu saja.

Selepas kepergian Natalia, Bella memejamkan mata sejenak untuk menetralkan emosinya. Ia lantas tersenyum miring. Ucapan Natalia mungkin berhasil mengenai hatinya. Tetapi, itu sama sekali tidak membuat Bella mundur. Bella akan tetap bersama Xavier apapun risikonya. Pria itu adalah sosok laki-laki yang ia butuhkan selama ini. Bella benar-benar sudah dikuasai oleh roh jahat.

The Step-Dad ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang