TSD (04) : The Beginning of Everything

69.4K 793 11
                                        

Tinggalkan vote/komen bila sudi.
Happy reading.

#####

Sejak kejadian tadi siang, Bella terus menghindari Xavier. Dia selalu mengawasi setiap ruangan saat akan melakukan sesuatu. Seperti sekarang ini, ia melangkah secara hati-hati saat pergi ke dapur. Dia merutuk sebal karena merasa haus tengah malam. Dia berharap, Xavier tengah sibuk melakukan pekerjaan atau sudah tidur.

Bella merasa lega saat berhasil ke dapur tanpa halangan. Dia pun mengambil gelas dan menuangkan air bening ke dalamnya. Saat sedang meminum, dia merasakan hawa yang aneh. Dia seperti merasakan langkah kaki dan seperti diawasi. Dia pun menaruh gelas yang sudah kosong dan membalikkan badan dengan hati-hati. Dia sangat terkejut ketika melihat Xavier bersandar di dinding dapur.

"Kau sangat peka, ya?" Tanya Xavier. Bella meneguk ludahnya.

"Kau belum tidur?"

"Aku belum mengantuk. Selain itu, aku juga merasa penasaran kenapa kau menghindariku sejak kejadian tadi siang," jawab Xavier. Bella menghela nafas dan mengabaikan ucapan Xavier.

"Aku mau tidur," ucap Bella sembari berjalan ke arah pintu dapur. Tiba-tiba, tangannya ditarik hingga tubuhnya terpental ke belakang.

"Kau pikir, kau bisa bebas setelah menggodaku? No, baby. Siapapun yang memulai permainan bersamaku, tidak akan kubiarkan mengakhirinya tanpa izinku," bisik Xavier. Bella meneguk ludahnya.

"Aku akan menghajarmu habis-habisan malam ini, Bell," ucap Xavier sebelum mengangkat tubuh Bella.

"Aku mohon, Uncle. Aku tidak sengaja menggodamu tadi siang," ucap Bella panik. Xavier mengangkat sebelah sudut bibirnya.

"Aku tidak peduli," ucap Xavier. Bella meronta, tetapi Xavier tidak menggubrisnya.

Xavier melempar Bella ke ranjang, lalu mengunci pintu. Dia memperhatikan Bella yang meringkuk dengan wajah ketakutan. Xavier pun tersenyum dan naik ke ranjang. Dia mendekati Bella dan menatap lekat wajah gadis itu. Tidak dapat dipungkiri, wajah Bella sangat cantik dan tidak terlalu mirip dengan Grace.

"Aku sudah berusaha menahan diri, tetapi kamu malah memancingnya. Jadi, kau harus menerima akibatnya. Aku tidak suka dipermainkan, baby," ucap Xavier. Dia menelusuri wajah Bella menggunakan jari tangannya sebelum mencium gadis itu. Bella mengerang dan berusaha menolak. Namun, Xavier menekan tengkuknya dan semakin agresif. Bella tidak bisa melawan karena ia sebenarnya menikmati ciuman Xavier.

"Ahh." Bella mendesah keras ketika buah dadanya diremas kuat.

"No bra again, sweetie?" Tanya Xavier.  Bella mengangguk pelan. Xavier terkekeh dan mengecupi leher Bella dengan panas. Bella bergelak gelisah dan mulutnya tidak berhenti mendesah. Dia tidak bisa berbohong bahwa apa yang Xavier perbuat sangat nikmat.

Xavier membuka piyama yang Bella gunakan. Tubuh bagian atas Bella sudah terpampang jelas di depan matanya. Tanpa membuang waktu, ia melahap salah satu buah dada gadis di depannya. Dia memainkannya dengan lihai hingga mulut Bella tidak berhenti mengeluarkan desahan merdu.

"Xav," pekik Bella ketika tangan Xavier masuk ke dalam celananya. Bella memejamkan mata dan meremas rambut Xavier saat miliknya dimainkan. Tangan Xavier bergerak lembut sebelum satu jarinya masuk ke dalam milik Bella yang masih rapat.

"Ahh," desah Bella ketika jari Xavier keluar masuk dengan pelan. Miliknya berkedut dan menyedot jari Xavier. Sedikit perih, namun sangat nikmat.

"Desahanmu sangat merdu, sweetie. Aku menyukainya," ucap Xavier sembari mempercepat gerakan jarinya. Matanya tidak lepas dari wajah Bella. Gadis itu terlihat sangat imut sekaligus seksi dimatanya.

The Step-Dad ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang